Presiden Prabowo Subianto menyambut meriah kedatangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Indonesia. Salah satunya menghadirkan 75 anggota pasukan berkuda.
12 Feb 2025 14:32 WIB · Politik & Hukum
Sebanyak 75 anggota pasukan berkuda berjajar rapi sepanjang gerbang Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (12/2/2025) siang. Semua kuda tampak bersih berkilau. Bahkan surai mereka terlihat berkepang rapi.
Pasukan berkuda ini khusus dihadirkan untuk menyambut kunjungan kenegaraan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Ibu Negara Emine yang tiba di Istana Bogor sekitar pukul 11.30 WIB. Jumlahnya jauh lebih banyak ketimbang saat menyambut Perdana Menteri Jepang Shigeru Ichiba, Sabtu (11/1/2025).
”Makna dari 75 (ekor kuda) ini adalah kita ingin memperingati hubungan diplomatik Indonesia dan Turki yang saat ini memasuki 75 tahun,” kata Deputi Bidang Protokol Pers dan Media Yusuf Permana, Rabu.
Pasukan berkuda ini, kata Kepala Sekretariat Presiden Ariyo Windutomo, berasal dari Batalyon Kavaleri TNI Angkatan Darat, Pasukan Pengamanan Presiden, serta Pasukan Turangga dari Kepolisian Negara RI. Kendati sudah terbiasa menunggangi kuda untuk keperluan militer, mereka tetap berlatih secara khusus untuk tampil dalam acara hari ini.
Bapak Presiden Prabowo sangat concern dengan hal ini. Dia sangat ingin memberikan penghormatan tertinggi kepada tamu negara, tamu kita semua, dengan memberikan penghormatan yang terbaik.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/12/c793d23486315c7664a21c45dc33b233-IMG_7364.jpeg)
Maria, polisi wanita yang ikut bertugas di upacara kenegaraan untuk menyambut Presiden Erdogan, mengatakan, dirinya tetap berlatih sejak dua hari lalu meski sudah berpengalaman selama lima tahun di Pasukan Turangga. Maria dan Viki, kuda jenis Friesian berusia 10 tahun yang ditungganginya pun, tampil kompak sejak masih berlatih. ”Viki jinak banget,” ujarnya menceritakan.
Untuk tampil di upacara kenegaraan penyambutan Erdogan, mereka mengenakan seragam dengan warna senada. Baik Maria maupun Viki sama-sama mengenakan pakaian berwarna merah dan emas. Maria yang berambut panjang menggelung rambutnya yang sebagian ditutup dengan peci hitam. Sementara Viki, surainya yang panjang, juga tampak dikepang hingga lebih dari lima untaian.
Sikap bersahabat juga ditunjukkan Viki saat sejumlah awak media mendekat dan mengelus lehernya. Viki pun tidak bereaksi saat beberapa orang bergantian untuk berfoto dengan kuda Friesian hitam yang memiliki bulu panjang seperti surai di kakinya itu.
Nuansa kemeriahan dalam penyambutan Presiden Erdogan tidak hanya terlihat dari penugasan pasukan berkuda. Di lapangan upacara, Presiden Erdogan juga disambut para siswa yang membawa bendera Merah Putih dan bendera Turki di tangan kanan dan kirinya. Ketika Erdogan memasuki lapangan upacara, mereka kompak berteriak, ”Indonesia loves Turkiye”, berulang kali sambil mengibarkan bendera yang mereka bawa.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/12/0a6730c6-26f1-44c2-860d-34ca7a54a4ec_jpg.jpg)
Para prajurit TNI yang menjadi peserta upacara juga tampil spesial. Mayoritas dari mereka memang menggunakan seragam satuan masing-masing. Namun, terdapat satu kelompok yang mengenakan baju adat.
Selain para pasukan, Presiden Prabowo juga sudah menanti di antara pilar Istana sejak Erdogan dan Nyonya Emine memasuki gerbang Istana Bogor. Prabowo pun tidak sendiri. Ia didampingi putra tunggalnya, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo atau lebih dikenal Didiet Hediprasetyo.
Ketika Erdogan turun dari mobil yang ditumpanginya, Prabowo langsung merangkul Presiden Turki itu. Setelahnya, ia juga menyalami Nyonya Emine.
Adegan itu seolah mengulang kehangatan saat Prabowo menyambut langsung Erdogan dan Nyonya Emine saat baru mendarat di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (11/2/2025) malam.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/12/eb37f874-e3d7-4d4e-902b-a637022503f9_jpg.jpg)
Bahkan, sebelum berangkat ke Lanud Halim Perdanakusuma, Prabowo juga berada di Istana Bogor selama beberapa jam, untuk mengecek langsung persiapan dan geladi bersih upacara kenegaraan yang akan dilakukan.
”Setiap (akan ada) upacara kenegaraan, Bapak (Presiden) pasti memantau langsung,” kata Ariyo.
Setelah penyambutan langsung oleh Prabowo, upacara kenegaraan pun dimulai ketika lagu kebangsaan kedua negara dikumandangkan. Detasemen musik memulai dengan lagu kebangsaan Turki ”Istiklal Marsi” lalu melanjutkannya dengan ”Indonesia Raya”. Di sela-sela lagu kebangsaan itu, terdapat pula 21 tembakan salvo.
Dalam rangkaian upacara ini, kedua kepala negara turut menginspeksi pasukan upacara bersama-sama. Prabowo dan Erdogan berjalan berdampingan mengelilingi para pasukan di atas karpet biru yang terpasang di sepanjang barisan peserta upacara. Keduanya pun sama-sama mengenakan kacamata hitam untuk menghalau sinar matahari di tengah cuaca Bogor yang cukup menyengat.
Selain upacara kenegaraan, kunjungan kenegaraan Erdogan ke Indonesia juga dilanjutkan dengan pertemuan bilateral dan penandatanganan kerja sama di sejumlah bidang. Rangkaian kegiatan itu pun akan ditutup dengan makan siang bersama di halaman Istana Bogor. Adapun menu yang akan disajikan adalah salad lobster dan alpukat, serta sup tomat.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/12/dbfe2222-3ac2-4d1f-b196-4d0608943d3f_jpg.jpg)
Penyambutan tamu negara secara meriah, kata Yusuf Permana, merupakan upaya untuk menunjukkan Indonesia sebagai bangsa yang besar. Sejak lama, Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah dan selalu menghormati tamu. Oleh karena itu, keanekaragaman budaya dan kearifan lokal yang ada menjadi modal penting untuk menunjukkan penghormatan terhadap para tamu negara.
”Bapak Presiden Prabowo sangat concern dengan hal ini. Dia sangat ingin memberikan penghormatan tertinggi kepada tamu negara, tamu kita semua, dengan memberikan penghormatan yang terbaik,” ungkap Yusuf.
Selain itu, Indonesia dan Turki juga sahabat lama yang sudah memiliki hubungan diplomatik selama 75 tahun. Secara pribadi, Prabowo dan Erdogan juga memiliki hubungan persahabatan yang erat. Tak hanya saat sudah dilantik sebagai Presiden ke-8 RI, setelah Pilpres 2024, yakni pada Juli 2024 lalu, Prabowo yang masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan pun sempat mengunjungi Erdogan di Ankara, Turki.
Seusai pertemuan bilateral, Prabowo pun menekankan bahwa hubungan antara Indonesia dan Turki bukan baru terjadi selama 75 tahun terakhir. Sejak ratusan tahun lalu, ketika masih berbentuk Kesultanan Turki Ottoman, negara tersebut juga sudah memiliki hubungan dengan Nusantara.
Penulis:
Kurnia Yunita Rahayu, Nina SusiloEditor:
Cyprianus Anto SaptowalyonoPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari