Sembari proses investigasi dan hukum berjalan terkait kasus dugaan kekerasan seksual, atlet-atlet melanjutkan latihan demi persiapan kualifikasi Asian Games 2026.
14 Mar 2026 17:21 WIB · Olahraga
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Di tengah kasus dugaan kekerasan seksual dan fisik yang menerpa, tim panjat tebing Indonesia berusaha tetap menjaga fokus untuk persiapan kualifikasi Asian Games 2026. Sembari proses investigasi dan hukum berjalan, atlet-atlet melanjutkan latihan dengan tim kepelatihan baru.
Proses investigasi internal Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) terkait kasus dugaan kekerasan seksual dan fisik telah memasuki babak baru. Tim investigasi telah memanggil Hendra Basir, mantan pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia sekaligus terduga pelaku kekerasan, pada Rabu (11/3/2026) untuk dimintai keterangan.
Adapun proses hukum telah memasuki tahap pendalaman sementara mulai 6 Maret 2026. Lima atlet yang melapor telah dimintai keterangan dan menjalani visum.
Selama proses simultan itu berjalan, atlet-atlet tetap melanjutkan latihan dengan tim kepelatihan yang baru dibentuk. Mereka sudah mulai berlatih sejak awal bulan lalu untuk persiapan sejumlah agenda kompetisi pada 2026. Terdekat adalah Kejuaraan Asia di Meishan, China, yang jadi kualifikasi Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/01/662c601ed742380a05051c4c39d75c29-FAK_5430.jpg)
“Di luar program latihan, saya minta untuk (tim kepelatihan baru) saat ini, ada komunikasi dua arah. Jadi tidak hanya terpusat di pelatih. Saya mau memposisikan atlet adalah rekan sehingga mereka juga punya andil menentukan arah latihan,” ujar pelatih disiplin speed, Galar Pandu Asmoro, beberapa waktu lalu.
Galar dibantu dua asisten pelatih, yaitu Gunawan Santoso dan Fitriyani. Untuk disiplin lead dan boulder, FPTI menunjuk pelatih yang juga berasal dari Jawa Timur seperti Galar, yakni Rindi Sufriyanto. Rindi dibantu dua asistennya, Amri dan Solikhin.
Dengan penunjukan Galar dan kawan-kawan, FPTI juga otomatis mengubah struktur dalam tim kepelatihannya. Sebelumnya, Hendra Basir merupakan pelatih kepala yang membawahkan tiga disiplin sekaligus. Namun, posisi pelatih kepala kemudian ditiadakan karena dinilai rawan disalahgunakan mengingat kewenangan dan dominasi yang terlalu besar.
Galar mengatakan, timnya akan melakukan perubahan secara bertahap dalam proses latihan. Beberapa program dari pelatih sebelumnya yang dinilai baik, seperti penegakan disiplin dengan pengaturan waktu tidur dan pengumpulan ponsel, tetap akan dilanjutkan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/05/fe30aa9a1faab70deb71eb5e0782b3d6-DSC09182_2.jpg)
Sementara itu, perubahan akan lebih banyak menyasar persoalan teknis berlatih. Dua di antaranya adalah penggunaan biometrik untuk pengukuran karakteristik fisik dan fisiologis atlet serta latihan kekuatan tubuh.
Semasa Ramadhan, latihan rutin digelar mulai pukul 15.00 WIB hingga waktu berbuka puasa. Ada pula momen-momen ketika para atlet diminta latihan pagi untuk membiasakan diri.
Pelatih yang juga mantan atlet panjat tebing ini mengatakan, fokus utama mereka adalah menjaga konsistensi dan mengeluarkan kemampuan optimal atlet demi memenuhi target lolos ke Asian Games. Dengan kompisisi atlet saat ini, dia optimistis bisa meloloskan pemanjat speed ke Asian Games.
Di Kejuaraan Asia mendatang, tersedia tiket masing-masing 20 atlet putra-putri untuk Asian Games. Untuk disiplin lead dan boulder, kuota yang tersedia adalah masing-masing 6 atlet per jender. Sementara untuk speed tersedia 8 kuota per jender.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/24/fb0a49e9-41d7-4e22-9248-f9e86b3c0273_jpg.jpg)
Indonesia sudah meloloskan tiga atlet melalui jalur Kejuaraan Dunia 2025 di Seoul, Korea Selatan. Tiga atlet terdiri dari dua atlet lead dan satu atlet boulder.
Kuota maksimum untuk per negara adalah masing-masing 2 atlet putra dan putri untuk boulder, lead, dan speed. Artinya, setiap negara bisa mengirimkan maksimal 12 atlet.
“Jadi, sambil menyelesaikan masalah yang ada, kami tetap akan fokus pada pembinaan prestasi olahraga. Maka, penting sekali untuk memastikan atlet-atlet kami siap secara fisik dan mental untuk berlaga,” kata Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid.
“Justru permintaan dari kami, para atlet membuktikan bahwa mereka atlet yang tangguh, menggunakan momen ini untuk menguatkan dirinya, kembali fokus mengharumkan nama negara,” ucapnya lagi.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Prasetyo Eko Prihananto