Palestina Menanti Langkah Nyata

Bangsa Palestina menanti dunia menyanksi Israel. Hubungan dagang yang menguntungkan pemukim ilegal Israel di Tepi Barat harus dihentikan.

23 Sep 2025 17:00 WIB · Internasional

Oleh Kris Mada

OTTAWA, SELASA — Bangsa Palestina gembira dengan tambahan pengakuan dari beberapa negara atas Negara Palestina. Kini, Bangsa Palestina menanti dunia bertindak nyata untuk melanjutkan pengakuan itu menjadi bermanfaat.

Utusan Palestina di Kanada, Mona Abuamara, mengatakan, komunitas internasional perlu mengambil tindakan nyata. ”Terapkan sanksi pada Israel. Batalkan atau bekukan kesepakatan dagang yang menguntungkan pemukim ilegal. Putuskan hubungan diplomatik jika Israel tetap melakukan genosida. Pastikan pemukim ilegal tidak mendapat keuntungan dari kesepakatan internasional,” ujarnya dalam wawancara yang disiarkan Russia Today, Selasa (23/9/2025).

Semua perangkat itu, bukan sekadar pengakuan, membuat dunia bisa menekan Israel untuk menghentikan pencaplokan dan penindasan pada Palestina. Perangkat itu akan benar-benar membuat Palestina mencapai kedaulatan dan kemerdekaan sesungguhnya.

Ia menyampaikan itu sehari setelah Arab Saudi-Perancis menggelar dialog tingkat tinggi soal Solusi Dua Negara. Forum di Sekretariat Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa di New York, Amerika Serikat, itu diwarnai pengakuan sejumlah negara pada Negara Palestina.

Mantan Utusan Palestina untuk Inggris, Manuel Hassassian, mengatakan bahwa solusi militer jelas telah gagal mencapai tujuannya. Digunakan Israel atau warga Palestina, pendekatan militer hanya menghasilkan spiral kekerasan yang tidak kunjung berakhir.

Di sisi lain, sulit meyakinkan Palestina berhenti menggunakan pendekatan militer. Sebab, dengan arsenal jauh lebih besar, Israel menggunakan pendekatan itu secara berlebihan. Berbagai pakar dan pemerintah negara telah menyebut Israel menggunakan kekuatan berlebihan ke bangsa Palestina di Gaza atau Tepi Barat.

Peserta aksi membawa poster dan spanduk berisi dukungan terhadap Palestina saat unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (21/9/2025). Peserta aksi yang tergabung ke dalam Free Palestine Network menyerukan aksi simpatik untuk Palestina. Mereka mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menyerukan penghentian genosida yang terjadi di Palestina pada pidatonya di Sidang Umum PBB. Presiden Prabowo dijadwalkan datang sebelum rangkaian sidang dimulai. Rangkaian Sidang Majelis Umum PBB dijadwalkan dimulai pada Selasa (23/9/2025). 

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
21-09-2025

Aparat Israel, kata Hassassian, memecah belah Palestina secara praktik dan kebijakan. Dari satu permukiman ke satu permukiman Palestina lain di Tepi Barat, warga Palestina harus melewati 96 lokasi pemeriksaan utama dan ratusan pos pemeriksaan lebih kecil.

Israel terus mencaplok wilayah Palestina, baik berdasarkan perbatasan 1967 maupun selepas Kesepakatan Oslo. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada awal pekan ini menegaskan tidak akan pernah ada Negara Palestina. Ia dan para pejabat Israel juga terus menyetujui pembangunan permukiman baru di Tepi Barat.

Netanyahu, kata Abuamara, menggunakan agama dan menjadikan isu Palestina sebagai konflik Muslim-Yahudi. Netanyahu bersembunyi di belakang komunitas Yahudi untuk membenarkan kebijakannya. ”Semua retorikanya untuk menyelamatkan dirinya dari pertanggungjawaban atas kejahatan perang,” ujarnya.

Fakta di lapangan menunjukkan, sasaran Israel adalah semua warga Palestina tanpa memandang agamanya. Masjid dan gereja sama-sama menjadi sasaran Israel. Umat Islam, Katolik, dan Kristen sama-sama menjadi korban serangan aparat dan warga Israel.

Protes atas kebrutalan Israel dilancarkan di berbagai negara. Pesertanya dari lintas negara dan kepercayaan.

Abuamara mengatakan, situasi kini telah berubah. Dulu, Kanada tidak mengakui Palestina karena dekat dengan Israel dan Amerika Serikat.

Lobi pendukung zionis dan Israel juga begitu kuat menekan Ottawa. Dampaknya, antara lain, Ottawa dulu tidak mendukung gugatan terhadap Israel di Mahkamah Internasional (ICJ) dan Mahkamah Kriminal Internasional (ICJ).

Sekarang kondisi berubah. Relasi AS-Kanada yang memburuk mendorong Kanada mengadopsi posisi yang lebih independen, merapat ke negara-negara Eropa yang mendukung tatanan internasional berbasis aturan. Di dalam negeri, warga juga semakin terbuka mendukung keputusan pemerintah berkomitmen pada Solusi Dua Negara yang berarti mengakui Palestina.

Pengakuan itu, lanjut Abuamara, mengirimkan pesan kepada pemerintah Israel bahwa tindakan mereka tidak diterima dunia. Genosida, apartheid, dan pendudukan oleh Israel terhadap Palestina semakin banyak ditolak dunia. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kris Mada
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari