Pembangunan Infrastruktur Jadi Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi

Kementerian terkait harus mampu merumuskan kebijakan dan mengawal RPJMN 2025-2029 sesuai visi-misi Astacita Presiden Prabowo Subianto.

08 Jan 2025 20:12 WIB · Ekonomi

Oleh Aguido Adri

JAKARTA, KOMPAS — Pembangunan infrastruktur harus menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi yang berdampak luas pada masyarakat. Untuk mewujudkannya dan selaras dengan visi-misi Astacita Presiden Prabowo Subianto, diperlukan koordinasi yang erat antar-kementerian terkait.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menekankan dalam pembangunan infrastruktur untuk pertumbuhan ekonomi kementerian harus saling berkoordinasi karena saling membutuhkan satu sama lainnya.

”Infrastruktur diharapkan benar-benar menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi. Membantu pertumbuhan ekonomi 8 persen, swasembada pangan, energi, hilirisasi, digitalisasi, pembangunan manusia melalui sektor kesehatan termasuk makan bergizi gratis, dan pembangunan lainnya untuk peningkatan kesejahteraan rakyat,” kata Agus, Rabu (8/1/2025).

Dalam mencapai pembangunan infrastruktur untuk pertumbuhan ekonomi dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat, Agus menggelar rapat tertutup bersama lima kementerian.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) memimpin rapat koordinasi bersama lima kementerian yang dibawahinya di Jakarta, Rabu (8/1/2024). Rapat yang diikuti oleh Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo (kiri ke kanan) ini membahas tentang pentingnya koordinasi antar kementerian dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional.

Adapun rapat koordinasi itu dihadiri oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid, Menteri Pekerjaan Umum Doddy Hanggodo, Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara, dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi.

Hadir pula Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah.

Pertemuan Agus bersama kementerian di bawahnya itu untuk merumuskan kebijakan dan mengawal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Kementerian terkait diharapkan bisa menerjemahkan dan mengimplementasikan RPJMN sesuai visi-misi Astacita Presiden Prabowo.

Tidak hanya koordinasi antar-kementerian, Agus juga menekan koordinasi dan integrasi kementerian dengan pemangku kepentingan lainnya, seperti kepala daerah, dalam menyukseskan program pembangunan nasional.

Air yang mengalir deras di sekitar pintu air bendungan saat proses penutupan dengan latar belakang warga mencari ikan di Bendungan Colo, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (16/10/2023). Ribuan warga dari berbagai daerah mendatangi kawasan bendungan dan sejumlah jalur irigasi bersamaan dengan penutupan pintu air untuk berburu ikan. Rencananya Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menutup pintu air selama sebulan dan dimulai 16 Oktober. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 16-10-2023

Sebagai contoh dalam pembangunan bendungan di sejumlah daerah terutama yang berfungsi sebagai irigasi agar bisa berdampak pada sektor pertanian dalam konteks menuju swasembada pangan.

Rapat juga membahas terkait bidang tata ruang. Agus berharap melalui one map policy dan one spatial planning policy, pembangunan di Indonesia lebih tertata.

Menurut Agus, kebijakan itu bisa diletakkan sesuai dengan kepentingan menjaga lahan untuk sawah agar berproduksi dengan baik.

”Harus melindungi lahan-lahan sawah agar produktivitas pertanian terjaga. Namun, kita tahu seiring dengan pertumbuhan penduduk dan migrasi harus ada lahan yang dipersiapkan juga untuk pembangunan perumahan dan kawasan permukiman,” katanya.

Warga pindahan dari kolong tol berjalan di Rusunawa Lokbin Rawa Buaya, Jakarta Barat, Sabtu (30/11/2024). Sebanyak 44 keluarga atau sekitar 139 warga kolong Tol Angke direlokasi ke Rusunawa Lokbin Rawa Buaya. Relokasi ini kerjasama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), dan Kementerian Sosial. Pemprov DKI Jakarta akan merelokasi sebanyak 1.030 Kepala Keluarga (KK) dari sepuluh kelurahan yang ada di lima wilayah kota administrasi ke 18 lokasi rusunawa yang tersebar di wilayah Jakarta. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 30-11-2024

Agus mengingatkan, masih terjadi backlog sekitar 10 juta keluarga yang belum memiliki rumah dan sekitar 26 juta warga yang tinggal di rumah kategori tidak layak huni.

”Ini yang terus dikejar, termasuk memindahkan masyarakat yang pindah di kolong jembatan masuk ke rumah susun sederhana,” kata Agus.

Sehari sebelumnya, Presiden Prabowo memimpin rapat tertutup terkait permukiman. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait seusai rapat, Selasa (7/1/2025), menyebutkan per 20 Oktober sudah 40.000 rumah dibangun untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Adapun lahan yang disiapkan untuk membangun rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) adalah lahan-lahan sitaan dari koruptor, lahan yang hak guna usaha (HGU)-nya tidak diperpanjang, dan lahan BUMN.

Masyarakat berpenghasilan rendah ini adalah warga dengan pendapatan di bawah Rp 8 juta. Selain itu, diharapkan masyarakat sektor informal bisa mengakses pembiayaan rumah MBR sepanjang memiliki penghasilan (Kompas.id, 8/1/2024).

Pesawat terbang komersial untuk penerbangan domestik berada di Bandara Internasional Yogyakarta, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (29/7/2024). Tiket penerbangan domestik untuk beberapa kota tujuan di Indonesia masih dikeluhkan masyarakat karena harganya yang relatif tinggi. Pemerintah saat ini berupaya melakukan efisisensi biaya penerbangan antara lain dengan membentuk Komite Supervisi Harga Tiket Angkutan Penerbangan Nasional. Salah satu faktor penyebab biaya penerbangan melonjak adalah biaya operasional bandara serta biaya operasional dan non operasional yang ditanggung maskapai seperti avtur. Transportasi udara menjadi pilihan utama bagi masyarakat karena lebih menghemat waktu. Keperluan untuk bekerja menempati prioritas pertama pengguna pesawat terbang selain untuk tujun berwisata.

Lalu, bidang transportasi juga menjadi sektor penting yang perlu mendapatkan perhatian. Pengembangan transportasi multimoda, termasuk udara, darat, laut, dan kereta api, bertujuan untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat.

Beberapa evaluasi terkait Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, pemerintah menurunkan harga tiket pesawat sebesar 10 persen. Penurunan harga ini akan upaya saat memasuki masa Ramadhan besok. Tak hanya tiket pesawat, tetapi juga tiket moda transportasi lainnya.

Agus juga menyinggung terkait transportasi untuk daya angkut logistik satu daerah ke daerah lain tidak hanya di Jawa dan Sumatera, tetapi juga harus merata antarpulau lainnya.

”Di sini yang menjadi tantangan untuk dikulik berapa kapasitas yang dimiliki, kekurangannya seperti apa, supply demand-nya terjawab atau tidak, kalau ada peremajaan berapa dan termasuk pengadaan baru. Itu semua membutuhkan perencanaan dan koordinasi yang ketat,” ujar Agus.

Pembahasan lainnya terkait transmigrasi. Agus menuturkan, semangat yang dihadirkan oleh Presiden Prabowo yaitu berharap berharap bahwa wilayah seluruh Indonesia terus terbangun, peradaban dan ekosistem kehidupan yang baik dan punya masa depan.

”(Transmigrasi) Ini bukan sekadar memindahkan orang apalagi jika dianggap memindahkan kemiskinan, bukan itu. Namun, distribusi kesejahteraan menjadi tujuan utama,” katanya.

Sejumlah warga menghabiskan waktu sore di Kalibaru, Jakarta Utara, Kamis (14/11/2024). Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mengatakan, masyarakat pesisir utara Jakarta dihadapi dua masalah utama yakni banjir rob dan penurunan permukaan tanah. Ratusan titik di Jakarta mengalami penurunan tanah bervariasi hingga 10 sentimeter. Saat ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah merampungkan pembangunan sejumlah tanggul pantai melalui proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), salah satunya Kalibaru NCICD yang memiliki tinggi 4,8 meter. Tanggul ini diprediksi akan hingga 2033. Saat ini pemerintah tengah mengkaji opsi pembangunan tanggul laut raksasa. Diharapkan kajian tersebut bisa menjadi salah satu solusi untuk memberikan perlindungan masyarakat pesisir pada masa mendatang.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
14-11-2024

Isu lainnya terkait kerentanan bencana di Indonesia. Pembangunan infrastruktur ke depan tidak hanya melanjutkan, tetapi juga perlu adaptif dan responsif terhadap berbagai potensi bencana.

Seperti pembangunan tanggul raksasa di pantai utara Jakarta, infrastruktur pendukung lainnya perlu diperhatikan, seperti normalisasi 13 sungai di Jakarta. Belum lagi penanganan penurunan permukaan tanah karena pengguna air secara berlebihan.

Untuk menciptakan semua pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan dirasakan oleh masyarakat, Agus mengaku memerlukan anggaran yang besar.

”Tantangan dari kekurangan anggaran melalui pendanaan yang kredibel. Ini terus kami pikirkan. Tentu pemerintah tidak bisa sendiri. Kita melibatkan atau memperkuat kerja sama dengan badan usaha. Investasi harus dihadirkan dari dalam dan luar negeri,” kata Agus.

Pekerja menyelesaikan proyek pengembangan Stasiun Tanah Abang di Jakarta, Rabu (27/11/2024). Pemprov DKI Jakarta mencatat realisasi investasi di DKI Jakarta pada Triwulan III 2024 sebesar Rp 71,35 triliun dan menjadi yang tertinggi se-Indonesia. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO (TOK) 27-11-2024

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid mengatakan, melalui anggaran sebesar 353 juta dollar AS, pihaknya akan memprioritaskan penyusunan rencana detail tata ruang (RDRT).

Anggaran itu juga diprioritaskan untuk peta kadastral, terutama untuk pemetaan tanah, tapal batas dengan hutan, agar tidak saling bertabrakan, dan tapal batas transmigrasi.

”Lalu, pemetaan dan pendataan tanah adat atau ulayat agar tidak terjadi masalah. Kemudian, (anggaran) sistem informasi pertanahan,” ujar Nusron.


Kerabat Kerja

Penulis:

Aguido Adri
 | 

Editor:

Muhammad Fajar Marta
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan