Peduli Gaza, Lembaga Norwegia Stop Investasi di Perusahaan Senjata AS-Jerman

Reaksi negatif atas serangan Israel ke Gaza terus bertambah. Pendukung serangan dijauhi, termasuk oleh investor.

30 Jun 2025 14:00 WIB · Internasional

Oleh Mahdi Muhammad

OSLO, SENIN — Pengelola dana pensiun terbesar Norwegia, KLP, mengumumkan berhenti berinvestasi di perusahaan senjata Amerika Serikat dan Jerman. Sebab, perusahaan-perusahaan itu menjual senjata yang dipakai Israel menyerang Gaza.

KLP mengumumkan itu pada Senin (30/6/2025). Investasi di Oshkosh Corporation, AS, dan ThyssenKrupp, Jerman, dilepas KLP. Alasannya, Oshkosh memasok truk kepada militer Israel, Tzahal. Truk itu dipakai Tzahal mengangkut pasukan di Gaza.

Sementara ThyssenKrupp, menurut KLP, terlibat dalam pembuatan korvet dan kapal selam untuk Angkatan Laut Israel. ”Perusahaan memiliki kewajiban independen untuk memeriksa tuntas demi menghindari turut terlibat dalam pelanggaran HAM dan hukum humaniter,” kata Kepala Seksi Investasi Bertanggung Jawab di KLP, Kiran Aziz.

KLP mengelola dana pensiun 114 miliar dollar AS. Asetnya termasuk saham Oshkosh senilai 1,9 juta dollar AS dan saham ThyssenKrupp senilai 994 juta dollar AS.

KLP menyebut, Oshkosh dan ThyssenKrupp sudah lama berhubungan dengan Tzahal dan aparat Israel lainnya. Kerja sama itu terus berlanjut selepas Israel menyerang Gaza.

Sejak Israel menyerang Gaza, desakan divestasi kepada pihak terkait serangan itu terus digemakan. Sejumlah universitas di AS dan Eropa didesak berhenti menginvestasikan dana abadinya kepada pihak terkait serangan.

Oleh Israel dan pendukungnya, desakan itu dituding antisemit. Padahal, desakan itu cara menekan Israel menghentikan kebrutalan di Gaza. Berbagai pakar independen menyimpulkan, serangan Israel ke Gaza salah satu operasi militer paling merusak dan mematikan.

Israeli soldiers take up position at the European Hospital in Khan Younis, southern Gaza, where the military claims that Hamas militants operated in a tunnel beneath the facility, on Sunday, June 8, 2025. (AP Photo/Ohad Zwigenberg)

Terus menyerang

Pengumuman KLP diungkap kala Israel terus menghancurkan Gaza. Beberapa jam sebelum pengumuman KLP, Tzahal menyerang penampungan pengungsi di Jabaliya. Sedikitnya 15 warga tewas akibat serangan itu.

Di berbagai lokasi lain, Israel membunuh 70 warga Gaza sepanjang hari Minggu saja. Seperti sejak 8 Oktober 2023, mayoritas korban tewas dan cedera akibat serangan Israel di Gaza adalah warga sipil.

Paling sedikit 56.500 warga sipil Gaza tewas akibat serangan Israel sejak Oktober 2023. Jumlahnya dikhawatirkan lebih banyak karena ada ribuan warga Gaza tidak diketahui nasibnya sejak Israel menyerang.

Selepas setiap serangan Israel, warga dan sukarelawan medis berjibaku mencari korban. Pencarian terus dilakukan sampai berbulan atau melebihi setahun sejak serangan dilancarkan.

Video mutakhir yang beredar menunjukkan ada sisa jenazah ditemukan di bawah reruntuhan bangunan. Penemuan terjadi setahun sejak bangunan itu dihancurkan Israel. Sisa jenazah dipulasara sebelum dimakamkan.

Sementara Tzahal terus mengusir warga dari satu wilayah ke wilayah lain di Gaza. Pada Minggu, Tzahal meminta warga meninggalkan Jabaliya. Sebagian diminta berkumpul di kawasan Al-Muwasi.

Perintah pengosongan hanya diberikan ke Gaza Timur dan Gaza Utara. Padahal, bom-bom Israel juga menghancurkan kawasan di Gaza Barat dan Gaza Tengah. ”Kami kelelahan, kami lelah. Kami berharap kepada Tuhan agar perang ini berakhir,” kata Mahmoud Wadi, warga Gaza

Warga Gaza semakin pesimistis pada peluang perdamaian. ”Sejak awal perang, mereka telah menjanjikan sesuatu seperti ini: bebaskan para sandera dan kami akan menghentikan perang. Mereka tidak menghentikan perang,” kata seorang warga Palestina, Abdel Hadi al-Hour.

Anjuran gencatan senjata terus disampaikan beberapa pihak. Presiden AS Donald Trump juga mendesak gencatan senjata itu. Pada Senin dini hari WIB, ia mendesak Israel-Hamas menyepakati gencatan senjata dan pembebasan tawanan.

Sejak awal serangan ke Gaza, Israel berulang kali menolak gencatan senjata. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berulang menghambat gencatan senjata.

Caranya, ia mendadak menambah syarat atau tuntutan baru setiap kali kesepakatan akan tercapai. Ia juga kerap memerintahkan peningkatan serangan setiap perundingan berlangsung dan kesepakatan hampir tercapai.

Petinggi Hamas, Mahmoud Merdawi, menyebut Netanyahu dan Tzahal berulang kali menyabotase upaya bina damai. Hamas berulang kali menyatakan siap membebaskan semua orang yang mereka tawan.

Syaratnya, Israel menarik semua pasukan dan berhenti menyerang Gaza. Israel menolak permintaan itu dan berkeras mau terus menduduki Gaza.

Upaya bina damai melibatkan berbagai pihak. Direktur Badan Intelijen Turki Ibrahim Kalin dikabarkan menemui Muhammad Darwish yang kini memimpin Biro Politik Hamas untuk membahas bina damai.

(AP/Reuters/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Mahdi Muhammad
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji