Pelaku pasar menyambut baik percakapan telepon Presiden Trump-Presiden Xi. Namun bursa AS melemah karena perseteruan terbuka Trump dengan miliarder Elon Musk.
06 Jun 2025 10:00 WIB · Internasional
NEW YORK, JUMAT — Pelaku pasar di Amerika Serikat bereaksi positif atas komunikasi telepon Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang digelar pada Kamis (5/6/2025). Mereka sepakat mencegah perang dagang yang tidak terkendali lantaran perang tarif. Isu lain yang turut dibahas dalam percakapan selama satu setengah jam itu adalah pasokan logam tanah jarang.
Sebagaimana dikutip kantor berita AFP pada Jumat (6/6/2025), Trump dalam akun media sosial Truth menyebut hasil pembicaraan dengan Xi sangat positif. ”Percakapan kami fokus pada isu perdagangan,” kata Trump.
Selain itu, Trump mengungkapkan pula harapan agar kedua negara dapat menyelesaikan masalah logam tanah jarang. Mineral berharga itu sangat penting bagi industri teknologi tinggi dan perlengkapan militer yang diproduksi AS.
Dalam percakapan telepon tersebut, Trump dan Xi juga membahas kemungkinan bagi mereka untuk bertemu secara langsung. ”Presiden Xi dengan kemurahan hati mengundang saya dan Ibu Negara mengunjungi China dan saya juga membalas dengan undangan serupa. Pertemuan pemimpin dua negara besar adalah sesuatu yang ditunggu-tunggu,” kata Trump menambahkan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2020/06/19/FILES-US-POLITICS-BOOK-BOLTON-CHINA-TRUMP_89922012_1592501086.jpg)
Terkait dengan perundingan dagang, perwakilan AS dan perwakilan China disebutkan juga akan segera bertemu. Trump mengatakan, kapan dan tempat pertemuan akan disampaikan lebih lanjut. Menteri Keuangan AS Scott Bessent, Menteri Perdagangan Howard Lutnick, dan Utusan Dagang AS Jamieson Greer akan mewakili AS dalam perundingan dengan China.
Melihat gelagat positif itu, pasar pun optimistis karena yang dibicarakan adalah langkah rekonsiliasi, bukan pertentangan. Patrick O’Hare dari Briefing.com mengatakan, pembicaraan di antara dua pemimpin negara adidaya itu bernada mendamaikan daripada agresif.
Analis dari City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada, mengatakan, pasar berharap komunikasi langsung Trump-Xi dapat mengurangi ketegangan perang dagang walau hanya sementara. Dia menambahkan, yang tidak kalah penting, percakapan Trump–Xi terwujud dalam langkah nyata dan tidak berakhir dalam omong–omong belaka.
Akan tetapi, dari Beijing dikabarkan, keterangan atas percakapan tersebut diberi tambahan tentang pernyataan Presiden Xi untuk mengoreksi arah hubungan AS–China. Percakapan telepon itu digelar setelah Beijing dan Washington DC saling tuduh bahwa ”pihak lawan” melanggar gencatan senjata Perang Dagang yang disepakati di Geneva, Swiss, bulan lalu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/18/be4f702e4e584b2f5136865309665fc5-20250415_GKT_Perang_Tarif_AS_China2_mumed.png)
Kantor berita Xinhua mengutip keterangan Presiden Xi yang menggarisbawahi pentingnya membetulkan arah hubungan China-AS, terutama untuk mengatasi aneka hal yang mengganggu hubungan mereka. Xinhua menambahkan, percakapan Trump–Xi juga membahas soal Taiwan yang bagi China adalah bagian dari teritorial mereka sejak perang saudara China berakhir tahun 1949.
Xi mengingatkan agar AS dan Sekutu hati–hati dalam memainkan isu Taiwan agar tidak menyeret AS–China ke dalam konflik. Xinhua juga melaporkan undangan Xi kepada Trump untuk mengunjungi China dan ucapan selamat atas kembalinya Trump berkuasa saat ini.
Sejak kembali berkuasa di Gedung Putih, Januari 2025, Presiden Trump langsung melancarkan perang tarif terhadap semua mitra dagang bahkan terhadap wilayah tidak berpenghuni sekalipun. Tarif terbesar diterapkan terhadap China hingga 145 persen. Padahal, sebagian besar warga menengah-bawah AS menjadi konsumen terbesar barang kebutuhan sehari-hari buatan China.
China juga membalas dengan menerapkan tarif hingga 125 persen. Saat ini importir China mengalihkan impor semisal daging sapi dari Australia dan Amerika Selatan dan kebutuhan kacang kedelai dari Amerika Latin. Kondisi tersebut berdampak pada peternakan dan petani di AS yang kehilangan pasar besar di China.
Namun, hasil positif diplomasi tingkat tinggi pada pagi hari itu tidak diikuti reaksi positif pasar AS atas perselisihan Trump–Musk yang mengakibatkan indeks saham sejumlah perusahaan besar jatuh. Semisal saham perusahaan mobil listrik Musk, Tesla, merosot 14 persen seiring dengan ancaman Trump akan memutus kontrak untuk Tesla.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/31/9fe3ad9ba2984883c027e86067387f18-cropped_image.jpg)
Trump menyatakan kecewa atas keterangan Musk di depan Kongres yang menyatakan pemborosan anggaran yang dilakukan pemerintahan Trump. ”Ini reaksi pasar yang logis,” kata O’Hare.
Dalam perkembangan terakhir, ketika situasi bursa AS menurun, euro menguat setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan memotong suku bunga. Berbagai bursa Eropa tutup dengan posisi beragam walau ECB memotong bunga simpanan ke dua persen. Itu adalah pemotongan bunga kedelapan sejak Juni 2024.
Presiden ECB Christine Lagarde mengatakan, pihaknya akan mengakhiri siklus pemotongan suku bunga. Langkah ECB berbeda dengan Bank Sentral AS Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga di tengah kekhawatiran berbagai tarif Trump akan memicu inflasi terhadap ekonomi terbesar di dunia.
Para pemodal menanti dikeluarkannya daftar belanja rutin Pemerintah AS yang akan menunjukan arah kebijakan keuangan. Menurut lembaga ADP, lapangan kerja yang bertambah di AS pada April 2025 hanya tumbuh 37.000 lowongan kerja. Survei lain menunjukkan sektor jasa di AS mengalami kontraksi untuk pertama kali pada Mei 2025 sejak Juni 2024.
Data tersebut memperlihatkan kecenderungan ekonomi AS sedang gagap menghadapi perkembangan yang terjadi.
Berbagai angka dalam penutupan bursa kemarin, New York (Dow Jones) turun 0,3 persen pada 42.319,74, New York-S&P 500 turun 0,5 persen pada 5.939,30, dan New York-Nasdaq Composite turun 0,8 persen 19.298,45.
Di negara lain, indeks Paris-CAC 40 turun 0,2 persen pada 7.790,27; Frankfurt-DAX naik 0,2 persen pada 24.323,58; London-FTSE 100 naik 0,1 persen pada 8.811,04; Tokyo-Nikkei 225 turun 0,5 persen pada 37.554,49; Hongkong-Hangseng Indeks naik 1,1 persen pada 23.906,97; dan Shanghai-Composite naik 0,2 persen pada 3.384,10. (AP/AFP)
Penulis:
Iwan SantosaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari