Memantik Daya Tarik Panjat Tebing Rasa Atletik

Di IFSC Madrid 4 Speed, perlombaan panjat tebing akan menerapkan format baru. Veddriq Leonardo dkk berpengalaman dengan format ini. Mereka menargetkan prestasi.

18 Okt 2024 16:39 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah - [email protected]

Seiring semakin meluasnya animo pemanjat ataupun masyarakat umum, perlombaan panjat tebing disiplin speed atau kecepatan kian berinovasi. Di IFSC Madrid 4 Speed, satu dari dua ajang internasional panjat tebing terakhir pada 2024, format baru akan diterapkan untuk membuat perlombaan tambah menarik. Format ini membuat panjat tebing semakin terasa seperti perlombaan atletik.

IFSC (Federasi Panjat Tebing Internasional) Madrid 4 Speed akan digelar pada 19-20 Oktober di Explanada Puente de Rey, Madrid, Spanyol. Sesuai dengan namanya, kompetisi dua hari ini menjadi ajang uji coba penerapan format baru perlombaan speed dengan dinding panjat dibuat empat jalur. Artinya, dalam sekali pemanjatan, akan ada empat peserta sekaligus beradu kecepatan di dinding panjat.

Dinding panjat yang digunakan tetap memiliki ketinggian 15 meter berbentuk rata dengan kemiringan sekitar 5 derajat. Setiap jalur terdiri dari 20 poin atau pegangan besar dan 11 pegangan kecil dengan letak permanen.

Pada format sebelumnya, dinding panjat ini hanya dibuat dua jalur untuk dua peserta. Kedua pemanjat akan berlomba menjadi atlet yang tercepat menyentuh tombol finis pada ujung dinding.

comparison left
comparison right
before-after-arrow

”Akan ada empat jalur, seperti dalam atletik. Ini akan membantu mempercepat proses kualifikasi dan memberi lebih banyak atlet untuk disaksikan penonton. Saya pikir ini akan membuatnya lebih menarik,” kata pemanjat putri Spanyol, Leslie Romero, dalam laman resmi Olimpiade.

Dengan tambahan dua jalur pada dinding panjat, perlombaan panjat tebing semakin terasa seperti perlombaan lari dalam atletik, khususnya lomba lari 100 meter. Nomor perlombaan ini paling populer dalam ajang multicabang, termasuk Olimpiade. Tidak sedikit orang yang penasaran siapa manusia yang bisa berlari dengan sangat cepat.

Pada nomor lari 100 meter, lintasan perlombaan umumnya berjumlah delapan jalur. Peserta yang berlomba saat babak penyisihan umumnya lebih dari dua atlet, mulai dari lima hingga delapan pelari.

Secara prinsip perlombaan, panjat tebing disiplin speed memang sekilas mirip perlombaan lari 100 meter. Kedua olahraga ini sama-sama menuntut atlet memacu kecepatan maksimal untuk finis paling pertama.

Namun, tingkat kesulitan panjat tebing speed lebih banyak. Atlet speed panjat tebing tidak bisa memanfaatkan gravitasi untuk mendorong diri melaju kencang. Sebaliknya, mereka mesti melawan gravitasi selama pemanjatan.

Para pelari Amerika Serikat (kiri ke kanan) Christian Miller, Fred Kerley, Noah Lyles, Kenny Bednarek, dan Courtney Lindsey mencapai finis nomor lari 100 meter dalam uji coba tim atletik Amerika Serikat di Hayward Field, Eugene, AS, pada Senin (24/6/2024) WIB. **EUGENE, OREGON - JUNE 23: Christian Miller, Fred Kerley, Noah Lyles, Kenny Bednarek, and Courtney Lindsey cross the finish line of the men's 100 meter final on Day Three 2024 U.S. Olympic Team Trials Track & Field at Hayward Field on June 23, 2024 in Eugene, Oregon. Christian Petersen/Getty Images/AFP (Photo by Christian Petersen / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Maka dari itu, atlet panjat tebing speed memiliki risiko jatuh atau terpeleset lebih besar. Sekali terpeleset, pemanjat bisa terjatuh dan gagal meneruskan lomba. Bisa jadi juga pemanjat yang terpeleset kehilangan momentum karena lawan sudah melesat lebih dulu.

Perbedaan lainnya ialah setiap sesi perlombaan speed hanya melibatkan dua pemanjat. Keduanya benar-benar berduel untuk menjadi pemanjat tercepat.

Dengan format baru, kendati tidak sebanyak perlombaan lari dalam atletik, jalur perlombaan kian ”meriah” dan memantik persaingan sengit. Dalam satu sesi pemanjatan, setiap atlet harus bersaing dengan tiga pemanjat lainnya.

”Bagi saya, ini adalah sebuah keistimewaan dan kehormatan untuk menyelenggarakannya di Madrid. Ini akan menjadi pengalaman yang sangat unik. Banyak pemanjat internasional akan datang, yang tercepat di dunia. Jadi, ini akan menjadi pengalaman yang sangat menarik untuk ditonton dan menjadi bagian darinya,” tutur Romero.

Quote

Para pemanjat Indonesia sudah terbiasa dengan format seperti ini. Malah, bisa dibilang, IFSC belajar dari Indonesia. (M Rizali Umarella)

IFSC 4 Speed Madrid merupakan ajang uji coba IFSC Speed ​​Four Lanes, dengan World Games 2025 di Chengdu, China, akan menjadi ajang debut penuh format ini.

Atlet panjat tebing Jawa Tengah, Kiromal Katibin, berpose setelah meraih medali emas panjat tebing speed perseorangan PON Aceh-Sumut 2024 di Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Aceh, Rabu (11/9/2024). Kiromal Katibin berhasil meraih emas dengan catatan waktu 4,83 detik.
Atlet panjat tebing Jawa Timur, Moch Rizky Samudra Dewantara; atlet panjat tebing Jawa Tengah, Kiromal Katibin; dan atlet panjat tebing Sumatera Utara, Rian Gordon Sitorus, berfoto bersama setelah meraih medali pada cabang panjat tebing speed perseorangan PON Aceh-Sumut 2024 di Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Aceh, Rabu (11/9/2024).
Pemanjat tebing Indonesia disiplin speed, Kiromal Katibin (kiri) menyalami pemanjat Italia, Matteo Zurloni, selepas perebutan medali perunggu pada seri Piala Dunia di Seoul, Korea Selatan, Jumat (4/10/2024).
Pemanjat tebing Indonesia disiplin speed, Kiromal Katibin (kanan), meraih medali perunggu pada seri Piala Dunia di Seoul, Korea Selatan, Jumat (4/10/2024).
Atlet panjat tebing Jawa Tengah, Kiromal Katibin (kiri), berlomba melawan atlet panjat tebing Kalimantan Barat, Veddriq Leonardo, pada perempat final panjat tebing speed perseorangan PON Aceh-Sumut 2024 di Kompleks Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Aceh, Rabu (11/9/2024). Kiromal Katibin mengalahkan Veddriq dengan catatan waktu 4,82 detik.

Target Indonesia

Ke Madrid, Indonesia mengirim total 10 atlet yang terdiri dari enam atlet putri dan empat atlet putra. Pemanjat putri terdiri dari Desak Made Rita Kusuma Dewi, Rajiah Sallsabillah, Nurul Iqamah, Puja Lestari, Susan Nur Hidayah, dan Alivany Ver Khadijah. Adapun pemanjat putra terdiri dari Veddriq Leonardo, Kiromal Katibin, Rahmad Adi Mulyono, dan Alfian Muhammad Fajri.

Kiromal Katibin sudah mengatakan jauh-jauh hari bahwa IFSC 4 Speed Madrid akan menjadi pengalaman unik dan baru bagi pemanjat.  Ia pun tak sabar untuk menjajal format baru tersebut dalam perlombaan.

Kiromal menambahkan, targetnya berlomba di IFSC 4 Speed Madrid tidak banyak berubah dari target yang dicanangkan ketika mengikuti seri Piala Dunia terakhir di Seoul, Korea Selatan, awal Oktober lalu.

Selain mengeluarkan kemampuan maksimal sembari menjaga konsistensi penampilan, Kiromal menargetkan podium. ”Semoga juga bisa kembali memecahkan rekor dunia,” ucap Kiromal di Madrid saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (18/10/2024).

Kiromal merupakan pemanjat tebing putra Indonesia pertama yang memecahkan rekor dunia di Piala Dunia Salt Lake City, Amerika Serikat, pada 2021. Saat itu, pemanjat 24 tahun ini memecahkan rekor dunia setelah memanjat dalam waktu 5,25 detik.

Pemanjat tebing putri nomor speed Indonesia berlatih di pemusatan latihan panjat tebing di halaman parkir Hotel Santika Premiere, Kota Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (8/3/2024) sore

Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) Rizali Umarella mengatakan, para pemanjat Indonesia terbiasa memanjat bersamaan pada empat jalur berbeda. Maka dari itu, Rizali optimistis Indonesia bisa mengejar target untuk meraih podium pada nomor putra ataupun putri.

”Para pemanjat Indonesia sudah terbiasa dengan format seperti ini. Malah, bisa dibilang, IFSC belajar dari Indonesia,” katanya.

Untuk memenuhi target tersebut, ujar Rizali, Indonesia mengantisipasi beberapa aspek yang dapat menjadi kendala, salah satunya cuaca. Saat berlomba di seri Piala Dunia di Seoul, performa para pemanjat Indonesia terpengaruh suhu di kota tersebut yang mencapai 14 derajat celsius.

Dengan suhu yang bisa jadi lebih dingin di Madrid, para pemanjat Indonesia berangkat lebih cepat. Sejak 16 Oktober, mereka telah bertolak ke Madrid demi bisa adaptasi cuaca lebih lama.

Infografik Panjat Tebing Nomor ”Speed” Olimpiade Paris 2024 bagian 1

”Setiap kompetisi, kami menargetkan podium. Minimal satu (medali) dari pemanjat putra, satu dari putri,” ucapnya.

Rizali menambahkan, FPTI juga membawa serta kepala bidang kompetisi ke Madrid. Tujuannya agar bisa mempelajari format baru tersebut sehingga nantinya bisa diterapkan juga di Indonesia.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey