Peluang Tiga Gelar Juara Indonesia dari Hylo Terbuka

Indonesia menempatkan tiga wakil dalam final turnamen bulu tangkis Hylo Terbuka. Mereka adalah Sabar/Reza, Jonatan, dan Putri.

02 Nov 2025 09:27 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

SAARBRUCKEN, SABTU — Indonesia tak mengirimkan atlet saat turnamen bulu tangkis Hylo Terbuka 2024 digelar. Tahun ini, atlet-atlet ”Merah Putih” mempunyai peluang meraih tiga gelar juara.

Tiga peluang tersebut dimiliki Jonatan Christie, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, dan Putri Kusuma Wardani. Mereka akan menjalani final di Saarlandhalle, Saarbrucken, Jerman, Minggu (2/11/2025).

Bagi Jonatan, final pada turnamen BWF World Tour Super 500 tersebut menjadi yang kedua dalam tur di Eropa dalam tiga pekan beruntun. Final lain dijalani di Denmark Terbuka Super 750 dan Jonatan menjadi juara setelah mengalahkan pemain-pemain top dunia sejak babak pertama hingga final, di antaranya Li Shi Feng dan Shi Yu Qi.

Dua pekan sebelum Denmark Terbuka, Jonatan juga menjuarai Korea Terbuka. Dengan demikian, final Hylo Terbuka menjadi final ketiga dalam empat turnamen terakhir bagi Jonatan.

Di Saarbrucken, atlet Indonesia ranking kelima dunia tersebut memanfaatkan persaingan tanpa sebagian besar atlet top dunia dan melaju ke final. Dalam perebutan gelar juara, Jonatan akan berhadapan dengan pemain muda Denmark, Magnus Johanessen.

Jonatan Christie bertahan dari serangan Kenta Nishimoto (Jepang) pada babak pertama Denmark Terbuka di JYSKE Bank Arena, Odense, Denmark, Rabu (15/10/2025). Jonatan menang 10-21, 21-11, 21-7.

Jonatan mendapat tiket final dengan menunjukkan daya juangnya ketika melawan bintang muda Perancis, Alex Lanier, di semifinal. Jonatan menang 18-21, 21-19, 21-9 setelah tertinggal 11-16 pada gim kedua. Jonatan berbalik unggul 17-16, mempertahankan keunggulan tersebut hingga merebut gim kedua, lalu menang dengan skor telak pada gim ketiga.

”Saya mencoba terus, menunjukkan daya juang, dan menunjukkan mental tidak mau menyerah. Puji Tuhan, Tuhan membantu saya dan akhirnya bisa menang,” kata Jonatan.

Laga final menjadi pertemuan pertama Jonatan dengan Johannessen. Atlet peringkat ke-64 dunia tersebut adalah penerus para seniornya, Anders Antonsen dan Viktor Axelsen.

Kemenangan Jonatan diikuti Putri yang mengalahkan pemain India berusia 18 tahun, Unnati Hooda, 21-7, 21-13, di semifinal. Final pada sektor tunggal putri ini mempertemukan Putri sebagai unggulan teratas dengan unggulan kedua asal Denmark, Mia Blichfeldt. Mereka berbagi kemenangan pada dua pertemuan sebelumnya yang sudah berlangsung lama, yaitu di Piala Sudirman 2021 dan Arctic Terbuka 2024.

Final yang dicapai Putri dan Jonatan menambah peluang juara pemain Indonesia yang mendapat tiket final pertama melalui ganda putra, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani. Dalam semifinal di antara atlet yang diasuh pelatih Indonesia, Sabar/Reza mengalahkan pasangan Malaysia, Man Wei Chong/Tee Kai Wun, 21-16, 21-15. Sabar/Reza didampingi Hendra Setiawan, sedangkan Man/Tee dilatih Herry Iman Pierngadi. Sehari sebelumnya, dalam persaingan perempat final, Sabar/Reza juga menyingkirkan pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Mereka menang 11-21, 21-14, 21-17.

Putri Kusuma Wardani memenangi babak pertama turnamen Korea Terbuka di Suwon Gymnasiun, Korea Selatan, Rabu (24/9/2025). Putri menang atas Anuparma Upadhyaya 21-16, 21-15

Meski masih ada sisa satu laga, yaitu final melawan Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi Lin (Taiwan), fase yang dicapai di Hylo Terbuka menumbuhkan rasa percaya diri Sabar/Reza. Apalagi, perjalanan mereka pada 2025 tak selalu mulus. Mereka mencapai semifinal All England dan final Indonesia Terbuka, tetapi kalah pada dua babak awal dalam delapan turnamen lain.

”Senang bisa ke final karena dalam beberapa turnamen terakhir mendapat hasil yang tidak memuaskan. Semoga bisa juara,” kata Reza.

Final ganda campuran mempertemukan sesama pemain Eropa, yaitu Mathias Christiansen/Alexandra Boeje (Denmark) dan Thom Gicquel/Delphine Delrue (Perancis). Pasangan Perancis, Margot Lambert/Camille Pognante, akan berebut gelar juara ganda putri dengan pemain Taiwan, Hsu Yin Hui/Lin Jhih Yun.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji