Pemakaman Paus Fransiskus: Ritual dan Tradisi Kepausan

Misa pemakaman Paus Fransiskus dilaksanakan Sabtu (26/4/2025) mulai pukul 15.00 WIB. Seperti apa prosesi pemakaman Paus Fransiskus?

26 Apr 2025 10:01 WIB · Riset

Oleh Andreas Yoga Prasetyo, Yohanes Advent Krisdamarjati

Kapan dan bagaimana prosesi pemakaman Paus Fransiskus?

Paus Fransiskus dimakamkan pada Sabtu (26/4/2025) di Basilika Santa Maria Maggiore, Roma. Sebelumnya, pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia ini meninggal pada 21 April 2025. Jenazah mendiang Paus Fransiskus disemayamkan di Kapel Santa Marta, Vatikan. Casa Santa Marta merupakan kediaman Paus Fransiskus. Semasa menjadi paus, Sri Paus memilih tinggal di Casa Santa Marta dan bukan di istana kepausan.

Seiring wafatnya Paus Fransiskus, proses sertifikasi kematian Paus Fransiskus dilakukan di kapel residensi Santa Marta oleh Kepala Rumah Tangga Kepausan (Camerlango). Kediaman Paus Fransiskus di Santa Marta juga diberi segel hingga paus berikutnya terpilih.

Jenazah Paus Fransiskus kemudian dipindahkan dari Casa Santa Marta ke Basilika Santo Petrus, Rabu (23/4/2025), untuk disemayamkan selama tiga hari. Masyarakat diperbolehkan memberikan penghormatan hingga Jumat (25/4/2025) pukul 19.00.

Sesudah masa penghormatan oleh masyarakat selesai, peti jenazah Paus Fransiskus kemudian disegel. Ritus penyegelan peti jenazah Paus Fransiskus dilakukan pada Jumat (25/4/2025) pukul 20.00 waktu setempat. Penyegelan peti jenazah paus dipimpin Kardinal Kevin Farrell, selaku Camerlengo Takhta Suci Vatikan.

Merujuk dari pemberitaan Vatican News, kantor pers Tahta Suci Vatikan mengumumkan misa pemakaman Paus Fransiskus akan diadakan pada Sabtu, 26 April 2025, di Lapangan Santo Petrus pukul 10.00 waktu setempat atau pukul 15.00 WIB.

Kardinal Giovanni Battista Re, Dekan Dewan Kardinal, akan memimpin misa, yang akan dihadiri para kardinal, uskup agung, uskup, dan imam dari seluruh dunia. Misa pemakaman Paus Fransiskus juga dapat diikuti secara langsung di akun Youtube Harian Kompas.

TOPSHOT - This photo taken and handout on April 25, 2025 by The Vatican Media shows France's President Emmanuel Macron (2ndL) and his wife Brigitte Macron (L) paying their respects to late Pope Francis as he lies in state at St Peter's basilica in The Vatican. The public viewing of Pope Francis's open coffin ended on April 25, 2025, television footage showed, after more than 150,000 worshippers had paid respects to the Argentinian pontiff during a three-day lying in state. (Photo by Handout / VATICAN MEDIA / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / VATICAN MEDIA" - NO MARKETING - NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

 

Siapa saja yang menghadiri pemakaman Paus Fransiskus?

Upacara Misa Pemakaman Paus Fransiskus akan dihadiri para kepala negara dan utusan khusus; serta organisasi internasional. Ratusan ribu umat Katolik dan masyarakat juga akan mengikuti prosesi pemakaman Paus Fransiskus di Roma.

Setidaknya 50 pemimpin negara dan 10 anggota kerajaan akan menghadiri pemakaman Paus Fransiskus. Beberapa di antara mereka adalah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, Presiden Argentina Javier Milei, Presiden Perancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Belanda Dick Schoof, Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Kanselir Jerman Olaf Scholz, serta Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr.

Anggota kerajaan yang hadir antara lain Putra Mahkota Kerajaan Inggris Pangeran William, Ratu Denmark Mary, Raja Spanyol Felipe VI, dan Raja Belgia Philippe. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen juga akan hadir.

Adapun Presiden Prabowo Subianto mengutus mantan Presiden Joko Widodo dan mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan untuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus. Selain itu, presiden juga mengutus Menteri HAM Natalius Pigai dan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono.

Tampak Basilika Santa Maria Maggiore, di Roma, Italia, tempat Paus Fransiskus ingin dimakamkan. Paus Fransiskus meninggal dunia pada di Vatikan, Senin (21/4/2025), pada usia 88 tahun. Di masa lalu, Paus umumnya dimakamkan di Basilika Santo Petrus, Vatikan.

 

Di mana Paus Fransikus dimakamkan?

Paus Fransiskus akan dimakamkan di makam bawah tanah sederhana di Basilika Santa Maria Maggiore, bukan di Katedral Santo Petrus atau ruang bawah tanahnya bersama para paus sebelumnya. Tidak ada paus yang dimakamkan di Santa Maria Maggiore sejak abad ke-17 meskipun tujuh paus lainnya telah dimakamkan di sana.

Tempat pemakaman ini berjarak sekitar 5,6 kilometer dari Basilika Santo Petrus (Kompas, 26/4/2025). Laman basilicasantamariamaggiore.va menjelaskan, Basilika Santa Maria Maggiore terletak di wilayah bukit Esquiline, Roma.

Dalam surat wasiatnya, Fransiskus meminta agar makamnya ”di dalam tanah; sederhana, tanpa hiasan khusus, dan hanya bertuliskan: Franciscus” atau bahasa Latin untuk Fransiskus.

Keterikatan Paus Fransiskus dengan Basilika Santa Maria Maggiore sudah ada sejak awal masa kepausannya. Sebelum dan sesudah setiap perjalanan ke luar negeri, Paus Fransiskus akan berhenti untuk berdoa di depan patung Maria yang mengenakan jubah biru, menggendong bayi Yesus. Fransiskus terakhir kali pergi berdoa di patung tersebut sebelum Pekan Suci 2025.

Basilika Santa Maria Maggiore sudah berdiri sejak 16 abad yang lalu. Tempat bersejarah ini merupakan bagian dari Basilika Kepausan di Roma. Bunda Maria sendirilah yang dipercaya mengilhami pembangunan Basilika Maggiore. Santa Maria menampakkan diri dalam mimpi kepada bangsawan Giovanni dan Paus Liberius dan memberi petunjuk membangun gereja di sebuah tempat yang penuh keajaiban.

Basilika ini menyimpan ikon Bunda Maria yang sangat penting, yakni lukisan Salus Populi Romani atau Perawan Maria yang Terberkati. Tradisi Gereja Katolik mengaitkan lukisan tersebut dengan Santo Lukas, murid Yesus yang juga merupakan penulis Injil. Sebagai murid langsung Yesus, Santo Lukas mengenal dekat Bunda Maria. Santo Pelindung para pelukis ini dipercaya sebagai pelukis Salus Populi Romani.

Di Basilika Santa Maria Maggiore juga tersimpan relikui palungan kudus, yang terbuat dari potongan kayu tempat bayi Yesus yang baru lahir dibaringkan. Karena itu, Basilika Santa Maria Maggiore kerap disebut pula sebagai Betlehem Barat dan Basilika Kelahiran di Roma.

Basilika Santa Maria Maggiore ini dapat dikunjungi setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 19.00 waktu setempat.

Infografik-Pemakaman Paus Fransiskus *** Local Caption *** Infografik-Pemakaman Paus Fransiskus

 

Apa busana yang dikenakan Paus Fransiskus saat dimakamkan?

Sejak disemayamkan di Kapel Santa Marta, Vatikan telah merilis foto-foto Paus Fransiskus yang terbaring di peti jenazah. Paus Fransiskus mengenakan jubah atau kasula berwarna merah, tangannya memegang rosario. Dua pengawal Garda Swiss berjaga di sisi peti jenazah

Sebagaimana dua pendahulunya, yakni Paus Benediktus XVI dan Paus Yohanes Paulus II, Paus Fransikus sama-sama mengenakan kasula merah. Jenazah Paus Benediktus XVI mengenakan jubah kepausan berwarna merah disemayamkan di atas podium kayu yang dibungkus kain berwarna kuning emas di depan altar Santo Petrus. Jenazahnya diapit pengawal Garda Swiss (Kompas, 5/1/2023)

Demikian pula dengan jenazah Paus Yohanes Paulus II, terbaring dengan wajah yang terlihat tenang di peti jenazah dengan jubah kebesaran berwarna merah. Di tangannya terlihat Rosario dengan toga kebesaran di kepala. (Kompas, 4/4/2005)

Kasula merupakan jubah yang biasanya digunakan pemimpin Gereja Katolik untuk memimpin perayaan ekaristi. Merujuk artikel di majalah Hidup Katolik (4/1/2023), tradisi jenazah Paus mengenakan jubah merah sudah berlangsung sejak era Byzantin kuno. Dalam liturgi Gereja Katolik, warna merah melambangkan darah Yesus yang mengurbankan nyawanya untuk menebus dosa manusia.

Selain kasula merah, paus yang meninggal juga dikenakan mitra berwarna putih. Dari arsip Kompas, mitra merupakan topi tinggi berbentuk kerucut dengan dua sisi yang meruncing ke atas, melambangkan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Mitra terbuat dari sutra atau kain yang dihiasi dengan bordiran emas dan dilengkapi dengan dua pita yang menjuntai di bagian belakang atau disebut vittae.

Topi mitra melambangkan otoritas spiritual Paus sebegai penerus Santo Petrus dan pemimpin gereja universal. Pita di belakang menjadi simbol pengingat pada Kitab Suci menjadi ajaran Gereja.

Namun, mendiang Paus Fransiskus sudah tidak menggunakan lagi cincin paus atau anulus piscatoris. Setelah Paus Fransiskus dinyatakan wafat, cincin kepausan ini lalu dihancurkan oleh Kepala Rumah Tangga Kepausan untuk memastikan tidak ada lagi yang memakainya.

Cincin kepausan merupakan cincin emas dengan ukiran Santo Petrus yang memegang jaring ikan, sebuah simbol kepemimpinan gereja. Cincin berbentuk oval ini melambangkan otoritas spiritual dan tugas kepausan sebagai penerus Santo Petrus. Karena itu, simbol otoritas ini dihancurkan setelah paus dinyatakan meninggal.

The Vatican Media membagikan foto yang memperlihatkan Paus Fransiskus di dalam peti jenazahnya yang terbuka selama ritual Confirmation of the Death of the Pontiff di Kapel Santa Marta di Vatikan, Selasa (22/4/2025). Foto ini diambil pada Sein (21/4/2025).

 

Siapa yang menjaga jenazah Paus Fransiskus?

Sejak wafat, jenazah Paus Fransiskus dijaga pengawal Garda Swiss. Para pengawal ini menjaga sejak mendiang Paus Fransiskus disemayamkan di Kapel Santa Marta, Vatikan. Demikian pula saat jenazah Paus Fransiskus dipindahkan dari Casa Santa Marta ke Basilika Santo Petrus, Garda Swiss turut mengawal pemindahan jenazah. Hal yang sama juga dilakukan Garda Swiss saat menjaga jenazah Paus Fransiskus di Basilika Santo Petrus hingga dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore, Roma.

Merujuk dari laman Schweizergarde, Garda Swiss merupakan korps tentara Swiss yang bertanggung jawab atas keselamatan Sri Paus. Relasi antara Vatikan dan Swiss yang menyediakan personel pengamanan dan pengawalan bagi Paus sudah terjalin selama lebih dari 500 tahun.

Tugas pertama dan utama Garda Swiss adalah menjamin keselamatan Paus dan lingkungan tempat tinggalnya. Tugas berikutnya adalah mengawal Paus dalam perjalanan apostolik atau kunjungan ke umat Katolik dan komunitas Katolik yang tersebar di seluruh dunia.

Kewajiban berikutnya adalah menjamin keselamatan Dewan Kardinal ketika Takhta Suci sedang mengalami kekosongan. Selain menjalankan tugas-tugas pengamanan, para anggota Garda Swiss juga menjalankan fungsi yang keempat, yakni menjaga upacara penting, termasuk pemakaman Paus Fransiskus. (LITBANG KOMPAS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Andreas Yoga Prasetyo, Yohanes Advent Krisdamarjati
 | 

Editor:

Antonius Purwanto
 | 

Infografik:

Dimas Tri Adiyanto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari