Pasukan India dan Pakistan Baku Tembak di Kashmir

Tentara India dan Pakistan saling menembak singkat dan ringan di perbatasan Kashmir. Tidak ada korban, tetapi insiden ini dapat memicu konflik lebih besar.

25 Apr 2025 19:15 WIB · Internasional

Oleh Luki Aulia

SRINAGAR, JUMAT — Pasukan Pakistan dan India saling tembak singkat dan ringan di sepanjang perbatasan Garis Kontrol di wilayah Kashmir yang disengketakan, Kamis (24/4/2025) malam waktu setempat. Padahal Perserikatan Bangsa-Bangsa sudah meminta kedua negara yang sama-sama memiliki senjata nuklir itu menahan diri menyusul pembunuhan 26 turis di kota resor Pahalgam, Selasa lalu.

Militer India menuding Pakistan yang pertama mulai menembaki posisi India dengan senjata mereka, sementara India hanya membalas. Tidak ada korban dari insiden ini. ”Tidak ada penembakan terhadap warga sipil,” kata Syed Ashfaq Gilani, pejabat pemerintah di wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan, Jumat (25/4/2025).

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Shafqat Ali Khan mengatakan sedang menunggu konfirmasi resmi dari militer. Biasanya, jika terjadi insiden seperti ini di masa lalu, setiap pihak saling menuduh memulai pertikaian di Kashmir dan keduanya mengklaim sepenuhnya. Akan tetapi, kali ini tidak.

Serangan terhadap turis di Kashmir adalah serangan terburuk dalam beberapa tahun karena menyasar warga sipil di wilayah yang bergejolak selama lebih dari 30 tahun. India dan Pakistan masing-masing mengelola sebagian wilayah Kashmir.

India menggambarkan semua kelompok bersenjata di Kashmir sebagai gerakan terorisme yang didukung Pakistan. Pakistan membantahnya. Banyak warga Muslim Kashmir menganggap kelompok bersenjata yang ada sebagai bagian dari perjuangan kemerdekaan dalam negeri.

Hubungan India dan Pakistan kini jatuh ke level terendah dalam beberapa tahun. India kembali menuding Pakistan mendukung terorisme lintas batas yang membunuh 26 turis di Kashmir. Pakistan membantah terlibat dalam serangan yang diklaim oleh kelompok bersenjata yang sebelumnya tidak dikenal, yakni Perlawanan Kashmir.

Pembunuhan di Kashmir yang dikuasai India dikhawatirkan akan memantik konflik yang lebih besar. Oleh karena itu, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, mendesak kedua negara segera menyelesaikan masalah ini secara damai. ”Kami memohon kedua pihak menahan diri semaksimal mungkin agar situasinya tidak memburuk,” ujarnya.

TOPSHOT - People walk through the debris of a demolished house related to the family of Ashif Sheikh, who is suspected of involvement in the Pahalgam tourist attack, in Monghama village of Tral south of Srinagar on April 25, 2025. Soldiers in Indian-administered Kashmir on April 25 blew up the family homes of two men who police allege were among a gang that carried out the region's deadliest attack against civilians for decades. (Photo by HABIB NAQASH / AFP)

Perdana Menteri India Narendra Modi berjanji akan terus memburu para pelaku penembakan ke-26 turis. Kepolisian sudah mengidentifikasi dua dari tiga orang bersenjata dan disebutkan mereka warga Pakistan. Keduanya disebutkan anggota kelompok Lashkar-e-Taiba di Pakistan.

Kepolisian menawarkan hadiah 2 juta rupee (Rp 395 juta) bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi tentang para pelaku. ”Saya katakan kepada seluruh dunia: India akan mengidentifikasi, melacak, dan menghukum setiap teroris dan pendukungnya. Kami akan kejar mereka sampai ke ujung Bumi,” ujarnya.

Tentara di Kashmir yang dikelola India meledakkan rumah keluarga dua tersangka pelaku pembunuhan turis, Jumat. India juga mengeluarkan poster pencarian dengan sketsa tiga orang, yakni Adil Hussain Thoker (warga negara India), serta Ali Bhai dan Hashim Musa (warga Pakistan). Polisi juga mencari orang bernama Aashif Sheikh (warga India). Anggota keluarga dekat kedua buron India sudah ditahan dan diinterogasi.

Saudara perempuan Sheikh, Yasmeena, mengatakan, tentara menutup area di sekitar rumah mereka di di Tral, selatan Kashmir, sejak Kamis malam. ”Seorang tentara memanjat tembok lumpur rumah kami dan memanjat kembali setelah beberapa saat. Lalu terdengar ledakan besar yang merobohkan rumah. Semuanya hancur. Untung tidak ada orang di rumah,” ujarnya.

Tentara India juga menghancurkan rumah keluarga Thokar di Bijbehara dengan cara yang sama pada Jumat dini hari. Kepolisian India meyakini para tersangka itu bagian dari anggota kelompok bersenjata sejak tiga atau empat tahun lalu. Mereka termasuk buron yang paling dicari oleh tentara.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyangkal keterlibatan Pakistan dan kembali membalas ancaman Modi. ”Setiap ancaman terhadap kedaulatan Pakistan dan keamanan rakyatnya akan dihadapi dengan tindakan timbal balik yang tegas di semua bidang,” ujarnya.

A Hindu resident holding a placard joins Muslim demonstrators as they shout slogans during a protest to condemn the terror attack in Pahalgam, in Mumbai on April 25, 2025. At least 26 people were killed April 22 in Indian-administered Kashmir when gunmen opened fire on tourists, security sources told AFP, in the insurgency-hit region's deadliest attack on civilians since 2000. (Photo by Indranil MUKHERJEE / AFP)

Setelah serangan turis itu, India mengumumkan serangkaian tindakan diplomatik terhadap Pakistan. India menangguhkan perjanjian pembagian air di Sungai Hindus yang sudah bertahan dari dua perang antara kedua negara.

India juga menutup satu-satunya perbatasan darat yang berfungsi antara kedua negara dan memangkas jumlah staf diplomatik. Sehari kemudian, India mencabut semua visa yang dikeluarkan untuk warga negara Pakistan mulai Minggu.

Sebagai balasan, Pakistan merespons dengan membatalkan visa yang dikeluarkan untuk warga negara India (kecuali peziarah Sikh) dan menutup wilayah udaranya untuk semua maskapai penerbangan milik India atau yang dioperasikan oleh India.

Pakistan juga menangguhkan semua perdagangan dengan India, termasuk ke dan dari negara ketiga mana pun. Pakistan memerintahkan pengusiran diplomat dan penasihat militer India. Pakistan memperingatkan, jika India menghentikan pasokan air dari Sungai Hindus, akan menjadi ”ajakan perang”.

Kashmir terbagi antara India dan Pakistan sejak kemerdekaan pada 1947. Keduanya mengklaim wilayah tersebut secara penuh, tetapi memerintah bagian-bagiannya secara terpisah. Sejak 1989, wilayah itu tak pernah sepi dari pemberontakan kelompok bersenjata, terutama di Kashmir yang dikuasai India. Mereka menuntut kemerdekaan atau penggabungan dengan Pakistan.

Serangan yang dilakukan di Pahalgam menandai perubahan dramatis dalam serangan pemberontak Kashmir. Mereka biasanya menargetkan pasukan keamanan India. Pada 2019, pernah terjadi serangan bom bunuh diri yang menewaskan 41 tentara India di Kashmir dan memicu serangan udara India di Pakistan, 12 hari kemudian. Ini membawa kedua negara di ambang perang habis-habisan. (AFP/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul