Pasangan muda Indonesia, Jafar/Felisha, kalah di semifinal Kejuaraan Asia Bulu Tangkis. Meski demikian, mereka bermain baik sepanjang kejuaraan.
12 Apr 2025 12:58 WIB · Olahraga
NINGBO, SABTU — Kejutan yang ditampilkan pebulu tangkis Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dalam Kejuaraan Asia berakhir di semifinal. Mereka membawa banyak pengalaman untuk memasuki lebih banyak persaingan dalam level tinggi.
Jafar/Felisha menjadi salah satu dari hanya dua wakil Indonesia yang bermain pada semifinal Kejuaraan Asia di Ningbo Olympics Sports Center Gymnasium, Ningbo, China, Sabtu (12/4/2025). Wakil lainnya adalah Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana yang akan melawan Aaaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) pada semifinal sesi kedua, Sabtu sore hingga malam.
Mendapat giliran pertama bertanding, Jafar/Felisha berhadapan dengan pasangan Jepang, Hiroki Midorikawa/Natsu Saito. Setelah bermain baik pada dua gim pertama, mereka tertekan pada gim ketiga ketika Saito lebih cepat dalam mengantisipasi pukulan lawan dan mengontrol pemainan dari lapangan depan. Jafar/Felisha pun kalah dengan skor 21-15, 21-23, 11-21.
Jafar/Felisha sebenarnya memiliki kesempatan besar memenangi pertandingan saat unggul 21-20 pada gim kedua. Posisi match point itu didapat setelah mereka menggagalkan game point lawan pada skor 19-20. Namun, kesempatan besar untuk melangkah ke final hilang ketika Midorikawa/Saito meraih tiga poin beruntun.
”Saya terburu-buru mau mematikan di poin terakhir gim kedua. Ingin segera menyelesaikan pertandingan, tapi malah nyangkut. Lawan juga bermain sangat tenang dan ulet. Kecewa, tapi tetap harus bersyukur,” komentar Jafar.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/12/3fb5ce97989e06e7bf5e69e4275afc38-JafarFelisha6_SF_BAC2025_PBSI_20250412.jpg)
Meski kalah, Felisha juga bersyukur atas hal lain dari hasil semifinal ini. Mereka bisa memberi perlawanan dengan baik pada pemain-pemain yang lebih berpengalaman dalam bersaing pada turnamen level tinggi.
Midorikawa/Saito, misalnya, adalah pasangan yang tampil cukup baik pada 2025. Mereka mencapai perempat final Malaysia Terbuka Super 1000, India Terbuka Super 750, lalu menjuarai Indonesia Masters Super 500.
Sebelum melawan pasangan Jepang itu, Jafar/Felisha bahkan menyingkirkan ganda campuran peringkat ketiga dunia asal Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie, pada perempat final. Mereka juga mengalahkan unggulan ketujuh, Cheng Xing/Zhang Chi (China), pada babak pertama.
Semua itu dicapai pada pengalaman pertama mereka tampil di Kejuaraan Asia yang hanya bisa diikuti atlet yang memenuhi syarat ranking. Catatan lain, Kejuaraan Asia memperebutkan poin ranking setara dengan level Super 1000.
”Puji Tuhan, tetap bersykur karena bisa bermain di semifinal, tidak mudah sampai ke sini. Walaupun kalah, tetap jadi hasil yang baik karena banyak pengalaman yang bisa diambil dari pertandingan hari ini dan sepanjang minggu ini. Ini yang kami butuhkan,” kata Felisha.
Semua pengalaman selama Kejuaraan Asia ini, dikatakan Felisha, akan menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi rangkaian turnamen BWF World Tour. Dengan posisi ke-25 dalam daftar ranking dunia saat ini, mereka memiliki hak untuk langsung tampil pada babak utama BWF World Tour.
Berdasarkan data pendaftar dalam laman BWF, Jafar/Felisha akan bermain di Tur Asia (Taiwan Terbuka, Thailand Terbuka, dan Malaysia Masters) sepanjang Mei. Dua turnamen lain dalam rangkaian Tur Asia itu adalah Singapura dan Indonesia Terbuka yang berlevel Super 750 dan 1000.
Sebelum rangkaian turnamen tersebut, ada pula kejuaraan beregu campuran Piala Sudirman yang akan berlangsung di Xiamen, China, 27 April hingga 5 Mei. Berdasarkan materi dan penampilan pemain ganda campuran Indonesia, Jafar/Felisha layak dipertimbangkan menjadi bagian dari tim ”Merah Putih”.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/12/7a451bb5eb064db6b44e38751b4d7b8a-LeoBagas5_QF_BAC2025_PBSI_20250411.jpg)
Walaupun belum memiliki banyak pengalaman bermain dalam Turnamen BWF World Tour, mereka mendapat hasil lebih baik dibandingkan para senior seperti Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Tiga gelar juara dari turnamen International Challenge dan Super 100 pada 2024 didapat setelah mengalahkan senior yang lain di pelatnas, yaitu Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil.
Dengan batas akhir pendaftaran nama pemain Tim Piala Sudirman pada Senin, 14 April, PP PBSI belum mengumumkan anggota tim hingga Sabtu siang. Berdasarkan peraturan, setiap tim bisa mendaftarkan hingga 20 atlet dengan minimal empat pemain putra dan empat putri.
Selain semifinal ganda campuran, semifinal Kejuaraan Asia sesi pertama pada Sabtu pagi hingga siang mempertandingkan, masing-masing, satu pertandingan tunggal putri, tunggal putra, dan ganda putri. Tiga pertandingan tersebut mempertemukan sesama pemain China. Adapun lima pertandingan lain berlangsung pada sesi kedua, sore hingga malam.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul