Tema ”Miracle of Recycle” diterjemahkan dalam ragam kostum kreatif berbahan daur ulang pada Semarang Night Carnival (SNC) 2026.
03 Mei 2026 07:00 WIB · Pendidikan & Kebudayaan
KOMPAS/Raditya Mahendra Yasa
Lampu-lampu jalan mulai menyala saat senja turun di Kota Semarang, menandai dimulainya Semarang Night Carnival (SNC) 2026. Festival tahunan ini kembali digelar sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun Ke-479 Kota Semarang.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/02/cec1bd4b9052c37febfc79ad474a80d6-1000886013.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/02/6a7fe0523457010e69c6297985fcd673-1000886007.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/02/a893e27bc3ba96cca7a218d1e3d071ee-1000886005.jpg)
Seorang peserta berkostum flora berwarna-warni tampak berjalan perlahan, menyesuaikan langkah dengan beban hiasan di punggungnya. Sesekali ia berhenti, membenahi bagian kostum yang bergeser, sebelum kembali menyatu dalam iring-iringan, Sabtu (2/5/2026).
Sebanyak 650 peserta ambil bagian dalam karnaval ini. Mereka datang dari berbagai daerah, termasuk perwakilan sejumlah negara, seperti Kamboja, Vietnam, India, Inggris, Belanda, dan Jepang. Tahun ini, SNC mengangkat tema ”Miracle of Recycle”, menonjolkan pemanfaatan material daur ulang sebagai pesan keberlanjutan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/02/bbd1e3d9807101f80b193d52412983b0-1000886006.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/02/1f3e2dcba7237ba774dfd4207429790e-1000886009.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/02/8e8e99099067991a595c3fc22a9040e4-1000886011.jpg)
Agnes (24), salah satu peserta, menuturkan proses merancang kostumnya memakan waktu sekitar sepekan. Ia mengumpulkan bahan dari limbah plastik, mulai dari botol air mineral hingga kemasan sabun. ”Saya mencari referensi dari media sosial dan laman fashion, lalu mencoba mengaplikasikannya dengan bahan yang ada,” ujarnya.
Sejak pertama kali digelar pada 2011, SNC konsisten menjadi ruang ekspresi kreatif sekaligus daya tarik wisata. Tahun ini, SNC masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata, menegaskan posisinya dalam mendorong pariwisata dan ekonomi kreatif.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/02/8f913610e1524832975790f3ad083564-1000886008.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/02/f9b6c8d6cffd5211bdb5359210f986b9-1000886015.jpg)
Penyelenggaraan acara berskala besar ini turut menggerakkan sektor jasa dan akomodasi. Okupansi hotel meningkat, diikuti aktivitas usaha lain seperti kuliner dan transportasi.
Di sepanjang rute dari halaman Balai Kota Semarang, Jalan Pemuda, hingga Simpang Lima, warga telah memadati sisi jalan, bahkan sebelum malam tiba. Mereka menanti iring-iringan peserta yang melintas.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/02/a6b1804447cc42f9e31e4418ac30af3b-1000886016.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/02/46d174914f1a3acfc13d8803cdb71d4c-1000886012.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/02/0ce44bff86478972ec64bb7e6c44dfd3-1000886014.jpg)
Anak-anak duduk di bahu orangtua, sementara penonton lain mengangkat ponsel untuk merekam. Musik pengiring terdengar dari kejauhan, bercampur riuh suara warga.
Namun, suasana yang semula dipenuhi antusiasme itu tak berlangsung lama. Hujan deras yang turun menjelang malam disertai angin kencang memaksa panitia menghentikan jalannya karnaval.
Iring-iringan peserta yang baru mulai bergerak terpaksa dihentikan. Sejumlah peserta bergegas menepi, berusaha melindungi kostum mereka dari guyuran hujan. Beberapa di antaranya memilih melepas sebagian atribut yang rawan rusak.
Panitia kemudian mengumumkan pembatalan acara demi keselamatan peserta dan penonton. Keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan kondisi cuaca yang tidak memungkinkan parade dilanjutkan.
Pembatalan ini menjadi catatan tersendiri bagi penyelenggaraan Semarang Night Carnival tahun ini. Di tengah semangat mengangkat isu keberlanjutan melalui tema Miracle of Recycle, faktor cuaca kembali menjadi penentu jalannya perhelatan ruang terbuka berskala besar.
Penulis:
Raditya Mahendra YasaEditor:
Iwan SetiyawanPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar