Arsenal ibarat lolos dari mulut harimau lalu masuk ke mulut buaya dalam kasus tuduhan pemerkosaan terhadap Thomas Partey. Tanggapan dari pihak klub masih dinanti.
05 Jul 2025 07:28 WIB · Olahraga
LONDON, JUMAT — Mantan gelandang Arsenal, Thomas Partey, didakwa melakukan pemerkosaan dan penyerangan seksual hanya lima hari setelah bebas kontrak. Alih-alih selamat dari musibah, Arsenal justru mendapatkan masalah lebih serius soal kredibilitas. Mereka dikecam karena diam saja selama penyelidikan kasus berlangsung.
Partey didakwa dengan lima tuduhan pemerkosaan dan satu tuduhan penyerangan seksual oleh Dinas Kepolisian Metropolitan London Raya pada Jumat (4/7/2025) WIB. Menurut pihak kepolisian, pelanggaran terjadi dalam rentang tahun 2021-2022. Sebanyak tiga wanita menjadi korban dalam enam kasus tersebut.
Pemain 32 tahun itu akan hadir di Pengadilan Westminster Magistrates, London, pada 5 Agustus 2025. Pengacara Partey, Jenny Wiltshire, mengatakan, sang gelandang menyangkal semua tuduhan terhadapnya. ”Dia kini menyambut baik kesempatan untuk bisa membersihkan namanya,” jelas Wilthsire.
Arsenal seperti lolos dari jurang. Mereka sempat menjalani negosiasi perpanjangan kontrak dengan Partey dalam beberapa pekan terakhir. Namun, negosiasi itu mentok di tengah jalan karena alasan yang tidak diketahui. Sang pemain pun hengkang dari Stadion Emirates setelah habis kontrak per 1 Juli lalu.
Namun, ”Si Meriam” justru terlibat ke dalam masalah yang lebih besar. Mereka dikecam banyak warganet di media sosial karena kurang transparan dan cenderung mendukung pelaku dalam kasus tersebut. Arsenal tidak hanya memainkan Partey dalam tiga musim terakhir, tetapi juga berniat memperpanjang kontraknya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/03/e8e4594f-debb-43c0-a8da-8a9352e4933b_jpg.jpg)
Walaupun Partey baru didakwa, kasusnya sudah diinvestigasi oleh pihak kepolisian sejak Februari 2022. Kasus tersebut sudah menyebar. Banyak media turut memberitakan. Di tengah kabar yang masih simpang siur itu, Arsenal memilih untuk mempertahankan Partey. Mereka sama sekali tidak berkomentar tentang isu tersebut.
Kasus Partey langsung dibandingkan dengan dakwaan mantan pemain Everton, Gylfi Sigurdsson. Everton seketika menskors pemain saat pihak kepolisian melakukan investigasi dalam kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, Juli 2021. Langkah tegas Everton dipuji walaupun kasus itu ditutup karena kurang bukti pada 21 bulan berselang.
Penjelasan Arsenal masih dinanti sampai saat ini. Pihak klub masih belum berkomentar tentang kasus tersebut. Mereka seperti menyembunyikan segala sesuatu yang berhubungan dengan Partey untuk sementara. Itu terlihat jelas dalam aktivitas media sosial klub di beberapa unggahan terakhir.
Arsenal sudah mengunggah pengumuman pemutusan kontrak dengan bek Takehiro Tomiyasu yang baru terjadi Jumat ini. Mereka mengucapkan kata-kata perpisahan. Namun, Arsenal sama sekali belum mengunggah apa pun tentang Partey yang sudah hengkang dari klub sejak hari pertama di bulan Juli.
Meskipun magnet berita tertuju kepada spekulasi soal Partey dan Arsenal, korban tetap diprioritaskan. ”Prioritas kami tetap memberikan dukungan kepada para wanita yang telah melapor. Kami meminta siapa pun yang terdampak atau memiliki informasi untuk berbicara dengan tim kami,” kata detektif Andy Furphy yang memimpin penyelidikan tersebut.
Adapun Partey merupakan salah satu pemain penting dari skuad asuhan Manajer Mikel Arteta pada musim lalu. Dia tampil sebanyak 52 kali untuk membawa Arsenal finis di peringkat kedua Liga Inggris dan jadi semifinalis Liga Champions. Itu yang membuat Si Meriam sempat ingin memperpanjang kontraknya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2020/10/24/Britain-Soccer-Premier-League_92495900_1603547840_jpg.jpg)
Tidak hanya dikecam karena tetap memainkan Partey, Arteta juga disorot karena pernyataannya setelah kemenangan Arsenal atas Tottenham Hotspur pada Oktober 2022. Dia berkata, bahagia terhadap Partey karena berhasil bangkit setelah dihantui masalah dan cedera. Banyak pihak menerjemahkan masalah itu berkaitan dengan tuduhan pemerkosaan.
”Kami mengingatkan semua orang bahwa proses pidana masih aktif dan terdakwa berhak mendapatkan pengadilan yang adil. Kami tahu akan ada kepentingan publik yang besar terhadap pengumuman ini, tetapi sangat penting untuk tidak ada pelaporan, komentar, atau pembagian informasi yang dapat merugikan proses persidangan,” kata kepala jaksa penuntut umum di London Utara, Jaswant Narwal. (AP/AFP)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan