Penerus kedua Kekaisaran Jepang itu kini mempelajari biologi dan meneruskan minatnya meneliti capung.
05 Apr 2025 20:30 WIB · Internasional
Penerus Takhta Krisan urutan kedua, Pangeran Hisahito, mulai Sabtu (5/4/2025) bukan lagi siswa SMA. Pangeran Hisahito, keponakan Kaisar Naruhito sekaligus ahli waris takhta Kekaisaran Jepang itu, kini memulai kehidupan baru sebagai seorang mahasiswa.
Ia akan menjalani hari-hari sebagai mahasiswa yang mempelajari biologi, serangga, dan tanaman pada Fakultas Ilmu Hayati dan Lingkungan di Universitas Tsukuba. Peneguhan atas statusnya sebagai mahasiswa ia lakoni pada upacara penerimaan mahasiswa baru di universitas tersebut pada Sabtu pagi.
Kantor penyiaran NHK melaporkan, Pangeran Hisahito berangkat pagi-pagi dari kediamannya di Akasaka Estate, Tokyo, menuju kampus Tsukuba. Kampus itu berlokasi di Kota Tsukuba, Prefektur Ibaraki, sekitar 60 kilometer jauhnya dari Tokyo.
”Saya bersyukur bisa mempelajari berbagai mata kuliah termasuk yang sudah lama saya minati,” kata Pangeran Hisahito kepada wartawan sebelum upacara.
”Terkadang saya merasa cemas dengan beberapa aspek kehidupan baru saya. Tetapi, saya ingin menghargai setiap pengalaman mulai sekarang,” imbuh Pangeran Hisahito sambil tersenyum saat ditanya perasaannya begitu diterima di Kampus Tsukuba seperti dilaporkan media Jepang, The Japan News.
Saat ditanya kesannya tentang kampus Tsukuba, Sang Pangeran mengatakan, ia terkesan dengan lingkungan yang luas dan rindang. Ia mengatakan, ia merasa beruntung menjalani kehidupan mahasiswa di kampus tersebut.
Ia berencana untuk berkeliling kampus yang luas dengan sepeda untuk pergi ke kelas-kelas.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/05/96a1a613-8df8-45a3-87a2-e95937e33891_jpg.jpg)
Sebelum upacara dimulai, sang pangeran terlihat tersenyum dan mengobrol dengan mahasiswa lainnya. Saat upacara penerimaan berlangsung, ia mendengarkan pidato Rektor Universitas Tsukuba, Kyosuke Nagata, dengan ekspresi serius.
Pangeran Hisahito merupakan putra satu-satunya Putra Mahkota Akishino dan Putri Mahkota Kiko. Ia juga satu-satunya cucu laki-laki bagi Kaisar Emeritus Akihito dan Permaisuri Michiko.
Kelahiran Hisahito tentu saja memberikan kelegaan bagi Takhta Krisan. Hal itu karena Kekaisaran Jepang pada akhirnya memiliki ahli waris takhta laki-laki. Sesuai Undang-Undang Kekaisaran Jepang, ahli waris takhta haruslah laki-laki.
Kekaisaran Jepang belum seluwes kerajaan-kerajaan di Eropa yang sudah membolehkan seorang putri sebagai ahli waris takhta. Dengan UU kekaisaran tersebut, putri tunggal Kaisar Naruhito dan Permaisuri Masako saat ini, yaitu Putri Aiko, tidak bisa meneruskan Takhta Krisan.
Walhasil, kekaisaran menetapkan ayah Pangeran Hisahito, yaitu Pangeran Akishino sebagai Putra Mahkota. Pangeran Hisahito yang berusia 18 tahun pada 6 September 2024 lalu akan meneruskan takhta setelah ayahnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/04/01/1ec4980a-14cc-498f-b0f7-42814870db37_jpg.jpg)
Dalam tradisi Kekaisaran Jepang pula, anggota keluarga kekaisaran akan belajar di Universitas Gakushuin dan sekolah-sekolah afiliasinya di Tokyo. Namun, Pangeran Hisahito memiliki jalan berbeda.
Ia memulai pendidikan di Sekolah Dasar Universitas Ochanomizu. Ia lalu melanjutkan sekolah menengah pertama di SMP Universitas Ochanomizu sebelum memasuki sekolah menengah atas di Otsuka, Universitas Tsukuba.
Meski belajar di kampus berbeda, Pangeran Hisahito, seperti dilaporkan The Japan News pada 6 September 2024, menjaga tradisi pembelajaran yang dimulai Kaisar Emiritus Akihito. Ketika Kaisar Emeritus menjadi putra mahkota, ia mengatakan, tradisi keluarga Kekaisaran Jepang adalah ”studi konstan”. Kaisar Emiritus ingin menjaga tradisi tersebut tetap hidup.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/08/fcc0a8f5-213e-412e-8963-33be07d31143_jpg.jpg)
Di keluarga kekaisaran, Kaisar Emeritus telah mempelajari ikan gobi, Kaisar Naruhito meneliti masalah air, sedangkan Pangeran Akishino mempelajari ikan dan unggas. Adapun Pangeran Hisahito menunjukkan minat pada capung.
Pangeran Hisahito mulai tertarik pada capung saat ia masih duduk di awal sekolah dasar. Ketertarikannya pada capung membuatnya meneliti capung.
Pada usia 18 tahun, Pangeran Hisahito sudah menerbitkan makalah setebal 25 halaman tentang keanekaragaman fauna di Taman Kekaisaran Akasaka. Makalah tersebut berisi catatan terperinci tentang karakteristik capung dan lokasi tempat mereka dikumpulkan di Perkebunan Akasaka di Motoakasaka, Tokyo. Materi itu juga mencakup spesies capung langka dan tidak umum terlihat di pusat kota Tokyo.
Penerbitan makalah itu bermula pada April 2022. Saat itu, Takuya Kiyoshi, seorang peneliti capung terkemuka dan kurator senior Museum Nasional Alam dan Sains, dibuat kagum dengan ketelitian materi yang disusun Pangeran Hisahito.
Pangeran Hisahito berkonsultasi pada Kiyoshi terkait penelitian itu. Kiyoshi pun menyarankan agar Sang Pangeran menyusunnya menjadi sebuah makalah penelitian.
Makalah berjudul ”Odonata Fauna of Akasaka Imperial Gardens, Tokyo: Diversity Sustained by Continuous Maintenance” diterbitkan pada November 2024. Makalah ini merangkum karakteristik 38 spesies yang ditemukan Pangeran Hisahito antara tahun 2012 dan 2022, dengan dua spesies ditambahkan kemudian.
Pangeran Hisahito sempat mempresentasikan penelitian gabungannya tentang ekologi capung di Kongres Entomologi Internasional XXVII di Kyoto pada akhir Agustus 2024.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/05/6b7f5350-045c-4a87-a783-51fb6a5ae97c_jpg.jpg)
Selain meneliti capung, Pangeran Hisahito juga memperluas minatnya pada ekosistem dan keanekaragaman hayati. Ia berupaya menciptakan sawah dan biotop di lahan Kekaisaran sebagai habitat bagi berbagai organisme.
Profesor Masato Ono (63), ahli pada bidang pemanfaatan sifat serangga dari Universitas Tamagawa, terkesan dengan cara Sang Pangeran mengungkapkan pikirannya tentang serangga. ”Mata (sang pangeran) berbinar,” jelas Ono yang sudah berinteraksi dengan Pangeran Hisahito sejak di SD.
”Saat ia mencurahkan isi hatinya kepada makhluk-makhluk kecil ini, ia juga memperdalam pemahamannya tentang keberagaman dan memikirkan masyarakat di mana setiap orang dapat hidup bahagia,” kata Ono.
”Saya percaya bahwa ia akan tumbuh menjadi anggota keluarga Kekaisaran yang dekat dengan rakyat,” imbuh Ono.
Kembali ke Kampus Tsukuba, kedua orangtua Pangeran Hisahito melalui sebuah pernyataan mengatakan, ”Kami berharap dia memiliki waktu yang memuaskan di universitas.”
Sebagai mahasiswa, Badan Rumah Tangga Kekaisaran menjelaskan, Pangeran Hisahito akan bepergian dengan mobil dari kediamannya di Akasaka Estate di Tokyo ke kampus di Prefektur Ibaraki. Untuk Sang Pangeran juga disiapkan apartemen sewaan di dekat universitas di Tsukuba.
Pangeran akan menjalani upacara sebagai anggota dewasa keluarga Kekaisaran Jepang pada September mendatang. Tepat saat ia berusia 19 tahun.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/05/21421e60-d201-49ec-a2a9-0f356ecc5ec0_jpg.jpg)
Pangeran Hisahito akan mengenakan mahkota yang diberikan oleh Kaisar Naruhito. Tali Pengikat Ordo Tertinggi Krisan juga akan diberikan kepadanya.
Ia diharapkan akan berpartisipasi dalam acara-acara kekaisaran sebagai anggota dewasa keluarga kekaisaran sejak saat itu. Tentu sambil tetap memprioritaskan studinya di universitas. (AP/AFP)
Penulis:
Helena Fransisca NababanEditor:
Nur HidayatiPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase