Pelajar SMK di Semarang Tewas Ditembak Polisi

Seorang pelajar SMK di Kota Semarang, Jateng, tewas setelah ditembak oleh polisi. Namun, pelaku penembakan hingga kini belum ditangkap aparat Polrestabes Semarang.

25 Nov 2024 19:21 WIB · Kriminalitas

Oleh Kristi Dwi Utami

SEMARANG, KOMPAS — G (17), siswa SMKN 4 Semarang, Jawa Tengah, tewas setelah ditembak pada Minggu (24/11/2024) dini hari. Pelakunya diketahui seorang polisi.

Keluarga ataupun pihak sekolah mempertanyakan identitas penembak serta motif di balik penembakan tersebut. Umi S, kerabat G, menuturkan, pihak keluarga mengetahui kabar terkait meninggalnya G pada Minggu siang.

Kala itu, keluarga ditelepon oleh seseorang yang mengaku dari Kepolisian Resor Kota Besar Semarang. Orang tersebut meminta keluarga untuk menjemput jenazah G di Rumah Sakit Umum Pusat Dr Kariadi.

”Benar, ditembak. Tahu-tahu meninggal, saya bingung sendiri kok meninggal. Kami belum mendapat penjelasan, masih bingung,” kata Umi saat dihubungi, Senin (25/11/2024).

Menurut Umi, jenazah G langsung dibawa ke rumah neneknya di Kecamatan Semarang Barat. Setelah itu, jenazah langsung dibawa ke kampung halaman keluarga ayah G di Sragen pada Minggu petang untuk kemudian dimakamkan pada Senin petang.

Wakil Kepala Kesiswaan SMKN 4 Semarang, Agus Riswantini (tengah) memberikan keterangan kepada media, Senin (25/11/2024).

Wakil Kepala Kesiswaan SMKN 4 Semarang Agus Riswantini menuturkan, pihaknya baru mendapatkan informasi bahwa G meninggal pada Minggu petang. Informasi itu didapatkan Agus dari para siswa ataupun para guru di SMKN 4 Semarang. Melalui informasi-informasi tersebut, G diduga meninggal akibat ditembak.

Quote

Kami belum mendapatkan penjelasan, masih bingung.

Menurut Agus, pihak sekolah sudah mengunjungi rumah nenek korban di Semarang Barat pada Minggu petang. Namun, dalam kesempatan itu, pihaknya tidak bertemu dengan orangtua korban sehingga mereka belum mendapatkan penjelasan secara rinci mengenai kronologi kejadian yang menimpa G.

”Kami belum berani menyampaikan penyebabnya kenapa sampai tertembak. Informasi yang beredar itu macam-macam, ada yang bilang korban tawuran, dan lain-lain,” ucapnya.

Suasana SMKN 4 Semarang, Jawa Tengah, Senin (25/11/2024). Salah satu siswa di sekolah tersebut meninggal dunia diduga akibat ditembak polisi.

Agus menambahkan, G bukanlah satu-satunya korban dalam peristiwa penembakan yang disebut terjadi pada Minggu dini hari tersebut. Ada dua siswa SMKN 4 Semarang lain yang juga menjadi korban, yaitu S dan A.

Korban S masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo, Kota Semarang. Sementara itu, korban A sudah berada di rumahnya.

”Informasi dari keluarga, keduanya masih belum boleh bertemu dengan siapa pun. Mungkin, korban masih trauma, jadi belum siap secara mental,” tutur Agus.

Ilustrasi Korban Tewas

Agus mengemukakan, tiga siswa tersebut berasal dari kelas dan jurusan yang berbeda. Kendati demikian, mereka merupakan anggota ekstrakurikuler yang sama, yakni pasukan pengibar bendera. Selama ini, tiga siswa tersebut dinilai Agus berprestasi. Mereka juga beberapa kali mengikuti lomba baris-berbaris dan menyabet gelar juara.

Guru lain di SMKN 4 Semarang, Nanang Agus, juga mengenal ketiga anak tersebut sebagai anak yang disiplin dan taat aturan. Selama ini, ketiganya tidak pernah tercatat melakukan pelanggaran aturan di sekolah.

”Menurut kami tidak mungkin (tawuran). Kalau tawuran kok bertiga? Apalagi mereka ini dari organisasi yang baik, paskibra. Kalaupun mereka ada kegiatan di luar, saya yakin kegiatannya baik juga,” kata Nanang.

Ilustrasi korban

Nanang mengakui dirinya juga sempat mendapatkan informasi bahwa siswanya itu ditembak di kawasan Semarang Barat. Kendati demikian, ia belum tahu pasti, siapa yang melakukan penembakan tersebut ataupun alasan di balik penembakan itu.

”Katanya yang melakukan (penembakan) itu oknum polisi atau siapa, kami belum tahu,” ujarnya.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Polrestabes Semarang Komisaris Besar Irwan Anwar membenarkan adanya peristiwa penembakan yang dilakukan oleh polisi kepada pelajar SMK. Hal itu disebut Irwan terpaksa dilakukan saat polisi tersebut ingin melerai G dan kelompoknya yang sedang terlibat tawuran dengan kelompok lain.

”Awalnya anggota sedang melintas, lalu melihat ada tawuran itu, ingin melerai. Untuk peran anggota, sedang dilakukan pendalaman oleh Pengamanan Internal,” ujarnya.

Irwan mengaku belum mengetahui apakah G meninggal akibat luka tembak. Ia mengatakan masih menunggu hasil visum untuk memastikan hal tersebut.

”Memang ada luka tembak di bagian panggul,” ucapnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kristi Dwi Utami
 | 

Editor:

Irma Tambunan