Kecewa berat pada Eropa yang tak mau membantu AS di Selat Hormuz, Trump mengancam akan keluar dari NATO.
02 Apr 2026 12:30 WIB · Internasional
AFP
WASHINGTON, RABU — Presiden Amerika Serikat Donald Trump lagi-lagi mengeluarkan ”jurus ancaman” akan keluar dari aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO. Ini gara-gara negara-negara sekutunya di Eropa tak mau mengirimkan bala bantuan kapal perang untuk membuka blokade Selat Hormuz.
Namun, dalam pidatonya kepada rakyat AS, Rabu (1/4/2026) malam, Trump tidak menyebut NATO secara langsung. Ia hanya mengatakan negara-negara yang bergantung pada minyak yang mengalir melalui Selat Hormuz harus merebutnya sendiri karena AS tidak akan melakukannya.
Tidak jelas apakah Trump bisa bertindak secara sepihak untuk keluar dari NATO begitu saja meski ia memang sering membuat keputusan penting tanpa persetujuan Kongres AS.
”Kita punya beberapa sekutu yang sangat buruk di NATO. Semoga kita tidak akan pernah membutuhkan mereka. Saya rasa kita tidak akan membutuhkan mereka,” kata Trump, yang juga mengkritik Perancis dan Inggris karena hanya ”macan kertas”.
Saking marahnya, pernyataan Trump melebar, bahkan hingga mengejek Presiden Perancis Emmanuel Macron dan istrinya. ”Saya menghubungi Perancis, Macron, yang istrinya memperlakukannya dengan sangat buruk. Ia masih dalam masa pemulihan dari pukulan di rahang kanan,” kata Trump, merujuk pada video Mei 2025 yang menunjukkan istri Macron, Brigitte Macron, mendorong wajah Macron dalam perjalanan ke Vietnam.
Trump juga menyebut NATO pengecut karena tidak mau mengirim kapal perangnya. Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte akan ke Washington, pekan depan untuk bertemu Trump. Juru bicara NATO, Allison Hart, mengatakan, kunjungan ini sudah lama direncanakan.
NATO yang meliputi negara-negara Eropa, AS, dan Kanada itu dibentuk pada 1949 untuk menangkal risiko serangan Soviet dan sejak itu jadi landasan keamanan Barat. Hubungan AS-NATO memburuk dalam beberapa bulan terakhir karena desakan Trump agar Greenland menjadi bagian dari wilayah AS. Padahal, Greenland adalah wilayah semiotonom dari Denmark.
Para pengamat menilai ancaman Trump untuk keluar dari NATO itu hanya ”tong kosong nyaring bunyinya” karena Trump tak bisa bertindak asal-asalan sesukanya. Kongres AS sudah mengesahkan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional pada 2024 (semasa Presiden AS Joe Biden) yang mencegah Presiden AS untuk menarik diri dari NATO tanpa dukungan dari dua pertiga Senat atau berdasarkan UU lain oleh Kongres.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/01/8259caca24203e57593f713928906b8f-WhatsApp_Image_2026_04_01_at_12.03.56_1_.jpeg)
Namun, Trump bersikeras presiden punya wewenang untuk melakukannya. Belum jelas apakah Trump akan menentang UU itu. Senator AS Mitch McConnell, Republikan dari Kentucky, dan Senator Chris Coons, Demokrat dari Delaware, mengatakan, NATO adalah aliansi militer paling sukses dalam sejarah.
Keduanya menegaskan, Senat akan terus mendukung NATO untuk perdamaian dan perlindungan yang diberikannya kepada AS, Eropa, dan dunia.
”Jika presiden dan militer tidak berkomitmen pada NATO dan keamanan Eropa, saya rasa Kongres tidak dapat berbuat banyak untuk menahan hal itu,” kata Max Bergmann, mantan pejabat Departemen Luar Negeri yang kini direktur Program Eropa, Rusia, dan Eurasia di Pusat Studi Strategis dan Internasional.
Berdasarkan hukum internasional, kepala negara suatu bangsa umumnya memiliki wewenang untuk menarik diri dari suatu perjanjian jika perjanjian tersebut mengizinkan penarikan dan negara tersebut mematuhi penarikan.
Hukum AS kurang jelas. Akan tetapi, Presiden AS telah menarik negaranya dari beberapa perjanjian tanpa persetujuan Kongres, termasuk penarikan oleh Trump pada 2020 dari perjanjian Open Skies yang beranggotakan 35 negara. Perjanjian ini mengizinkan penerbangan pengawasan tanpa senjata di atas negara-negara anggota.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/04/878b34f5752d54c8efaf955478bfd506-9118566.jpg)
Jika masalah ini berakhir di pengadilan, tantangan terhadap keputusan Trump akan menghadapi rintangan yang berat. Itu termasuk menetapkan siapa yang memiliki kedudukan hukum—kepentingan pribadi dalam hasil tersebut—untuk menantang penarikan tersebut.
Mahkamah Agung AS, yang mayoritas konservatifnya sering memutuskan mendukung Trump, belum pernah mendengar kasus penarikan perjanjian berdasarkan substansinya.
Guru besar hukum di Universitas Chicago, Curtis Bradley, kepada majalah Time mengatakan, MA sering memutuskan mendukung Trump. Oleh karena itu, Kongres mungkin akan kesulitan untuk menang melawannya di pengadilan.
Namun, Trump bisa dituntut dengan cara lain. ”Jika ada kontraktor NATO yang bisa kehilangan uang akibat penarikan AS, itu akan menjadi kerugian ekonomi yang berpotensi memberi mereka hak untuk menuntut,” kata Bradley.
NATO dibangun berdasarkan Pasal 5 dari perjanjian pendiriannya, yang menegaskan bahwa serangan terhadap salah satu anggota akan dibalas oleh semua anggota.
NATO beroperasi secara unik berdasarkan konsensus. Ke-32 negara anggota NATO harus setuju agar NATO dapat mengambil keputusan. Bahkan, untuk mengaktifkan Pasal 5 juga butuh persetujuan dari semua. Para pemimpin Eropa sudah menyerukan agar konflik Timur Tengah dihentikan dan mereka mau AS dan Iran kembali berunding tentang program nuklir Iran.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/04/4d279eb29b247840a8995dbc3c8d2717-6669432.jpg)
”Ini aliansi militer yang berkaitan dengan keamanan wilayah di Euro-Atlantik. Aliansi ini tidak dibentuk untuk beroperasi di Selat Hormuz dan ini tidak sesuai dengan hukum internasional,” kata Menteri Muda Angkatan Darat Perancis Alice Rufo.
Menteri Pertahanan Polandia Wladyslaw Kosiniak-Kamysz paham koleganya di Eropa kesal, tetapi ia meminta semua pihak untuk tetap tenang. ”Saya harap di tengah emosi yang mengelilingi Presiden Amerika Serikat hari ini, akan datang momen ketenangan. Tidak ada NATO tanpa Amerika Serikat, tetapi juga tidak ada kekuatan Amerika tanpa NATO. Jadi, demi kepentingan kita semua, jaga ketenangan,” ujarnya.
Harian The Guardian menggarisbawahi pentingnya AS bagi NATO. AS berarti untuk NATO karena memberikan payung nuklir. Persenjataan nuklir AS jauh lebih besar daripada Inggris dan Perancis.
Selain itu, terdapat banyak pangkalan dan instalasi militer AS di seluruh Eropa, banyak di antaranya berpusat di Jerman. Lokasi penting lain adalah pangkalan udara Incirlik di Turki. Semua pangkalan ini dipandang sebagai penangkal terhadap serangan militer oleh musuh-musuh Barat.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/02/28/8fae343e-1159-418c-a624-a7589e7dbe9c_png.png)
Seorang juru bicara Pemerintah Jerman mengatakan, Jerman tetap berkomitmen pada NATO. Ia juga meminta semua pihak untuk tidak buru-buru panik atau terpancing omongan Trump.
”Ini bukan pertama kalinya dia (Trump) melakukan ini, dan karena ini adalah fenomena yang berulang, Anda mungkin dapat menilai konsekuensinya sendiri,” ujarnya. (REUTERS/AFP/AP)
Penulis:
Luki AuliaEditor:
Nur HidayatiPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti