PASKAH

Paskah di Tanah Tempat Kisah Bermula...

Perang di Timur Tengah membuat Paskah tahun ini berbeda.

06 Apr 2026 08:40 WIB · Internasional

AFP

Oleh Ignatius Danu Kusworo

 

”Selamat Paskah,” kata Patriark Latin Jerusalem Kardinal Pierbattista Pizzaballa setelah fajar menyingsing, Minggu (5/4/2026). Pagi itu, ia memasuki gereja yang dikelilingi oleh sekelompok kecil pendeta. 

Di lorong-lorong kota tua Jerusalem yang biasanya ramai, keheningan menyelimuti Minggu Paskah hari itu.

Perang Iran melawan Amerika dan Israel yang terus berkobar membuat banyak pembatasan akses ke Makam Suci, tempat umat beriman memperingati penyaliban dan kebangkitan Kristus.

Putra altar menyalakan arang menjelang upacara Pembasuhan Kaki di Gereja Kristus Juruselamat di kota tua Yerusalem pada Kamis (2/4/2026). Situs suci di kota tua Yerusalem tetap ditutup untuk alasan keamanan sejak pecahnya perang Timur Tengah .
AFP/MARCO LONGARI
Seorang polisi Israel melihat rombongan Kardinal Pierbattista Pizzaballa Patriark Latin Yerusalem di Gereja Makam Kudus untuk merayakan Misa Minggu Paskah.
AFP/MARCO LONGARI
Suasana penjagaan di sekitar Gereja Makam Suci, di mana Patriark Latin Yerusalem akan merayakan Misa Minggu Paskah, di kota tua Yerusalem pada Minggu Paskah (5/4/2026). Di gang-gang Kota Tua Yerusalem yang biasanya ramai, sepi karena perang.
AFP/ MARCO LONGARI

Di rute menuju gereja, tempat umat Kristen percaya bahwa Yesus Kristus disalibkan, dikuburkan, dan bangkit dari kematian, dijaga ketat polisi Israel. Hanya sebagian kecil umat yang diizinkan mendekati lokasi itu setelah melalui pemeriksaan. Semua toko di area tersebut tutup, menambah kesan sepi.

Beberapa umat Katolik dan Kristen Ortodoks mencoba mendekati gereja, tetapi dijauhkan oleh pasukan keamanan. Setelah terjadi perang, keamanan ditingkatkan di kota tua di Jerusalem timur yang dianeksasi Israel itu. Daerah ini merupakan rumah bagi situs-situs suci umat Yahudi, Kristen, dan Islam.

Suasana Misa Paskah di Gereja Makam Kudus di kota tua Yerusalem pada MInggu (5/4/2026).
AFP/Nicolawos HAZBOUN / Patriarkat Latin Yerusalem
Sekelompok biarawati Kristen Ortodoks berkumpul sebelum memasuki gedung di dekat pintu masuk Gereja Makam Kudus, saat akan merayakan Misa Minggu Paskah di kota tua Yerusalem pada MInggu (5/4/2026).
AFP/MARCO LONGARI
Umat berkumpul selama upacara Pembaptisan Kaki pada hari Kamis Putih di Gereja Kristus Juruselamat di kota tua Yerusalem pada Kamis (2/4/2026).
AFP/Marco Longari
Seorang penjaga perbatasan Israel berdiri di balik penghalang keamanan di pintu masuk Gereja Makam Suci di kota tua Yerusalem pada Minggu (5/4/2025).
AFP/MARCO LONGARI

Israel juga memberlakukan pembatasan pada pertemuan besar sebagai tindakan pencegahan karena ancaman serangan saat perang Timur Tengah sedang berlangsung. Namun, bagi banyak umat Kristen,  pembatasan ibadah telah menghilangkan makna perayaan Paskah.

”Seumur hidup saya, saya tidak pernah membayangkan akan ada hari ketika kami dilarang untuk melangkah ke gereja,” kata seorang perempuan Palestina dari Jerusalem, Huda al-Imam. Menurut dia, menutup Makam Suci berarti menghentikan jantung kehidupan budaya dan spiritual umat. 

Wisatawan yang berasal dari Romania, Christina Toderas, mengatakan, ”Saya datang dan hanya ingin berdoa tidak menemukan apa pun. Semuanya tutup.” Seperti umat lainnya, dia akhirnya pasrah menyaksikan misa di Gereja Makam Suci melalui televisi.

Umat Katolik memulai Prosesi Misa Minggu Palma, memperingati masuknya Yesus Kristus ke Yerusalem, di Biara Santo Juruselamat Fransiskan Katolik di kota tua Yerusalem pada Minggu (29/3/2026).
AFP/JOHN WESSELS
Seekor kucing berhenti di depan toko suvenir yang ditutup di Christian Quarter kota tua Yerusalem pada Jumat Agung, Jumat (3/4/2026).
AFP/MARCO LONGARI

Di dalam Gereja Makam Suci, perayaan Paskah diadakan tertutup dengan jumlah jemaat yang sangat kecil. Ini sangat berbeda dengan keramaian setiap tahun. Di sekitar kota tua, tempat nyanyian pujian dan prosesi biasanya mendominasi saat Paskah, hanya bisikan yang terdengar di antara umat yang bergerak diam-diam melalui lorong-lorongnya.

Makam Suci yang sepi

”Di sini, di dalam makam ini, kita sedang menghadapi kekosongan yang nyata,” kata Kardinal Pizzaballa pada misa Paskah di gereja tersebut. Bacaan Injil pada Sabtu Paskah diambil dari Injil Lukas yang menceritakan beberapa perempuan yang datang ke makam Yesus, tetapi mereka menjumpai batu besar penutup makam telah terguling dan makam itu kosong.

Prosesi misa Minggu Palma, memperingati masuknya Yesus Kristus ke jerusalem, di Biara Santo Juru Selamat Fransiskan Katolik di kota tua Jerusalem pada Minggu (29/3/2026).
Kardinal Pizzaballa, Patriark Latin Jerusalem, memimpin misa Minggu Paskah di Gereja Makam Kudus di kota tua Jerusalem, Minggu (5/4/2026).
Penjaga keamanan Israel berjaga selama prosesi Jumat Agung di sepanjang Via Dolorosa di kota tua Jerusalem, Jumat (3/4/2026).
Petugas keamanan Israel berjaga di dekat Via Dolorosa di kota tua Jerusalem pada Jumat (3/4/2026).
Para peziarah Kristen berdoa di depan pintu Gereja Makam Kudus yang tertutup di kota tua Jerusalem pada 3 April 2026.
Polisi Israel berlindung di dekat patung yang mewakili Singa Yehuda, simbol kota Jerusalem, selama serangan rudal dari Iran di Jerusalem, Kamis (2/4/2026).

”Kita berdiri di tempat batu itu digulingkan. Namun, kita tahu betul bahwa masih banyak batu yang tetap tertutup di sekitar kita,” tambah Kardinal Pizzaballa.

Sebelumnya, pada Minggu Palma, Kardinal Pizzaballa diusir oleh polisi Israel saat akan memasuki Makam Suci untuk mengikuti misa. Hal ini lantas memicu kemarahan dunia sebelum Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memerintahkan agar Kardinal diizinkan masuk.

Kardinal Pizzaballa, Patriark Latin Yerusalem, memasuki Gereja Makam Suci di kota tua Yerusalem pada Minggu (5/4/2026) untuk memimpin Misa Minggu Paskah. 
AFP/Nicolawos HAZBOUN / Patriarkat Latin Yerusalem

Sejak perang meletus pada 28 Februari, puing-puing dari rudal atau pencegat Iran telah berjatuhan di kota tua Jerusalem, termasuk di dekat Makam Suci, Masjid Al-Aqsa, dan di kawasan Yahudi. ”Ini sungguh menyedihkan. Saya hanya berharap perang ini segera berakhir,” kata Julio Makhalfeh, seorang warga Jerusalem.


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti