PBB menolak bergabung dengan badan bantuan Gaza bentukan AS. Para Pejabat PBB juga mengecam tindakan Israel di Gaza yang disebut sebagai genosida.
17 Mei 2025 11:31 WIB · Internasional
NEW YORK, JUMAT – Kepala Badan Bantuan PBB Tom Fletcher menegaskan, pihaknya menolak rencana bantuan kemanusiaan Amerika Serikat untuk Gaza, Jumat (16/5/2025). Fletcher menegaskan, PBB sudah siap membagikan 160.000 peti bantuan kemanusiaan saat ini untuk dibagikan di Gaza. Masalahnya, militer Israel terus mengepung Gaza dan menutup akses bagi bantuan kemanusiaan masuk sejak 2 Maret 2025.
Menurut Hukum Humanitarian Internasional, sebagaimana dicantumkan laman Human Rights Watch, 18 Desember 2023, menggunakan kelaparan warga sipil sebagai metode peperangan seperti yang dilakukan Israel di Jalur Gaza, Palestina, adalah kejahatan perang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/15/52c33547de4fa88bd8d6199ee364e048-TOPSHOT_PALESTINIAN_ISRAEL_CONFLICT_ISLAM_RAMADAN_128226862.jpg)
“Bagi yang mendukung pembagian bantuan, mari jangan membuang waktu. Kita (PBB) sudah mempunyai rencana,” kata Fletcher dalam keterangan tertulis setelah Israel selama 75 hari menghentikan masuknya bantuan kemanusiaan. Bantuan berupa makanan, air bersih, obat–obatan dan berbagai kebutuhan dasar tersebut sangat dibutuhkan di Jalur Gaza yang kini dihuni hampir dua juta jiwa pengungsi.
“Biarkanlah kami bekerja cepat dan tanpa hambatan demi rakyat di Gaza,” kata Fletcher.
Di tempat terpisah, Presiden AS Donald Trump berkomentar, Jumat, banyak warga kelaparan di Jalur Gaza. Sebuah lembaga kemanusiaan memperkirakan, setengah juta orang di Gaza menderita kelaparan atau 25 persen dari total penduduk di daerah yang telah dihancurkan militer Israel dalam perang sejak serangan Hamas ke Israel tanggal 7 Oktober 2023.
Pihak Israel menuduh Hamas mencuri bantuan kemanusiaan yang masuk ke Jalur Gaza. Hamas menolak keras tuduhan tersebut. Hamas adalah pemerintahan de facto di Jalur Gaza dan mendapat dukungan rakyat Palestina.
Bantuan Versi AS
Rencana bantuan alternatif bagi Gaza yang diajukan Amerika Serikat melalui Yayasan Kemanusiaan Gaza direncanakan mulai bekerja di Jalur Gaza pada akhir Mei. PBB menolak terlibat dalam kegiatan tersebut karena dinilai tidak netral dan mandiri. Fletcher menyatakan ada 9.000 truk pengangkut bantuan PBB sudah siap memasuki Jalur Gaza kapan saja akses masuk diberikan.
Adapun langkah sepihak AS tersebut didukung kontraktor keamanan bersenjata AS dan perusahaan logistik dan transportasi AS ke titik aman di Gaza. Namun, tidak dijelaskan bagaimana Yayasan Kemanusiaan Gaza tersebut dibiayai pihak AS.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/26/4bcf0826fe04d48e49049fe179455ac2-TOPSHOT_PALESTINIAN_ISRAEL_CONFLICT_CEASEFIRE_DISPLACED_127045788.jpg)
Pada saat sama, AS terus membantu kebutuhan militer Israel yang menggempur Gaza dan Tepi Barat.
Yayasan Kemanusiaan Gaza telah meminta kepada Israel untuk mengizinkan akses bagi bantuan kemanusiaan PBB dan lembaga lain melanjutkan operasi kemanusiaan di Gaza hingga lembaga buatan AS tersebut siap bekerja. “Ini penting demi meringankan penderitaan warga saat ini,” kata Yayasan Kemanusiaan Gaza dalam keterangan tertulis.
Israel secara khusus menjanjikan yayasan bentukan AS tersebut dapat segera menyalurkan bantuan. Namun, Misi Tetap Israel di PBB menolak memberikan keterangan resmi terkait hal itu, Jumat.
Genosida Gaza
Kepala Komisioner HAM PBB Volker Turk mengatakan, serangan militer Israel di Gaza sudah masuk kategori pemusnahan etnis (genosida) yang merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. “Serangan bom terakhir ini dan tindakan menghalangi bantuan kemanusiaan adalah upaya menghabisi nyawa penduduk Jalur Gaza. Itu melawan Hukum Internasional dan mengarah pada pemusnahan etnis,” kata Volker Turk dalam keterangan tertulis.
Pemusnahan etnis atau genosida pernah dialami oleh Etnis Yahudi di Eropa semasa Perang Dunia II di masa kekuasaan Nazi Jerman (1939 - 1945). Setelah Perang Dunia II, sebagian Yahudi penyintas perang hijrah ke Palestina dan mengambil alih tanah warga dengan mengusir 90 persen penduduk Palestina pada Mei 1948 yang dikenal sebagai peristiwa Nakba (Bencana).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/01/28/b05e9ab2-1a58-40fe-9120-e555a84200c8.jpg)
Setelah gencatan senjata dua bulan Israel – Hamas diakhiri secara sepihak oleh Israel, blokade total dilakukan di Jalur Gaza. Berbagai lembaga kemanusiaan tidak bisa mengirimkan bantuan yang dibutuhkan warga Gaza yang nyaris seluruhnya menjadi pengungsi karena hunian mereka hancur dibombardir Israel.
Media Israel melaporkan, Jumat, pihak militer (Tzahal) telah meningkatkan serangan di Gaza setelah Pemerintah Israel menyetujui rencana menguasai wilayah Palestina tersebut pada awal Mei.
Volker Turk secara tegas meminta Israel menghentikan serangan dan negara ketiga ikut menekan Israel dan tidak melibatkan diri termasuk dalam memberikan dukungan perlengkapan militer.
“Kita harus menghentikan kegilaan ini. Warga harus hidup di tenda – tenda yang juga jadi sasaran dan mereka dibuat kelaparan,” kata Turk tegas.
Layanan medis di Gaza semakin hancur akibat serangan Israel ke sejumlah rumah sakit yang tersisa.
Serangan Israel sejak tanggal 18 Maret 2025 hingga kemarin telah menambah korban jiwa 2.876 orang. Total korban jiwa di Gaza sudah melampaui 53.000 orang dan didominasi perempuan dan anak – anak.
Berbagai tayangan Al Jazeera +. TRT Turki, dan Middle East Eye memperlihatkan berbagai serangan seperti pengeboman tenda pengungsi, kekerasan terhadap warga sipil, pengusiran pasien rumah sakit dan lain – lain yang dilakukan Tzahal terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.
Volker Turk juga mengingatkan dalam pekan ini saja, Israel telah menyerang dua rumah sakit di Khan Younis, Gaza selatan, yakni RS Nasser dan RS Eropa. RS Eropa berhenti beroperasi akibat serbuan Tzahal. “Rumah sakit itu dilindungi hukum internasional dan tidak boleh diserang,” kata Turk.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/22/b443913c-d2ab-408c-92af-b819310f4819.jpg)
Sanggahan Israel
Wakil Tetap Israel di PBB, Danny Danon murka atas keterangan Tom Fletcher di depan Dewan Keamanan soal genosida yang dilakukan Israel di Jalur Gaza. Dalam surat kepada Fletcher, Jumat, Danny Danon menuduh pejabat PBB itu melakukan drama politik dan menuduh Israel.
“Anda terlalu lancang sebagai pejabat PBB di depan Dewan Keamanan menuduh adanya genosida tanpa diberi mandat untuk itu. Itu sangat tidak tepat dan tidak bertanggungjawab yang menghancurkan posisi netral anda,” tulis Danon.
Juru Bicara Fletcher belum menanggapi permintaan tanggapan media tentang adanya surat sanggahan Danny Danon tersebut. (Reuters/AFP)
Penulis:
Iwan SantosaEditor:
Nur HidayatiPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .