Sinner dan Swiatek Kian Solid Menuju Pekan Kedua Australia Terbuka

Jannik Sinner dan Iga Swiatek tampil semakin solid. Mereka menjadi bagian unggulan yang lolos ke pekan kedua Australia Terbuka.

18 Jan 2025 19:41 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

MELBOURNE, SABTU — Tiga babak selama sepekan telah dilalui petenis yang tampil di Melbourne Park untuk berebut gelar juara Grand Slam Australia Terbuka. Setengah perjalanan lagi dengan jalur lebih terjal harus ditempuh para favorit juara.

Pada persaingan tunggal putra, Jannik Sinner masih berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan gelar juara dan statusnya sebagai petenis nomor satu dunia. Sinner memperoleh tiket babak keempat setelah mengalahkan Marcos Giron, 6-3, 6-4, 6-2, di Rod Laver Arena, Melbourne Park, Australia, Sabtu (18/1/2025).

Sinner sedikit ”terpeleset” saat berhadapan dengan petenis tuan rumah yang tampil karena mendapat wildcard, Tristan Schoolkate, ketika bermain empat set pada babak kedua. Namun, petenis Italia itu tampil lebih baik saat melawan Giron.

”Selalu ada performa naik-turun setiap menjalani turnamen, apalagi dalam turnamen Grand Slam. Setelah ini, saya harus bisa meningkatkan level permainan,” ujar Sinner.

Penampilan yang begitu konsisten pada 2024, dengan menjuarai delapan turnamen, termasuk Grand Slam Australia dan Amerika Serikat Terbuka, membuat Sinner paling dijagokan untuk meraih trofi kedua di Melbourne Park. Djokovic pernah mengatakan bahwa Sinner mempunyai kelebihan bisa memukul dengan kecepatan dan kualitas yang konsisten sepanjang pertandingan.

Petenis Jannik Sinner (kiri) berjabat tangan dengan Marcos Giron seusai pertandingan Australia Terbuka di Melbourne, Australia, Sabtu (18/1/2025). Sinner melaju ke babak keempat dengan mengalahkan Giron.

Jika tak terjadi kejutan, Sinner seharusnya bisa mencapai final dengan mudah. Sisa pesaing terkuat pada paruh atas undian ialah unggulan delapan asal tuan rumah, Alex de Minaur, yang bisa menjadi lawan pada perempat final.

Setelah itu, calon lawan pada semifinal ialah salah satu di antara empat petenis lain, yaitu Ben Shelton, Gael Monfils, Lorenzo Sonego, atau Learner Tien, yang harus menjalani babak kualifikasi lebih dulu. Tien merupakan petenis AS berusia 19 tahun dari orangtua yang berasal dari Vietnam.

Jalan bagi Sinner berbeda dengan petenis lain yang menjadi rival utama, setidaknya dalam dua tahun terakhir, yaitu Carlos Alcaraz dan pemilik 10 gelar juara Australia Terbuka, Novak Djokovic. Keduanya bersaing pada paruh bawah undian dan bisa bertemu di perempat final. Pada babak keempat, Minggu, Djokovic harus mengalahkan dulu Jiri Lehecka, sementara Alcaraz melawan Jack Draper.

Keberadaan dua kali semifinalis Australia Terbuka yang menjadi unggulan kedua, yakni Alexander Zverev, menambah sulit tingkat persaingan pada undian paruh bawah. Zverev berhadapan dengan Ugo Humbert di perempat final.

APTOPIX Australian Open Tennis

Sementara kemenangan atas unggulan keempat, Taylor Fritz, dengan skor 3-6, 7-5, 7-6 (1), 6-4, pada Sabtu, membuat Monfils menjadi petenis tertua kedua yang melaju ke babak keempat Australia Terbuka sejak 1988. Monfils mencapainya pada usia 38 tahun 4 bulan, lebih muda satu bulan dibandingkan dengan Federer ketika bertahan hingga semifinal tahun 2020. Setelah itu, Federer hanya tampil di Perancis Terbuka dan Wimbledon 2021 di ajang Grand Slam, kemudian pensiun pada September 2022 dalam usia 41 tahun.

”Saya tetap bermain untuk momen seperti ini. Tampil melawan petenis unggulan di stadion besar dengan banyak energi dan penonton. Saat masih aktif pada usia 38 tahun, hal-hal seperti yang saya inginkan dan saya beruntung bisa mengalaminya,” tutur Monfils yang tampil di Margaret Court Arena, stadion terbesar ketiga di Melbourne Park, berkapasitas 7.500 penonton.

Beberapa jam kemudian, di lapangan yang sama, istri Monfils, yaitu Elina Svitolina, mencapai babak keempat setelah mengalahkan finalis Perancis Terbuka dan Wimbledon 2024, Jasmine Paolini, dengan sksor 2-6, 6-4, 6-0. Selanjutnya, Svitolina akan berhadapan dengan Veronika Kudermetova.

Seandainya bisa mencapai kembali perempat final, seperti pada 2018 dan 2019, Svitolina bisa bertemu Elena Rybakina. Performa Rybakina sepanjang 2024 tak sebaik dua musim sebelumnya ketika dia menjuarai Wimbledon 2022 dan menjadi finalis Australia Terbuka 2023. Akan tetapi, petenis Kazakshtan yang selalu berpenampilan tenang ini tetap layak diperhitungkan untuk meraih gelar Grand Slam kedua.

France's Gael Monfils (L) embraces his wife Ukraine's Elina Svitolina following her victory against Italy's Jasmine Paolini in their women's singles match on day seven of the Australian Open tennis tournament in Melbourne on January 18, 2025. (Photo by Martin KEEP / AFP) / -- IMAGE RESTRICTED TO EDITORIAL USE - STRICTLY NO COMMERCIAL USE --

”Bagel” kedua Swiatek

Berada pada paruh undian yang sama dengan Rybakina adalah unggulan kedua, Iga Swiatek, yang juga akan tampil pada pekan kedua. Keduanya dimungkinkan bertemu pada semifinal.

Pada babak ketiga, Swiatek bertemu sesama juara Grand Slam, Emma Raducanu. Mereka memiliki persamaan sebagai juara AS Terbuka, yaitu Raducanu pada 2021 dan Swiatek pada tahun berikutnya. Gelar itu menjadi bagian dari lima gelar juara Grand Slam bagi Swiatek, sedangkan setelah menjuarai AS Terbuka, hasil terbaik Raducanu di level Grand Slam ialah babak keempat Wimbledon 2024.

Dengan reputasi tersebut, persaingan mereka dinanti banyak penggemar tenis. Walaupun Swiatek selalu menang pada tiga laga sebelumnya, perjumpaan mereka di Melbourne Park selayaknya berlangsung ramai seperti pada perempat final WTA Stuttgart 2024. Saat itu, Swiatek menang dua set, tetapi harus melewati perlawanan ketat Raducanu, 7-6 (2), 6-3.

Namun, persaingan hanya berimbang di awal. Setelah kedudukan 1-1, Swiatek memenangi 11 gim berikutnya secara beruntun dan menang dengan skor 6-1, 6-0. Hasil telak tersebut sama seperti ketika pertemuan pada perempat final Wimbledon tunggal putri yunior 2018 yang dimenangi Swiatek, 6-0, 6-1.

”Beberapa pukulan dalam pertandingan tadi sesuai seperti harapan dan sama seperti yang saya lakukan di latihan. Saya sangat percaya diri. Break point (lima dari 12 kesempatan) yang akhirnya saya menangi juga sangat penting,” kata Swiatek yang mendapat 59 poin, sedangkan Raducanu hanya 29 poin.

APTOPIX Australian Open Tennis

Kemenangan atas Raducanu menunjukkan semakin solidnya penampilan Swiatek. Dia membuat skor ”bagel”, yaitu 6-0, dalam dua babak beruntun. Dua hari sebelumnya, petenis Polandia berusia 23 tahun itu mengalahkan Rebecca Sramkova, 6-0, 6-2. Adapun babak pertama dimenangi dengan skor 6-3, 6-4 atas Katerina Siniakova.

Di arena tenis, skor 6-0 disebut dengan istilah bagel karena angka 0 menyerupai bentuk bagel, makanan serupa donat. Ketika mendominasi persaingan tunggal putri sejak 2022, Swiatek sering membuat skor itu dan 6-1, yang kemudian muncul istilah skor ”breadstick”. Oleh penggemar tenis, Swiatek pun disebut sebagai ”pemilik toko roti”.

Selain Swiatek dan Rybakina, dua juara Grand Slam lainnya akan tampil pada babak keempat. Juara bertahan yang merupakan petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, akan melawan petenis berusia 17 tahun, Mirra Andreeva. Adapun juara AS Terbuka 2023, Cori Gauff, akan berhadapan dengan Belinda Bencic yang menang atas Naomi Osaka.

Semangat Osaka untuk kembali ke persaingan level elite terhenti pada babak ketiga, Jumat (17/1/2025), karena tak dapat menyelesaikan pertandingan melawan Bencic. Osaka unggul 5-2 pada set pertama, tetapi kehilangan set ini dengan skor 6-7 (3), kemudian mundur sebelum set kedua. Dia mengalami cedera otot perut sejak sebelum tiba di Melbourne hingga kesulitan melakukan servis sambil melompat.

(AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto