Gemini dan PaDi, Jembatan UMKM Menuju Pasar Global

Kementerian Perdagangan menargetkan ekspor produk-produk UMKM menembus pasar 33 negara. Untuk itu, BUMN dirangkul dan para pelaku UMKM dilatih memanfaatkan AI.

25 Feb 2025 13:01 WIB · Ekonomi

Oleh Hendriyo Widi

Daya penetrasi usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM semakin diperluas dan diperkuat ke pasar lokal-nasional hingga global. Sejumlah instrumen, mulai dari platform belanja daring, penggunaan kecerdasan buatan, hingga bertatap muka dengan pembeli luar negeri, menjadi jembatannya.

Pasar Digital (PaDi) UMKM lahir sekitar lima tahun silam, tepatnya pada 17 Agustus 2020. Platform belanja daring yang mempertemukan perusahaan-perusahaan pelat merah dengan pelaku UMKM itu diinisiasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Selain sebagai laman pemasaran, PaDi UMKM juga menjadi wadah pengadaan barang secara elektronik (e-procurement). PaDi UMKM juga memfasilitasi pembiayaan dengan jaminan tagihan yang belum dibayarkan (invoice financing atau anjak piutang).

”Saat ini, PaDi UMKM mewadahi 54.500 UMKM, 1,9 juta produk UMKM, dan 12.000 pembeli. Total transaksinya mencapai Rp 58 triliun,” kata Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dalam acara Sinergi Kementerian Perdagangan (Kemendag) dengan Kementerian BUMN untuk Mengembangkan UMKM Siap Ekspor di kantor Kemendag, Jakarta, Senin (24/2/2025).

PaDi UMKM inilah yang menjadi salah satu pemantik Kemendag bersinergi dengan BUMN. Sinergi itu tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) yang mencakup kerja sama penguatan rantai pasok dalam negeri, serta peningkatan kemampuan sumber daya manusia, usaha, dan dukungan skema pembiayaan. MoU itu ditandatangani Kartiko dan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri.

Seorang peserta pameran menawarkan produk pakaian dan sepatu melalui siaran langsung di media sosial saat Festival Ekonomi Keuangan Digital dan Karya Kreatif Indonesia 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (1/8/2024). Festival yang akan berlangsung hingga Minggu (4/8/2024) ini diikuti oleh 350 UMKM unggulan.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO (TOK)
01-08-2024

Kartika menambahkan, selama lima tahun terakhir, Kementerian BUMN turut membesarkan UMKM di Indonesia melalui pendampingan, pembiayaan, hingga membuka peluang pasar yang lebih luas. Tak hanya melalui PaDi UMKM, tetapi juga berbagai program perusahaan-perusahaan milik negara.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, misalnya, fokus pada pengembangan dan pembiayaan usaha mikro. Sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mendorong usaha kecil menengah mampu ekspor melalui program Xpora.

Quote

Pada 2025, kami menargetkan ekspor produk-produk UMKM ke 33 negara itu sebesar 18,84 miliar dollar AS atau meningkat 12,54 persen dari 2024.

Roro menuturkan, pada tahun ini, Kemendag menggulirkan program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor atau UMKM BISA Ekspor. Berbagai bentuk kegiatannya antara lain pelatihan ekspor, klinik desain, digitalisasi UMKM, promosi dagang, serta penjajakan kerja sama bisnis.

Dalam promosi ekspor dan penjajakan kerja sama bisnis, Kemendag berupaya mengoptimalkan peran perwakilan perdagangan di 33 negara. Negara-negara tersebut bisa menjadi target perluasan pasar produk UMKM.

”Pada 2025, kami menargetkan ekspor produk-produk UMKM ke 33 negara itu sebesar 18,84 miliar dollar AS atau meningkat 12,54 persen dari 2024,” katanya.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri.

Roro menambahkan, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Sektor tersebut berkontribusi sebesar 61 persen atau senilai Rp 9.580 triliun terhadap produk domestik bruto Indonesia.

Melalui program UMKM BISA Ekspor, UMKM diharapkan dapat semakin berkontribusi terhadap serapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional. Secara khusus, program itu juga mendukung target pertumbuhan ekspor nasional sebesar 7,1 persen pada 2025.

BPS mencatat, pada 2023, jumlah UMKM Indonesia sebanyak 66 juta UMKM. Dari jumlah itu, 24,56 juta UMKM atau 37,79 persen telah masuk dalam ekosistem e-dagang. Sebanyak 10,3 juta UMKM atau 15,7 persen telah mampu mengekspor ke pasar global.

Paviliun UMKM

Tak hanya itu, Kemendag bahkan memberi panggung secara khusus bagi UMKM di Trade Expo Indonesia (TEI) 2025. Pameran perdagangan berskala internasional ke-40 itu bakal digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, pada 15-19 Oktober 2025.

Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meluncurkan rencana gelaran TEI 2025 itu pada 20 Februari 2025. Tahun ini, pameran tersebut mengusung tema ”Discover Indonesia’s Excellence: Trade Beyond Boundaries”.

Profil UMKM Indonesia

Menurut Budi, TEI 2025 bakal menampilkan produk-produk Indonesia dalam tiga zona. Ketiga zona itu adalah zona Makanan, Minuman, dan Produk Pertanian; Produk Manufaktur, Jasa, dan Gaya Hidup; serta Paviliun UMKM BISA Ekspor. ”Paviliun UMKM BISA Ekspor merupakan salah satu pembeda dari pameran-pameran sebelumnya,” ucapnya.

Kemendag menargetkan, TEI 2025 diikuti 1.500 peserta dan dikunjungi 30.000 pengunjung serta dapat mendulang 5.000 pembeli dari dalam dan luar negeri. Total transaksinya ditargetkan mencapai 16,5 miliar dollar AS. Target itu lebih tinggi dari target TEI 2024 senilai 15 miliar dollar AS. Dalam TEI 2024, realisasi transaksinya mencapai 22,73 miliar dollar AS.

Dalam peluncuran tersebut, Airlangga meminta transaksi TEI 2025 bisa mencapai 25 miliar dolar AS. Hal ini penting untuk meningkatkan kinerja dan kontribusi ekspor nonmigas terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Berdasarkan data BPS, nilai ekspor migas dan nonmigas Indonesia sepanjang 2024 mencapai 264,7 miliar dollar AS, naik 2,29 persen secara tahunan. Dari jumlah itu, nilai ekspor nonmigas senilai 248,83 miliar dollar AS atau naik 2,46 persen.

Neraca perdagangan Indonesia pada 2024 juga surplus 31,04 miliar dollar AS. Surplus ini dipicu surplus neraca perdagangan nonmigas senilai 51,44 miliar dollar AS, kendati terkoreksi oleh defisit neraca perdagangan migas senilai 20,4 miliar dollar AS.

BPS juga mencatat, sepanjang 2024, ekonomi Indonesia tumbuh 5,03 persen. Angka ini lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi 2023 sebesar 5,05 persen sekaligus di bawah target pemerintah sebesar 5,2 persen. Sementara ekspor tumbuh 6,51 persen, tetapi masih di bawah impor yang tumbuh 7,95 persen.

Pertumbuhan ekonomi 20 tahun ke depan

AI Google

Untuk memacu kontribusi UMKM terhadap ekspor, Kemendag juga bekerja sama dengan Gemini Academy Google Indonesia. Salah satunya dengan melatih pelaku UMKM untuk memanfaatkan Gemini, kecerdasan buatan (AI) Google.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengemukakan, pada 2025, Kemendag dan Gemini Academy akan melatih pelaku UMKM Indonesia menggunakan AI. Pelatihan ini menyasar UMKM berpotensi ekspor, UMKM ekspor tingkat dasar, dan UMKM ekspor tingkat lanjut.

Quote

Dengan AI, mereka antara lain dapat mengetahui potensi pasar dalam dan luar negeri, keinginan pembeli, contoh beragam desain kemasan yang menarik, komposisi harga produk, bahkan para pesaingnya.

”Melalui pelatihan itu, pelaku UMKM diharapkan dapat memanfaatkan AI untuk pengembangan usaha. Dengan AI, mereka antara lain dapat mengetahui potensi pasar dalam dan luar negeri, keinginan pembeli, contoh beragam desain kemasan yang menarik, komposisi harga produk, bahkan para pesaingnya,” katanya.

Dalam salah satu sesi pelatihan yang digelar pada 21 Februari 2025, misalnya, para pelaku UMKM dibekali empat fungsi Gemini dalam pengembangan usaha. Keempat fungsi Gemini itu adalah sebagai mitra mengumpulkan gagasan dan memecahkan masalah, sumber inspirasi, memantik kreativitas, dan menopang produktivitas.

Pemanfaatan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial intelligence/AI), ChatGPT, di sebuah kantor di Jakarta, Selasa (7/3/2023). ChatGPT adalah chatbot AI berupa model bahasa generatif yang menggunakan teknologi transformer untuk memprediksi probabilitas kalimat atau kata berikutnya dalam suatu percakapan ataupun perintah teks. Kompas/Hendra A Setyawan (HAS)

CEO dan pendiri Hepi.Inc dan juga mentor Google Academy, Agnes Aprilia, menuturkan, pelaku usaha dapat menjadikan Gemini sebagai teman percakapan. Misalnya terkait dengan peluang usaha, potensi pasar, produk-produk yang diminati konsumen, hingga mendapatkan inspirasi logo usaha dan kemasan produk yang menarik.

Hal itu tidak terlepas dari fungsi Gemini sebagai mitra mengumpulkan gagasan dan memecahkan masalah (brainstorming) dan sumber inspirasi. Gemini juga dapat memantik kreativitas dan menopang produktivitas para pelaku usaha.

Ia mencontohkan, Gemini sebagai mitra brainstorming dapat diajak bercakap-cakap untuk mencarikan daftar negara tujuan ekspor yang cocok bagi sebuah produk UMKM. Hal itu juga bisa dilengkapi dengan permintaan mencarikan pangsa pasar yang cocok di sejumlah negara bagi sebuah produk UMKM.

Selain itu, pelaku usaha juga kerap berhadapan dengan sejumlah laporan dan aturan yang panjang dan rumit. Sebagai penopang produktivitas, Gemini dapat membantu menganalisis dan menyarikan dokumen-dokumen itu.

”Ajaklah Gemini bercakap-cakap. Dia tidak akan salah paham dan baper. Namun, apa pun yang dihasilkan Gemini, jangan kita telan mentah-mentah. Kelola dan pilah-pilah dengan baik sesuai kebutuhan karena kitalah yang berperan sebagai pengambil keputusan,” kata Agnes.

Fungsi Kecerdasan Buatan (AI) Mendukung Perkembangan Fungsi Bisnis Infografik</p>

Kerabat Kerja

Penulis:

Hendriyo Widi
 | 

Editor:

FX Laksana Agung Saputra