Empat kontestan di Grup A mengemas satu poin dan nirgol pada laga pertama. Persaingan menuju fase gugur sangat terbuka.
16 Jun 2025 10:55 WIB · Olahraga
NEW JERSEY, SENIN — Dua remaja belia, Estevao Willian di Palmeiras dan Rodrigo Mora milik FC Porto, gagal memberikan pengaruh nyata di debut panggung dunia mereka pada pertandingan pertama Piala Dunia Antarklub 2025, Senin (16/6/2025) pagi WIB, di Stadion MetLife, New Jersey. Dalam laga itu, Palmeiras harus puas berbagi poin dengan Porto seiring skor akhir 0-0.
Penampilan duo pemain kelahiran 2007 itu belum mencerminkan performa apik mereka sepanjang musim 2024-2025. Esfevao, misalnya, menghasilkan 11 gol dan empat asis. Pemain berposisi murni penyerang sayap kiri itu pun telah mendapat lima kali kesempatan tampil di tim nasional Brasil.
Selain itu, pemain yang membela tim U-17 Brasil di Piala Dunia U-17 Indonesia 2023 itu juga sudah menandatangani kontrak dengan raksasa Inggris, Chelsea. Alhasil, Piala Dunia Antarklub 2025 adalah bakti pamungkasnya untuk tim berjuluk ”Verdao” itu.
Adapun Mora, yang bermodal 10 gol dan empat asis untuk Porto, juga menjadi bagian timnas Portugal saat juara Liga Nasional Eropa 2025. Mora berpredikat sebagai salah satu harapan baru bagi Portugal di ujung karier legenda terbaik mereka, Cristiano Ronaldo.
Meski dinaungi ekspektasi besar untuk bersinar di Piala Dunia Antarklub 2025, keduanya belum menghadirkan magis untuk membantu tim masing-masing meraih hasil positif. Tidak ada peluang berbahaya yang dihasilkan Estevao dan Mora.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/16/626a6884ab03040cc7a1bc7a7eb418cd-wires_photo_4_.jpg)
Estevao menghasilkan dua tembakan yang salah satunya mengarah ke gawang. Adapun Mora hanya menyajikan satu tembakan yang tidak tepat sasaran.
Mora sempat memamerkan kemampuan individunya yang berbuah tendangan bebas Porto di sisi kanan kotak penalti Palmeiras pada menit ke-65. Ia dilanggar dalam upaya dribel sukses ketiga di New Jersey.
Di sisi lain, Estevao yang dikenal dengan aksi gocekan ciamik tidak mampu melakukan satu pun usaha dribel. Performa itu membuat Estevao ditarik keluar lapangan pada menit ke-65. Mora pun menyusul ke bangku cadangan 13 menit berselang.
Terlepas dari penampilan yang belum cukup baik, Estevao dinobatkan sebagai pemain terbaik di laga itu berdasarkan penilaian tim teknis FIFA dan pemungutan suaea daring oleh pendukung.
Pelatih Palmeiras Abel Ferreira menganggap performa timnya pantas diapresiasi. Ia menyebut Palmeiras adalah tim yang memiliki kesempatan terbaik pada laga itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/16/6293bf5dd55b51d89ab8f3479a2e64f2-wires_photo_7_.jpg)
Dua peluang terbaik yang dihasilkan Palmeiras tercipta dari kaki Estevao pada pengujung babak pertama. Satu tembakannya di blok, lalu skema serangan balik cepat pada menit 45+2 yang ditutup sepakan kaki kiri Estevao di muka gawang masih bisa diantisipasi kiper Porto, Claudio Ramos.
”Pertandingan yang seimbang, tetapi kami memiliki kesempatan terbaik. Sepak bola sangat ajaib ketika Porto kehilangan kiper utama (Diogo Costa) yang cedera, kiper pelapis mereka tampil luar biasa dengan melakukan empat atau lima penyelamatan,” tutur Ferreira dilansir laman FIFA.
Ia menambahkan, ”Kami hanya kurang mencetak gol. Segalanya berjalan baik untuk kami.”
Terlepas dari gagal menang, Palmeiras melanjutkan catatan apik pertahanan mereka. Melawan Porto menjadi laga nirbobol kedelapan dari 11 laga terakhir.
Pelatih Porto Martin Anselmi kecewa dengan penampilan anak asuhannya. Permainan Porto dalam mayoritas durasi laga tidak menunjukkan tekad mereka untuk menang.
”Tentu, kami ingin menang karena itu ambisi kami setiap pertandingan di turnamen ini. Namun, kami bermain tanpa ritme selama 60 menit seperti tengah menjalani laga uji coba. Hal itu tidak bisa dilakukan ketika menghadapi tim sekelas Palmeiras,” tutur Anselmi dilansir A Bola.
Porto bermain lebih inferior dibandingkan lawan dari Brasil. Mereka kalah dalam penguasaan bola dengan catatan 45 persen kontra 55 persen, koleksi 11 tembakan juga kalah 17 tembakan yang dikreasi lawan, serta 18 sentuhan di kotak penalti juga lebih rendah dua kali lipat dari 39 sentuhan yang diciptakan Palmeiras di kotak penalti Porto.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/16/d8894ff361111aa2bedd650cc51cda0d-CWC_Palmeiras_FC_Porto_Soccer_1_.jpeg)
Satu-satunya keunggulan Porto atas Palmeiras adalah kuantitas penyelamatan kiper. Ramos melakukan empat penyelamatan yang menjaga gawangnya tetap murni, sedangkan Weverton, kiper Palmeiras, mengoleksi tiga penyelamatan.
”Kami harus meningkatkan diri secara individu dan tim. Saya yakin kami bisa tampil membaik di pertandingan-pertandingan selanjutnya,” kata Anselmi.
Dengan hasil imbang Palmeiras kontra Porto, empat tim di Grup A sama-sama memiliki satu poin dan belum mencetak gol. Pada laga pembuka, Minggu (15/6/2024) WIB, Inter Miami juga imbang tanpa gol kontra Al-Ahly.
Pada laga kedua, Porto akan menantang Al-Ahly. Adapun Palmeiras bakal menghadapi duta tuan rumah yang dipimpin Lionel Messi, Inter Miami.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji