Penyuka otomotif berkumpul di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada ajang IIMS 2026. Ini seperti pasar malam. Mobil dan motor jualan utamanya. Tapi tak harus beli.
07 Feb 2026 06:34 WIB · Urban
KOMPAS/RADITYA HELABUMI
Ajang ekshibisi dan bazar Indonesia International Motor Show (IIMS) tak melulu jualan mobil atau motor, atau tetek bengeknya. Bisa belanja di sini kalau punya uang karena banyak promo. Kalau tidak, pegang dan duduk di jok mobil mahal juga boleh. Hiburan musiknya serius pula.
Hari pembukaan IIMS 2026 pada Kamis (5/2/2026) adalah hari yang dinantikan Muhammad Firza (31) dan keluarganya. Bersama sang istri, dia datang ke arena di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat. Mereka berangkat menjelang siang dari rumahnya di Kota Wisata Cibubur, Kabupaten Bogor, Jabar.
Tepat pukul 13.00, ketika pintu dibuka untuk pengunjung umum dengan tiket premium seharga Rp 150.000, Tata—nama panggilannya—langsung masuk. Anjungan Toyota adalah yang pertama dia sambangi. Sayangnya, mobil Fortuner yang dia rencanakan tes menyetir tidak tersedia.
Tapi, tak ada Fortuner bukan jadi masalah besar. Sepasang suami-istri pengusaha itu masih bisa mencoba model lainnya dengan leluasa. Mereka naksir model Innova Zenix tipe Q dengan bangku terpisah atau captain seat di baris kedua. Mobil kelas MPV itu berpenggerak hibrida mesin bensin dan baterai listrik.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/06/86b8f463-389b-4c14-a352-058b9d6c624a.jpg)
”Kami ikut test drive sampai empat putaran. Saya dua kali menyetir, istri juga dua kali. Ya, memang rasanya enak,” kata mantan karyawan swasta ini. Mencoba sampai empat putaran itu adalah kelebihan yang didapat dari membeli tiket premium. Sebab, belum banyak pengunjung umum yang datang.
Hari pembukaan itu umumnya diisi dengan peluncuran produk yang didatangi jurnalis peliput dan tamu undangan. Namun, penyelenggara Dyandra Promosindo menyadari bahwa keistimewaan itu berpotensi mendatangkan pengunjung juga. Terbukti memang, selepas jam 13.00 lalu lalang manusia di arena terasa makin padat, khususnya di sore hari.
Tata juga merasakan demikian. Dia bisa mengobrol santai dengan pramujual. Dia berkeliling ke booth lainnya, termasuk sepeda motor, juga aneka aksesori otomotif. Dia sempat mampir ke anjungan Mitsubishi, menjajal posisi duduk Pajero. ”Terus inget, ada temen-ku yang bilang, mobil kayak gitu ngeliatin banget OKB (orang kaya baru), ha-ha-ha,” katanya, yang malu-malu mengaku sebagai OKB pula.
Dia mampir ke anjungan BYD. Sang istri ingin model Sealion yang harganya sekitar Rp 700 juta. Mereka punya pertimbangan lain. Sembari menyantap makanan di sekitar arena, mereka berdiskusi. Menimbang-nimbang mobil mana yang akan dibeli. Hari mulai malam. Keputusan pun diambil: membeli Zenix dan BYD M6. Dua sekaligus. Sah, mereka dibilang OKB.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/06/faf00d1c-54cc-46a6-9665-0de4c6f4ef22.jpg)
Dalam waktu sekitar tujuh jam di arena, pasangan ini menandatangani surat pemesanan kendaraan dengan tanda jadi, masing-masing Rp 1 juta untuk Zenix, dan Rp 5 juta untuk M6. Mobil listrik M6 itu rencananya dipakai untuk berniaga, alias dimitrakan sebagai mobil taksi daring. Sementara Zenix dipakai untuk menggantikan Suzuki XL7 mereka yang katanya baru tiga tahun tapi sudah menempuh jarak 60.000 kilometer.
”Sengaja datang di hari pembukaan supaya pesanannya cepat datang, dan cepat juga STNK turun. Jadi nanti mudik ke Malang bisa pakai mobil baru,” kata Tata. ”Nyonya, sih, yang minta ganti mobil baru, ha-ha-ha. Ya, sudah, uangnya juga sudah disiapkan sejak tahun lalu.”
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/06/1a9b88efc87d18ddf03266667a05a6d9-20260206TOK6.jpg)
Tata dan istrinya adalah satu dari keluarga yang sedang bersenang hati menanti mobil baru. Ari Dyanto (44) juga baru saja memesan mobil listrik pertamanya, Geely EX2. Mobil itu, kata dia, bakal dipakai kerja harian karena terbebas dari aturan ganjil-genap di sekitar kantornya di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
”Saya sengaja beli mobil di pameran seperti ini biar dapat banyak promo,” kata karyawan swasta yang tinggal di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat, ini. Mobil itu melengkapi Toyota Innova yang ia beli sekitar empat tahun lalu. ”Mobilnya masih enak, sayang untuk dijual. Orangtua juga masih bisa pakai,” lanjutnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/06/470b461e-9b6f-4c2f-bc09-37b404b6bd91.jpg)
Ajang IIMS ini menghadirkan tak kurang dari 35 merek mobil; ada merek dari Jepang, Eropa, Korea Selatan, dan tentunya China. Salah satu merek mobil yang baru muncul di Indonesia adalah iCar, keluarga baru grup Chery. Mobil listrik berjenis SUV ini berdesain kaku, paduan gaya klasik ala Suzuki Jimny dan ornamen masa kini. Mereka sekalian mengenalkan bahwa mobil mereka mudah diimbuhi aksesori.
Mobil iCar V23 dengan paket aksesori terlengkap dijual dengan harga Rp 789 juta, cuma ada 23 unit. Selesai pameran, selesai pula kesempatan punya edisi terbatas itu. Jenama grup Chery lainnya, Lepas, mengenalkan untuk pertama kali di dunia produk SUV listrik mereka bernama E4.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/06/be7db95b813457b618dda5ac89b97101-20260206TOK13.jpg)
Merek-merek lain banyak yang menghadirkan peremajaan model mobil mereka. Hyundai, misalnya, mengenalkan varian baru Santa Fe kelas XRT dan Creta Alpha. Adapun merek China, GWM, menambah pilihan untuk model Tank 500 dengan mesin turbo diesel dengan harga di tertinggi Rp 899 juta.
Tak sedikit pengunjung yang cuma lihat. Tak mengapa. Melihat langsung mobil mahal seperti Mercedes-Benz atau BMW memberi kesenangan tersendiri. ”Saya kalau ke pameran mobil begini paling suka nyoba duduk di mobil mahal, kayak BMW atau Mercy. Enggak setiap hari, kan, bisa ngerasainnya,” kata Fajar Nugroho, warga Tangerang Selatan, sambil memegang beberapa brosur.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/02/06/dbebeb26-e130-41a8-a794-7d333216fe54_jpg.jpg)
Padahal, bos BMW pada hari pembukaan berpidato bahwa inilah saat yang tepat memiliki merek asal Jerman ini. Alasan dia, beberapa model seperti sedan Seri 3 dan SUV X1 dirakit lokal sehingga harganya lebih murah. Kortingan dan aneka metode pembayaran ditawarkan. Tapi ”murah” versi bos BMW bukan murah seturut isi dompet pengunjung seperti Fajar. Ya enggak masalah.
Arena uji coba di luar ruang pada Jumat (6/2/2026) terlihat ramai pada sore hari. Iringan mobil-mobil baru seperti tak putus, macam-macam merek, beraneka tenaga penggerak. Sekilas terlihat, lebih banyak mobil bertenaga listrik yang dicoba, terutama yang ukuran kompak. Rasanya, mobil semacam inilah yang sedang diidamkan banyak warga perkotaan saat ini. Jadi jangan kaget kalau jalur yang terdampak aturan ganjil-genap tetap macet.
Urusan permobilan bisa dibilang sajian utama pameran yang digelar sejak 1986 dengan nama Gaikindo Cars Exhibition ini. Nama IIMS baru dipakai mulai 2006. Bisa dibilang sejak satu dekade terakhir, ajang ini tak melulu tentang jualan produk otomotif. Mereka mengundang komunitas otomotif untuk meramaikan. Panggung hiburan musik juga digelar serius.
Tahun ini, wahana baru yang diperkenalkan adalah turnamen padel dalam naungan IIMS Sportainment. Satu lapangan padel beratap didirikan di arena Gambir Expo, yang bebatasan langsung dengan JIExpo. ”IIMS Sportainment hadir untuk mendorong perilaku gaya hidup sehat di kalangan pelaku industri otomotif dan komunitasnya,” kata Rudi MF, Project Manager IIMS 2026.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/06/b08da8b4-366c-43e3-9a16-19e81fe3cb3a.jpg)
Urusan isi perut juga tak dilewatkan. Setidaknya ada tiga zona kuliner dengan aneka menu. Tempat makan ini diperlukan untuk mengaso dari kerumuman di dalam aula, yang kalau dijabani semuanya bisa mencetak lebih dari 10.000 langkah. Meja-meja di area makan dekat aula nyaris tak pernah sepi. Ada pengunjung, ada pekerja pameran pula. Tak sedikit di antaranya yang berdiskusi sebelum bertransaksi seperti halnya Tata dan istrinya.
Wahana lain seperti deretan mobil antik atau modifikasi total terpajang di sekitar Gambir Expo. Di sekitaran area parkir sisi timur ada tenda tempat kontes audio mobil.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/06/ad964891-666e-4332-a9d6-a6e7302493a1.jpg)
Jika masih punya tenaga, saban malam ada hiburan musik bertata panggung jempolan; lampu dan suaranya mantap. Pada Kamis malam, yang tampil adalah band rock veteran Jamrud. Lagu-lagu macam ”Putri”, ”Surti Tejo” dan ’Ningrat” disimak lekat-lekat oleh penonton, yang umumnya berkalung identitas, alias pekerja pameran. Jumat malam, giliran Iwan Fals yang menghibur.
Dengan sejumlah sajian itu, bisa diibaratkan IIMS adalah pasar malam-nya dunia otomotif. Meriah. Kalau suka otomotif, ya, di sinilah tempatnya.
Penulis:
Herlambang JaluardiEditor:
Dahono FitriantoPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto