Pebulu Tangkis Muda Belajar dari Tekanan Istora

Menang atau kalah, pemain muda Indonesia belajar dari pengalaman berharga merasakan atmosfer pertandingan di Istora Gelora Bung Karno saat Indonesia Masters 2025.

21 Jan 2025 14:55 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah, Riana Afifah

JAKARTA, KOMPAS — Atmosfer Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, saat turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2025 dapat menjadi pengalaman berharga bagi para pebulu tangkis muda Indonesia. Kendati Istora tidak terlalu ramai, bermain di hadapan publik sendiri tetap bisa menambah semangat sekaligus memunculkan tekanan. Namun, dari situlah, pemain muda bisa belajar.

Sorak-sorai penonton terdengar ketika tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, bermain pada babak kualifikasi, Selasa (21/1/2025) siang. Apabila dibandingkan dengan suasana Istora saat dipenuhi penonton, keriuhan itu belum ada apa-apanya. Lebih dari setengah kapasitas sekitar 7.000 kursi Istora tidak terisi.

Walakin, dukungan penonton tersebut tetap menambah semangat Alwi Farhan hingga merebut gim pertama dalam laga kontra wakil Korea Selatan, Jeon Hyeok-jim. Namun, pada gim kedua dan ketiga, dukungan publik sendiri justru membuat hasrat Alwi untuk menang kian menggebu. Dia pun tertekan.

”Ini pengalaman baru buat saya. Main di Istora ternyata tidak semudah apa yang saya pikir,” kata Alwi selepas laga yang berakhir 21-15, 20-22, 18-21, itu.

Pebulu tangkis tunggal putra Alwi Farhan menyeka keringat saat berhadapan dengan pebulu tangkis Korea Selatan Jeon Hyeok Jin pada babak kualifikasi Daihatsu Indonesia Master 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2025). Farhan Alwi kalah dari Jeon Hyeok Jin dengan skor 21-15, 20-22, dan 18-21. Indonesia Master 2025 resmi digelar mulai dari 21-26 Januari 2025. Indonesia Masters Super 500 yang menjadi turnamen level menengah ini menjadi ajang para pemain muda Indonesia memperlihatkan kemampuannya. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 21-01-2025

Pada gim kedua, Alwi sebenarnya sudah unggul 20-17. Namun, Hyeok-jim mampu mengejar dan menyalip. Pebulu tangkis berusia 19 tahun itu juga selalu tertinggal sejak awal gim ketiga hingga lawan bisa memenangi pertandingan.

”Ternyata, banyak faktor yang harus saya kuasai, seperti tadi beberapa poin memang banyak nafsu. Tenaga juga terkuras karena maunya menyerang terus,” ujar Alwi.

Dengan hasil ini, Alwi gagal menembus babak utama Indonesia Masters pertamanya. Nasib serupa juga dialami enam wakil Indonesia lain yang berlaga pada babak kualifikasi. Mereka merupakan para pemain pelatnas pratama, yakni para pemain yunior yang dipersiapkan untuk regenerasi dan pembinaan jangka panjang.

Terhitung hanya dua wakil Indonesia yang mampu mengamankan posisi untuk berlaga pada babak 32 besar. Mereka adalah Chiara Marvella Handoyo (tunggal putri) dan Raymond Indra/Patra Harapan Rindorindo (ganda putra).

Pebulu tangkis tunggal putra Alwi Farhan (kiri) memukul kok saat berhadapan dengan pebulu tangkis Korea Selatan Jeon Hyeok Jin pada babak kualifikasi Daihatsu Indonesia Master 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2025). Farhan Alwi kalah dari Jeon Hyeok Jin dengan skor 21-15, 20-22, dan 18-21. Indonesia Master 2025 resmi digelar mulai dari 21-26 Januari 2025. Indonesia Masters Super 500 yang menjadi turnamen level menengah ini menjadi ajang para pemain muda Indonesia memperlihatkan kemampuannya. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 21-01-2025

Chiara Marvella Handoyo menang atas wakil India, Isharani Baruah, dengan skor 21-18, 22-20. Menurut runner-up Kejuaraan Dunia Yunior 2023 itu, pertandingan sebenarnya tidak mudah. Apalagi, dia belum benar-benar beradaptasi dengan arena pertandingan. Persiapannya pun mendadak karena kepastian bisa berlaga di Indonesia Masters 2025 baru diketahui pada Senin (20/1/2025) sore.

Quote

Bermain di Istora Senayan tentu impian saya sejak kecil. Sekarang, saya bisa bermain di sini dan tidak mau membuang kesempatan. Tentu, saya ingin bermain lebih berani lagi dan percaya diri saat pertandingan selanjutnya.

Mengatasi tekanan

Chiara juga mengaku tegang karena pertama kali bermain di hadapan publik Istora. Namun, lantaran pengumuman bisa bermain datang di detik-detik terakhir, dia justru bisa bermain lebih lepas. Tak hanya itu, Chiara juga bisa mengatasi tekanan untuk menang dan akhirnya mengeluarkan performa terbaik.

Seperti Chiara, Raymond Indra/Patra Harapan Rindorindo juga dapat mengatasi tekanan yang muncul dalam pertandingan, yaitu dengan mengalahkan wakil Malaysia, Aaron Tai Wei Qin/Kang Khai Xing. Raymond/Putra menang lewat laga ketat yang berakhir dengan skor 21-19, 19-21, 21-19.

Menurut runner up WONDR by BNI Indonesia Masters 2024 Super 100 itu, kunci kemenangan mereka adalah menjaga fokus dan mencoba bermain lebih berani. Keinginan agar tidak menyia-nyiakan kesempatan bermain di Istora GBK juga menjadi pendorong kuat untuk memenangi pertandingan.

Pebulu tangkis tunggal putri Ruzana berhadapan dengan pebulu tangkis Azerbaijan Keisha Fatima Azzahra pada babak kualifikasi Daihatsu Indonesia Master 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2025). Ruzzana kalah atas Azzahra dengan skor 17-21, 21-16, dan 19-21. Indonesia Master 2025 resmi digelar mulai dari 21-26 Januari 2025. Indonesia Masters Super 500 yang menjadi turnamen level menengah ini menjadi ajang para pemain muda Indonesia memperlihatkan kemampuannya. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 21-01-2025

”Bermain di Istora Senayan tentu impian saya sejak kecil. Sekarang, saya bisa bermain di sini dan tidak mau membuang kesempatan. Tentu, saya ingin bermain lebih berani lagi dan percaya diri saat pertandingan selanjutnya,” kata Raymond.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah, Riana Afifah
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono