Panjat Tebing Menatap Finis yang Manis

Jika 2024 ibarat perlombaan di dinding panjat, NEOM IFSC Masters adalah tombol finis yang harus digapai untuk menyelesaikan tahun gemilang.

13 Nov 2024 08:11 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

Sepanjang 2024, panjat tebing Indonesia sukses menorehkan prestasi dari berbagai kejuaraan. Ini termasuk prestasi tertinggi berupa medali emas Olimpiade Paris. Kisah kegemilangan itu dapat ditutup dengan manis di kejuaraan terakhir yang mereka ikuti tahun ini, NEOM IFSC Masters 2024.

Sebanyak enam pemanjat tebing disiplin speed Indonesia mengikuti NEOM IFSC Masters 2024 di Neom Beach Games Mountain Village, Arab Saudi, 10-13 November. Mereka terdiri dari tiga pemanjat putra, yakni Veddriq Leonardo, Kiromal Katibin, dan Aspar Jaelolo. Tiga pemanjat putri meliputi Desak Made Rita Kusuma Dewi, Rajiah Sallsabillah, dan Nurul Iqamah.

Para pemanjat Indonesia ini akan menjalani seluruh rangkaian perlombaan pada Rabu (13/11/2024). Veddriq dan kawan-kawan akan memulai persaingan dari babak kualifikasi pada pukul 21.00 WIB. Jika sukses melaju ke putaran final, mereka akan melanjutkan perlombaan mulai pukul 23.30 WIB. Putaran final terdiri dari babak perdelapan final, perempat final, semifinal, dan final.

NEOM IFSC Masters berpeluang menjadi ajang bagi tim panjat tebing Indonesia melengkapi kegemilangan mereka pada 2024. Sepanjang tahun ini, panjat tebing selalu membawa pulang medali dari setiap kompetisi yang diikuti.

Pemanjat tebing Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi (tengah) meraih gelar juara IFSC 4 Speed di Madrid, Spanyol, Minggu (20/10/2024) dini hari WIB. Adapun Rajiah Sallsabillah (kanan) meraih medali perunggu setelah finis pada urutan ketiga.

Dimulai dari medali perak di seri Piala Dunia Wujiang, China, lalu satu medali emas dan satu medali perak dari seri Kualifikasi Olimpiade di Shanghai, China. Setelah itu, panjat tebing juga menyumbang satu medali perak dan satu medali perunggu di seri kualifikasi Olimpiade di Budapest, Hongaria.

Puncaknya ialah medali emas Olimpiade Paris 2024 yang dipersembahkan Veddriq Leonardo. Terbaru, mereka menyumbang delapan medali di IFSC 4 Speed di Madrid, Spanyol, 19-20 Oktober 2024.

Peluang kembali menorehkan prestasi di NEOM dan menutup tahun dengan manis itu sangat terbuka. Apalagi, para pemanjat Indonesia punya pengalaman membawa pulang prestasi gemilang. Bahkan, mereka pernah mendominasi podium pada ajang tersebut.

Pada edisi tahun lalu, Indonesia mendominasi menguasai podium putri. Rajiah Sallsabillah meraih medali emas, diikuti Desak Made Rita Kusuma Dewi yang meraih perak, lalu Amanda Marda Mutia menyabet perunggu.

Sementara itu, pemanjat putra Indonesia berhasil menyumbangkan dua medali. Veddriq Leonardo mempersembahkan medali emas, sedangkan Rahmad Adi Mulyono meraih medali perunggu.

Pemanjat tebing putri Indonesia disiplin ”speed”, Rajiah Sallsabillah (tengah), Desak Made Rita Kusuma Dewi (kiri), dan Amanda Narda Mutia (kanan) mendominasi podium NEOM IFSC Masters 2023 di Neom, Arab Saudi, November 2023.
Pemanjat tebing putra Indonesia disiplin speed, Veddriq Leonardo (tengah) dan Rahmad Adi Mulyono (kanan) naik podium NEOM IFSC Masters 2023 di Neom, Arab Saudi, November 2023.

NEOM IFSC Masters juga bisa dapat menjadi ajang pembuktian pemanjat yang pada edisi sebelumnya belum bisa meraih medali, seperti Kiromal Katibin dan Nurul Iqamah. Katibin bertekad membenahi berbagai kekurangan saat finis kelima di IFSC 4 Speed Madrid dan mendapatkan performa terbaik di NEOM.

”Masih banyak yang harus dibenahi, seperti ketenangan dan fokus. Itu pekerjaan rumah yang saya kerjakan agar bisa tampil lebih baik di NEOM. Berlatih lagi agar lebih tenang dan fokus,” ucapnya.

Adapun Nurul Iqamah mendapatkan tambahan kepercayaan diri untuk menatap NEOM setelah berhasil naik podium di Madrid. Nurul, yang akan pensiun sebagai atlet mulai awal tahun depan, berhasil membuat ”salam perpisahan” yang indah dengan menyabet perunggu pada nomor individu dua jalur dan mencatatkan waktu personal terbaik 6,83 detik saat babak semifinal.

”Untuk persiapan NEOM, saya lebih menjaga kesehatan dan performa,” tutur atlet asal Nusa Tenggara Barat ini.

Pemanjat muda

Peluang tambahan prestasi juga terbuka untuk ditorehkan para pemanjat muda yang akan mengikuti kejuaraan panjat tebing remaja tingkat Asia, IFSC Asian Youth Championships Jamshedpur 2024. Sebanyak 18 pemanjat muda Indonesia dari disiplin lead, boulder, dan speed itu bakal berlomba di Jamshedpur, India, 14-17 November 2024.

Sekretaris Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia Pristiawan Buntoro mengatakan, para pemanjat muda itu merupakan atlet terbaik yang dijaring lewat seleksi ketat secara bertahap. Mereka terdiri dari 11 atlet putra dan 7 atlet putri.

Di antara 7 atlet putri itu, ada Alma Ariella Tsany yang muncul dan bersinar di PON Aceh-Sumut 2024. Alma, yang baru berusia 15 tahun ini, mengumpulkan tiga emas dan dua perak dari debutnya di PON.

Atlet Jawa Timur, Alma Ariella Tsany, berlomba pada cabang panjat tebing nomor boulder tim putri PON Aceh-Sumut 2024 di Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Aceh, Kamis (19/9/2024). Jawa Timur berhasil meraih medali emas, Jawa Tengah medali perak, dan Daerah Istimewa Yogyakarta medali perunggu. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 19-09-2024

Selepas menorehkan prestasi tersebut, Alma berharap bisa mendapatkan jalan untuk berkiprah bagi Indonesia di ajang internasional. Kini, dengan lolos seleksi, Alma akan memulai mewujudkan impiannya untuk membela dan membanggakan Tanah Air.

Manajer tim sekaligus Ketua Bidang Pembinaan dan Pengembangan Prestasi FPTI M Rizali Umarella mengatakan, partisipasi dalam turnamen ini bertujuan untuk menambah jam terbang dan pengalaman internasional atlet-atlet muda. Ajang itu juga akan menguji daya saing pemanjat muda Indonesia di tingkat Asia.

Rizali menambahkan, pengalaman bertanding di tingkat Asia ini sangat penting untuk membangun mental yang kuat pada setiap atlet. ”Hal ini akan membuat mereka semakin matang dalam menghadapi kompetisi,” ujarnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .