Pasar Kreatif Ramadhan 2025 diharapkan dapat mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah serta mengembalikan kejayaan Pasar Tanah Abang.
14 Mar 2025 20:51 WIB · Metro
JAKARTA, KOMPAS - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar pasar kreatif Ramadan tahun 2025 pada 14 hingga 16 Maret 2025 secara serentak di lima wilayah kota Jakarta. Kegiatan ini diharapkan dapat mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah serta mengembalikan kejayaan Pasar Tanah Abang.
Pasar Kreatif Ramadan di Jakarta menghadirkan berbagai produk kreatif, pertunjukan seni, hingga kuliner khas Ramadan. Untuk di Jakarta Pusat, Pasar Kreatif Ramadhan digelar di Lapangan Banteng.
Pada Jumat (14/3/2025) sore, Wakil Gubernur DKI Jakarto Rano Karno meninjau sekaligus membuka pasar kreatif Ramadan di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Pasar ini dibuka mulai pukul 15.00-20.00 WIB pada 14 hingga 16 Maret 2025 di lima wilayah kota Jakarta.
Pasar Kreatif Ramadan di Lapangan Banteng juga menghadirkan sejumlah pedagang di Pasar Tanah Abang. Terdapat pula sekitar 50 pelaku UMKM dan ekonomi kreatif lainnya yang turut berpartisipasi dalam bazar tersebut.
"Kami juga membuat paket belanja di Pasar Tanah Abang. Kami mencoba mengembalikan lagi kejayaan Pasar Tanah Abang," ujar Rano.
Sebelumnya, Rano berjanji membuat Pasar Tanah Abang kembali ramai pembeli dengan membuat berbagai festival. Kebiasaan berbelanja kini sudah mulai berubah dan masyarakat lebih gemar belanja secara online.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/14/bd0319aec8e70d130fb5caf73d2c6d89-WhatsApp_Image_2025_03_14_at_20.11.02.jpeg)
Rano berharap dengan adanya Pasar Kreatif Ramadan dapat menjadi sarana meningkatkan silaturahmi masyarakat Jakarta menghadapi Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Kemudian, sekligus mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan serta pemanfaatan ruang publik.
Salah satu pedagang di Pasar Tanah Abang, Nanang (41) mengatakan terbantu dengan gelaran event untuk meningkatkan penjualan. Terlebih saat ini, ia belum merasakan lonjakan pembeli di bulan Ramadan.
Menurut Nanang, kondisi pasar saat ini memang 20 persen lebih ramai dibandingkan dengan sebelum bulan puasa. Namun, di minggu kedua puasa ini, kondisi penjualan pasar masih kalah bila dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama.
"Daya beli masyarakat semakin lesu. Tahun kemaren masih mending dari tahun sekarang," katanya.
Nanang berharap, banyak warga yang datang ke Lapangan Banteng tertarik dengan baju-baju yang ia jual. Terlebih, Lapangan Banteng menjadi salah satu kawasan yang banyak didatangi turis mancanegara.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/14/91cbbfe39f83c4bcf80b44a3c91ed0c0-WhatsApp_Image_2025_03_14_at_20.11.05.jpeg)
Warga Jakarta Pusat, Kirana (26) yang mengunjungi pasar kreatif Ramadan mengatakan, festival tersebut seharusnya digelar dalam jangka waktu lebih lama.
"Kalau tiga hari doang itu masih kurang. Penjual belum merasakan pendapatan yang signifikan. Seharisnya minimal seminggu atau dua minggu lah," ujarnya.
Kirana yang datang bersama adiknya itu memborong aneka takjil, seperti onde-onde, dimsum, dan gorengan. Ia melihat beberapa makanan yang dijual merupakan makanan khas Jakarta.
"Hiasan di festival ini bagus, tentang budaya Jakarta. Makanan yang dijual juga sebagian merupakan makanan khas Jakarta," kata Kirana.
Dalam kesempatan yang sama, Rano Karno juga membuka Festival Bedug Tingkat Provinsi DKI Jakarta 2025. Nantinya, para peserta yang merupakan juara 1,2, dan 3 di tingkat kota akan beradu keterampilan menabuh bedug untuk memenangkan hadiah uang pembinaan mulai dari Rp 10 juta hingga Rp 25 juta.
Melalui festival bedug, kata Rano, Pemprov DKI Jakarta ingin meningkatkan kecintaan masyarakat Jakarta pada budaya, khususnya bedug.
Menurut Rano, bedug tak hanya berfungsi sebagai penanda memasuki shalat, tapi bisa untuk membangunkan sahur di masyarakat Betawi seperti di kawasan Joglo, Condet, dan Buncit.
"Kita ingin ini menjadi trigger (pemicu) agar bedug kembali menjadi budaya Jakarta. Saya juga berharap agar dihadirkan 500 bedug saat Hari Ulang Tahun ke-500 Jakarta," ujar Rano.
Penulis:
Atiek Ishlahiyah Al-HamasyEditor:
Siwi Yunita CahyaningrumPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase