FIFA mencatat sebanyak 22 pemain di Piala Dunia 2026 berusia di bawah 20 tahun. Berikut cerita sejumlah pemain itu.
18 Jun 2026 12:49 WIB · Olahraga
Getty Images via AFP
Ajang turnamen sepak bola terakbar di dunia baru saja dimulai. Pembukaan dan laga pertama turnamen ini digelar di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Jumat (12/6/2026) dini hari WIB. Selanjutnya pertandingan demi pertandingan akan dilaksanakan di tiga negara penyelenggara, yaitu Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada.
Turnamen ini juga menjadi Piala Dunia terbesar dalam sejarah karena melibatkan 48 negara peserta. Selama lebih dari satu bulan pelaksanaan (11 Juni-19 Juli 2026 waktu setempat) digelar 104 pertandingan.
Jika satu tim maksimal dapat membawa 26 pemain, jumlah pesepak bola yang terlibat dalam ajang ini mencapai 1.248 pemain. Selain diisi dengan pemain-pemain yang pernah tampil dalam beberapa penyelenggaraan, Piala Dunia juga menghadirkan sejumlah pemain muda yang berusia di bawah 20 tahun. Federasi sepak bola internasional, FIFA, mencatat setidaknya ada 22 pemain di kategori ini.
Berikut potret pemain-pemain muda itu yang sudah diturunkan dan berlaga di pertandingan pertama negara mereka.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/17/63ef01a8c8b9372d04657bb7ab60704e-000_B6TM8RQ.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/17/2c97dfe5d93a95916e2115f08fe7de1f-cropped_image.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/17/6f4f3e64c1d7ed0acd92ce8a2b6e9d02-AP26162748981141.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/17/8d8d0025c019b45585cfc2213f1ba705-AP26162778178476.jpg)
Pemain Meksiko, Gilberto Mora (19), membela negaranya melawan Afrika Selatan dalam pertandingan Grup A Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Kamis (11/6/2026) waktu setempat. (AFP/YURI CORTEZ)
Dikutip dari FIFA, per tanggal 11 Juni 2026, Mora berumur 17 tahun dan 240 hari. (AP PHOTO/NATACHA PISARENKO)
Gilberto Mora (kanan) dan Raul Jimenez saat merayakan gol ke gawang Afrika Selatan. Mora masuk ke lapangan pada menit ke-66 menggantikan Alvaro Vidalgo. (AP PHOTO/RICARDO MAZALAN)
Gilberto Mora menggiring bola saat Meksiko bertanding melawan Afrika Selatan. Dalam pertandingan ini Meksiko menang dengan skor 2-0. (AP PHOTO/NATACHA PISARENKO)
Berdasarkan data dari FIFA yang dirilis pada 11 Juni 2026, Gilberto Mora berusia 17 tahun 240 hari. Ia menjadi salah satu dari 22 pemain muda berusia di bawah 20 tahun yang ikut serta membela negaranya di Piala Dunia 2026.
Dalam pertandingan pertama Meksiko di Piala Dunia 2026, ia diturunkan oleh Pelatih Meksiko Javier Aguirre pada menit ke-66. Mora menggantikan Alvaro Vidalgo. Penampilan Mora saat itu merupakan penampilan perdananya di Piala Dunia.
Namun, di level yunior, gelandang muda ini telah tampil sebanyak 16 kali dan mencetak sembilan gol untuk tim Meksiko U-15. Bukan itu saja, ia bahkan menjadi kapten untuk tim Meksiko U-16 dan U-17. Di level klub, Mora tergabung dalam klub Tijuana yang bermain di Liga Meksiko.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/17/685ce94b707ea13b1571b9f73dc6c316-063_2281942397.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/17/3b083bd517c96b1a05fd8271069422bd-000_B7BY64Y.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/17/3aa30be43c7aa1bd8b360a7dff8d432b-000_B7BX8ZK.jpg)
Pemain Senegal, Ibrahim Mbaye (kanan), menendang bola untuk mencetak gol ke gawang Perancis dalam pertandingan Grup I Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, AS, Selasa (16/6/2026). (AFP/GETTY IMAGES/DARRIAN TRAYNOR)
Ibrahim Mbaye merayakan gol ke gawang Perancis yang diciptakannya. Gol ini diciptakan Mbaye pada waktu tambahan di babak kedua. Pertadingan ini berakhir dengan kemenangan Perancis 3-1. (AFP/FRANCK FIFE)
Ibrahim Mbaye (20) berebut bola dengan pemain Perancis William Saliba (17). Mbaye diturunkan pelatih Senegal Pape Thiaw pada menit ke-75 menggantikan Ismalia Sarr. (AFP/ANGELA WEISS)
Pemain muda U-20 lain adalah Ibrahim Mbaye. Mbaye merupakan salah satu pemain depan Senegal. Walaupun membela Senegal, Mbaye merupakan pesepak bola yang lahir di Perancis pada 2008.
Mbaye memulai karier yuniornya pada tahun 2013 di ES Guyancourt sebelum bergabung dengan Versailles pada tahun 2015. Pada 2018, ia bergabung dengan Akademi Paris Saint-Germain (PSG). Pada musim 2023–2024, saat masih berusia 16 tahun, Mbaye telah bermain di PSG U-19 dan membantu klub yang membesarkannya meraih kemenangan di babak playoff Championnat National U19.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/17/13e5fa04e38b388dd7271ee59bf52526-cropped_image.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/17/75a1a51164f0b60b8afa64f2fceee64f-063_2281768425.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/17/a3edf92be1e4cfce2018b4f220fc9af4-cropped_image.jpg)
Pada menit ke-76, pemain Mesir, Hamza Abdelkarim (kanan), menggantikan Mohamed Salah dalam laga melawan Belgia di Piala Dunia 2026 di Seattle, AS, Senin (15/6/2026). (AP PHOTO/MANU FERNANDEZ)
Hamza Abdelkarim (9) dan pemain Belgia Nathan Ngoy. (AFP/GETTY IMAGES/EMILEE CHINN)
Hamza Abdelkarim (9) saat berebut bola dengan pemain Belgia Nathan Ngoy. (AFP/GETTY IMAGES/EMILEE CHINN)
Di Piala Dunia 2026, Mesir menjadi salah satu negara yang menurunkan pemain berusia di bawah 20 tahun, yaitu Hamza Abdelkarim. Per 11 Juni 2026, usia Abdelkarim adalah 18 tahun 161 hari.
Saat ini Abdelkarim tergabung di klub Barcelona Atletic. Barcelona Atletic merupakan klub yang berlaga di kasta keempat sepak bola Spanyol. Sementara kariernya di turnamen internasional dimulai saat ia dipilih untuk membela tim Mesir U-17 dan U-20. Di Piala Dunia U-17 yang digelar di Qatar pada 2025, Abdelkarim bertindak sebagai kapten tim. Selain mencetak gol, ia juga menyumbang umpan yang membuahkan gol bagi tim.
Di level senior, debut Abdulkarim dimulai pada Mei 2026. Saat itu ia ikut serta dalam laga persahabatan Mesir melawan Rusia. Ketika menggantikan Mohammed Salah dalam laga melawan Belgia, Abdulkarim menjadi pemain termuda Mesir yang tampil dalam Piala Dunia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/17/0907424a267c82eb99d0a9499fc17cd1-cropped_image.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/17/7a59684b8f46fd60b9ae92c7a4a734a7-000_B6Z46Y6.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/17/7fc9096a0906d5a7b5229a90dce9da55-cropped_image.jpg)
Pemain Maroko, Ayyoub Bouaddi (6), berebut bola dengan pemain Brasil, Bruno Guimaraes, pada pertandingan Grup C Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, AS, Sabtu (13/6/2026). (AP PHOTO/FRANK FRANKLIN II)
Ayyoub Bouaddi tampil penuh saat membela negaranya melawan Brazil. Saat pertandingan ini usia Bouaddi belum genap 19 tahun. (AFP/CHARLY TRIBALLEAU)
Ayyoub Bouaddi (kiri) dihadang pemain Brazil Raphinha (AFP/GETTY IMAGES/AL BELLO)
Ayyoub Bouaddi, pemain kelahiran Senlis, Perancis, pada 2007 ini menjadi pilihan utama bagi Pelatih Maroko Mohammed Ouahwi. Bouaddi dipasang sejak menit pertama untuk memperkuat lapangan tengah Maroko. Bouaddi tampil hingga peluit panjang tanda berakhirnya laga ditiup oleh wasit.
Pilihan ini tentu tidak salah mengingat rekam jejak karier Bouaddi di sepak bola. Bouaddi saat ini membela klub LOSC Lille yang bertanding di Liga 1 Perancis. Di liga, ia tampil apik dan konsisten saat membela timnya.
Sementara di karier internasional, Bouaddi pernah membela tim Perancis U-16 hingga U-21. Baru pada Mei 2026, Bouaddi membela Maroko setelah FIFA menyetujui permintaan pindah oleh federasi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/17/045aeb10560a5b1b6a9c0a7409feeb33-cropped_image.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/17/9395024e6117c2d17d31f9c84719a820-AP26166637416852.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/17/4d4e8b8f6a9fcdfd224ea3dafc3af81e-AP26166646757566.jpg)
Pemain Spanyol, Lamine Yamal (19), melakukan sepak pojok saat melawan Tanjung Verde pada pertandingan Grup H Piala Dunia 2026 di Stadion Atlant, AS, 15 Juni 2026. (AFP/GETTY IMAGES/FLORENCIA TAN JUN)
Lamine Yamal mengontrol bola saat melawan Tanjung Verde. Saat pertandingan ini usia Yamal belum genap 19 tahun. (AP PHOTO/MIKE STEWART)
Lamine Yamal (19) bersiap memberikan umpan ke rekannya. (AP PHOTO/MIKE STEWART)
Lamine Yamal adalah bintang muda Barcelona dan juga tim nasional Spanyol. Lahir pada 13 Juli 2007 di Esplugues de Llobregat, Yamal tumbuh dan berkembang di akademi La Masia, Barcelona. Yamal dianggap sebagai salah satu generasi baru sepak bola Eropa paling menjanjikan karena mempunyai talenta yang menonjol.
Bersama tim nasional Spanyol, Yamal juga mencatat sejarah sebagai pemain termuda yang tampil dan mencetak gol di turnamen besar. Saat Spanyol bertanding melawan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026 pada 15 Juni lalu, Yamal masuk menggantikan Gavi pada menit ke-71.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/17/12689bda7d7b22c57627e5d29297e0a7-Cape_Verde_Spain_WCup_Soccer_1_.jpeg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/17/85f898df21b1b5815d0b6b387d0a6628-cropped_image.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/17/898ebb9962270c0c21b0b66e847fb622-cropped_image.jpg)
Pemain Spanyol, Pau Cubarsi (22), menyundul bola saat bertanding melawan Tanjung Verde. (AP PHOTO/MIKE STEWART)
Pau Cubarsi dan rekannya saat menghadang pemain Tanjung Verde Dailon Livramento (depan). (AP PHOTO/COLIN HUBBARD)
Pau Cubarsi (22) dihadang Dailon Livramento. (AFP/GETTY IMAGES/BUDA MENDES)
Pemain yang bermain untuk klub Barcelona ini menjadi salah satu pilihan utama Pelatih Spanyol Luis de la Fuente untuk memperkuat pertahanan tim asuhannya. Saat bertanding dalam laga melawan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026, 15 Juni lalu, Cubarsi tampil sejak menit awal. Ia dipasang hingga peluit panjang tanda pertandingan usai.
Per 11 Juni 2026, menurut FIFA, usia Pau Cubarsi adalah 19 tahun 140 hari. Hal ini membuat Cubarsi berada di urutan ke-16 dalam daftar pemain termuda yang dirilis FIFA.
Pemain yang menjadi salah satu jajaran pemain belakang muda terbaik sedunia ini mempunyai peran yang tidak kecil dan membantu Barcelona menjuarai La Liga dan Copa del Rey. Dia juga tampil di tim Spanyol saat mereka merebut medali emas Olimpiade Paris 2024.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/17/207dee4041d0061dd1911b06aed393da-063_2281602393.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/17/207dee4041d0061dd1911b06aed393da-063_2281602393.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/17/fc203a61c32c9d4c51eb1f6e412a2c1b-cropped_image.jpg)
Pemain Pantai Gading, Yan Diomande (11), berebut bola dengan pemain Ekuador, Piero Hincapie, pada laga Grup E Piala Dunia 2026 di Stadion Philadelphia, AS, 14 Juni 2026. (AFP/GETTY IMAGES/DARRIAN TRAYNOR)
Per 11 Juni 2026 Yan Diomande berusia 19 tahun dan 209 hari. Karir Diomande melesat lewat klub RB Leipzig yang bermain di Bundesliga Jerman. (AFP/GETTY IMAGES/DARRIAN TRAYNOR)
Ekspresi Yan Diomande saat melawan Pantai Gading. (AP PHOTO/PETR DAVID JOSEK)
Yan Diomande, penyerang Pantai Gading, lahir pada 2006. Per 11 Juni 2026, menurut FIFA, usianya 19 tahun 209 hari. Diomande punya gerakan yang cepat, dribling bola yang sulit dihentikan, fleksibel dalam posisi, baik sisi kanan maupun kiri, dan mempunyai insting gol baik. Tak heran Pelatih Pantai Gading Emerse Fae menjadikannya pilihan utama untuk bermain sebagai starter. Saat Pantai Gading melawan Ekuador di Piala Dunia 2026 pada 14 Juni lalu, Diomande tampil 90 menit.
Masih banyak pemain muda lainnya yang mewarnai gelaran Piala Dunia 2026. Pemain muda itu dibawa dan diikutsertakan dalam turnamen akbar, baik untuk menambah jam terbang maupun mempertajam insting mereka. Tentu dengan harapan menjadi salah satu jalan regenerasi pemain sepak bola di negara masing-masing.
Penulis:
Demitrius Wisnu WidiantoroEditor:
Heru Sri KumoroPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar