Paus mengimbau adanya penyelidikan mengenai dugaan genosida di dalam serangan militer Israel ke Gaza.
21 Des 2024 21:02 WIB · Internasional
VATIKAN, SABTU — Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus kembali mengecam kekejaman yang dilakukan Israel terhadap anak-anak di Jalur Gaza, Palestina. Kecaman itu ia keluarkan setelah Pemerintah Israel menafikan imbauan Vatikan agar diadakan penyelidikan mengenai serangan militer Israel ke Gaza yang menyasar anak-anak.
Kecaman itu diutarakan Paus Fransiskus pada Sabtu (21/12/2024) ketika Paus memimpin misa persiapan Natal di hadapan para kardinal di Vatikan. Kecaman ditujukan pada serangan Israel ke Gaza, Jumat (20/12/2024), yang menewaskan 25 warga Palestina.
”Kemarin, mereka (militer Israel) tidak mengizinkan Uskup Jerusalem masuk sesuai perjanjian. Kemarin, anak-anak dibom. Ini bukan perang, melainkan kekejaman. Saya ingin mengatakannya karena ini menekan batin,” kata Paus Fransiskus.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/06/08/3d872871-ce5b-4bb6-9d0a-427036abd7e1_jpg.jpg)
Laporan dari lembaga pemantau hak asasi manusia dan para petugas tanggap darurat mengatakan ada tujuh anak tewas dalam serangan tersebut. Mereka semua berasal dari satu keluarga.
Paus Fransiskus biasanya menghindari pembahasan isu politik. Akan tetapi, sejak meletusnya perang antara militer Israel dan milisi Hamas di Palestina, pemimpin dari 1,4 juta penganut Katolik dunia ini memilih tidak diam. Ia gencar mengkritik perang yang sudah melebihi pembelaan diri ini.
Pada Minggu (15/12/2024), surat kabar Italia, La Stampa, menerbitkan tulisan Paus Fransiskus. Tulisan itu diambil dari buku mengenai pemikiran Paus yang akan diterbitkan akhir Desember 2024. ”Berdasarkan analisis para pakar, kejadian di Gaza ini bisa digolongkan sebagai genosida,” tulis Paus.
Paus mengimbau agar peristiwa di Gaza diselidiki oleh para pakar dari berbagai lembaga internasional. Harus ada pertanggungjawaban dari para pemangku kepentingan atas tragedi yang menimpa masyarakat sipil. Apalagi, laporan menyebutkan, mayoritas korban serangan tentara Israel adalah perempuan dan anak-anak. Kementerian Kesehatan Hamas melaporkan, korban tewas berjumlah 43.846 jiwa.
Ini pertama kali Paus Fransiskus secara terbuka memakai kata genosida. Akun resmi Paus Fransiskus di X pada Minggu juga mengunggah cuitan imbauan Paus agar umat Katolik dunia memanjatkan doa untuk perdamaian dunia. Doa juga dipanjatkan untuk memperingati para korban perang di Ukraina, Palestina, Lebanon, Israel, Sudan, dan Myanmar.
”Perang menghilangkan rasa kemanusiaan kita dan membuat masyarakat menoleransi kekerasan. Marilah kita ajak para pemimpin dunia mendengar seruan membawa perdamaian,” kata Paus Fransiskus.
Pada November 2024, Paus Fransiskus juga mengeluarkan komentar yang bernada keras. Ia mengatakan, berbagai upaya dialog perdamaian gagal gara-gara keangkuhan penjajah. Paus tidak secara gamblang menyebut nama Pemerintah Israel, tetapi publik menafsirkan demikian.
Ucapan Paus Fransiskus ditanggapi oleh Duta Besar Israel untuk Vatikan Yaron Sideman. ”Pada 7 Oktober 2023 ada genosida terhadap warga sipil Israel dan militer melakukan pembelaan diri sesuai haknya. Tuduhan ini sengaja mendiskreditkan dan mendiskriminasi negara Yahudi,” cuitnya di X.
Lebih lanjut, Menteri Urusan Diaspora Israel Amichai Chikli menulis di kolom opini harian Il Foglio, Jumat (20/12/2024). Menurut dia, Paus Fransiskus sembarangan menggunakan istilah genosida. Pemakaiannya juga tebang pilih dan hanya mengincar Pemerintah Israel.
Tel Aviv bersikeras bahwa sepertiga dari korban tewas adalah milisi Hamas. Mereka juga mengatakan selalu berusaha menghindari berbagai tempat umum dan tempat-tempat permukiman warga. Akan tetapi, milisi Hamas sengaja bersembunyi di tengah warga sipil sehingga korban sipil berjatuhan.
Mahkamah Internasional (IJC) pada akhir 2023 memenangkan gugatan Afrika Selatan yang didukung oleh Turki, Spanyol, dan Meksiko yang menyatakan penyerangan tentara Israel ke Gaza adalah genosida. Beberapa pekan kemudian, Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat penangkapan terhadap para penjahat perang Gaza.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/12/26/bcbe1519-9362-4429-bf1c-e7f2444ae864_jpg.jpg)
Orang-orang yang masuk ke dalam daftar buron ICC adalah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant, Pemimpin Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh, Komandan Militer Hamas Mohammed Deif, dan Pemimpin Hamas di Gaza Yahya Sinwar. Haniyeh tewas akibat serangan pesawat nirawak Israel di Teheran, Iran, dan Sinwar tewas ketika diserang di Gaza. Militer Israel mengaku telah membunuh Deif, tetapi disangkal oleh Hamas. Status dan keberadaannya tidak diketahui.
Sementara itu, pada November 2024, Netanyahu memecat Gallant dari kabinetnya. Sejak perang meletus pada 7 Oktober 2023, Gallant dan Netanyahu kerap beradu pendapat. Menurut Gallant, fokus Israel semestinya pada pemulangan para sandera yang sejatinya bisa dilakukan tanpa kontak senjata. Ia menuduh Netanyahu memprioritaskan mendongkel Hamas dan membumihanguskan Gaza.
(AP/AFP/Reuters)
Penulis:
Laraswati Ariadne AnwarEditor:
Bonifasius Josie Susilo H