BerandaGaya HidupPembelaan Subtil untuk Pa...

Pembelaan Subtil untuk Palestina

Selebritas dunia mulai menyatakan dukungan terhadap Palestina, seperti Cate Blanchett, di Festival Film Cannes.

02 Jun 2024 10:00 WIB · Gaya Hidup

Oleh ELSA EMIRIA LEBA

Aktris dan produser Australia, Cate Blanchett, tiba untuk pemutaran film <i>The Apprentice</i> di Festival Film Cannes edisi ke-77 di Cannes, Perancis, pada 20 Mei 2024. Blanchett memakai baju yang menyerupai bendera Palestina.

Ketika kata-kata tak bisa disampaikan, pakaian ganti berbicara. Meskipun secara subtil, para pesohor ternama mulai menyatakan dukungan untuk Palestina di berbagai panggung besar dunia. Mereka berseru lewat berbagai simbol, seperti warna, motif, dan rupa.

Pada 20 Mei 2024, Cate Blanchett membuat kehebohan saat menghadiri karpet merah di Festival Film Cannes ke-77 di Cannes, Perancis. Sekilas, gaun aktris asal Australia ini terlihat biasa seperti gaun tanpa tali dengan paduan warna hitam di depan dan merah muda pucat di bagian belakang dari jenama Jean Paul Gaultier.

Saat lampu kilat kamera mulai berkelebat, warna merah muda pada gaun itu tampak putih. Blanchett kemudian berkali-kali mengangkat bagian belakang gaunnya yang menunjukkan lapisan dalam gaun. Tampak kain berwarna hijau zamrud. Secara keseluruhan, gaun Blanchett terlihat seperti warna bendera Palestina.

Baca juga: Mode adalah Keberlanjutan

Blanchett tidak memberi pernyataan terkait makna gaun itu. Akan tetapi, banyak orang yang menerjemahkan gaun itu sebagai cara si aktris menyampaikan dukungan kepada Palestina yang tengah diserang oleh Israel. Apalagi desain asli gaun tersebut mempunyai potongan dan warna yang berbeda.

Selain itu, Blanchett adalah salah satu tokoh Hollywood yang menandatangani surat terbuka Artists4Ceasefire untuk Presiden Amerika Serikat Joe Biden agar mendorong gencatan senjata Israel-Palestina. Blanchett sebagai Duta Besar Persahabatan UNHCR juga kembali menyerukan gencatan senjata dan dukungan terhadap pengungsi di Parlemen Eropa pada November 2023.

”Saya bukan dari Israel atau Palestina. Saya bukan seorang politisi. Saya bahkan bukan pakar. Namun, saya adalah seorang saksi, dan setelah menyaksikan korban jiwa akibat perang, kekerasan, dan penganiayaan yang menimpa para pengungsi dari seluruh dunia, saya tidak bisa berpaling,” kata Blanchett, dikutip dari The Guardian di Jakarta, Jumat (31/5/2024).

Aktris dan produser Australia, Cate Blanchett, tiba untuk pemutaran film <i>The Apprentice</i> di Festival Film Cannes edisi ke-77 di Cannes, Perancis, pada 20 Mei 2024. Blanchett memakai baju yang menyerupai bendera Palestina.

Aksi Blanchett yang menarik perhatian itu mengulik ingatan sejarawan Palestina-Amerika, Wafa Ghnaim, pada tradisi yang lahir saat Intifadah Pertama (1987-1993). Ketika Israel melarang bendera Palestina, perempuan menyulam warna bendera ke baju untuk mengklaim identitas mereka.

”Pakaian Blanchett mengingatkan kepada perempuan Palestina selama Intifada Pertama. Perempuan Palestina menggunakan tubuh untuk mengekspresikan kisah mereka, dan pakaian ini mengingatkan saya akan hal itu. Bahkan, dari cara Blanchett memegang ekor gaun dengan sejumput jarinya, dia menyampaikan pesannya dengan jelas,” tutur Ghnaim.

Quote

Pakaian Blanchett mengingatkan kepada perempuan Palestina selama Intifada Pertama.

Langkah serupa dilakukan aktris India, Kani Kusruti, di Festival Film Cannes 2024. Di atas karpet merah, Kusruti mengenakan gaun putih selutut dengan bahu balon yang dipadukan dengan tas genggam manik-manik dengan motif semangka dari Salt Studio.

Semangka identik dengan Palestina lantaran mempunyai warna yang sama, yakni hijau, merah, putih, dan hitam. Buah ini mulai menjadi simbol politik setelah Israel melarang bendera Palestina setelah Perang Enam Hari tahun 1967.

Dari kiri ke kanan: aktris India Chhaya Kadam, aktris India Kani Kusruti, sutradara India Payal Kapadia, aktris India Divya Prabha, dan aktor India Hridhu Haroon tiba untuk pemutaran film <i>All We Imagine as Light</i> di Festival Film Cannes ke-77 di Cannes, Perancis, pada 23 Mei 2024. Tampak aktris Kani Kusruti membawa tas berbentuk semangka yang menyimbolkan dukungan kepada Palestina.

Aksi politis selebritas lewat pakaian di karpet merah tersebut bukanlah hal baru. Aktris Gillian Anderson memakai gaun putih bermotif vulva untuk mengampanyekan akses pendidikan seks untuk semua di Golden Globes 2024.

Komedian Travon Free mengenakan jas hitam keemasan dengan nama-nama orang yang terbunuh akibat kebrutalan polisi di Oscar 2021, sedangkan politisi Alexandria Ocasio-Cortez mengenakan memakai gaun putih bertuliskan Tax the Rich? atau Pajaki Orang Kaya? di Met Gala 2021. Aktris Megan Pormer memakai gaun yang menggabungkan bendera AS dan Iran dengan tulisan antiperang di Grammy 2020.

Menurut buku Dressing the Resistance (2022), pakaian memberi kekuatan kepada pemakai sehingga bisa mengekspresikan kemarahan, kedukaan, spiritualitas, identitas budaya dan politik, serta kebahagiaan—terutama ketika si pemakai tak bebas berbicara. Terkadang, pakaian menjadi sarana memperkuat suara dan perasaan ke tingkat ekspresi yang lebih tinggi.

Baca juga: Mode sebagai Sarana Kritik dan Perlawanan

Desainer Amerika-Palestina, Suzy Tamimi, memahami cara tersirat Blanchett di Cannes yang terkenal ketat tentang aturan busana. ”Blanchett memahami bahwa Cannes adalah platform besar yang akan disaksikan jutaan orang. Untuk terus menjadi bagian dari platform besar ini, Anda harus inovatif dalam cara menunjukkan solidaritas,” ujarnya.

Pesohor juga menunjukkan dukungan untuk Palestina lewat keffiyeh, yaitu semacam kain penutup kepala motif kotak-kotak. Keffiyeh telah lama menjadi simbol nasionalisme Palestina, terutama ketika pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Yasser Arafat (1929-2004), kerap tampil dengan kain ini.

Di luar karpet merah Cannes 2024, misalnya, model Bella Hadid yang berdarah Palestina berjalan-jalan dengan gaun keffiyeh merah putih dari jenama Michael and Hushi. Sebelumnya, jenama asal Jerman, GmbH, juga pernah merilis koleksi ”Untitled Nations” yang menampilkan setelan dengan atasan keffiyeh di ajang Paris Fashion Week, Januari 2024.

Seorang pengunjuk rasa meneriakkan yel yel dalam sebuah aksi massa mendukung Palestina di Dakar, Sabtu (4/11/2023).

GmbH ersama SEP (Social Enterprise Project) berkolaborasi dengan pengungsi di Jerash, Jordania, untuk membuat keffiyeh. Para pembuat bordir adalah artisan pengungsi dari Palestina dan Suriah yang dalam setiap kreasi mereka bertujuan mengabarkan cerita dan melestarikan warisan budaya mereka.

Pendiri GmbH, Benyamin Huseby dan Serhat Isik, menyatakan dukungan kepada Palestina secara lisan sekaligus mengklaim tak takut berpolitik. ”Namun, kami tertarik pada kemungkinan politik dan formal mode sebagai media pertukaran antarbudaya,” ujar Huseby dikutip dari Middle East Monitor.

Penampilan selebritas dengan simbol-simbol Palestina menunjukkan bagaimana mereka bertambah ”vokal” untuk bicara tentang Palestina dan genosida di Gaza depan publik. Selama ini, Hollywood seolah terbelah soal isu ini.

Beberapa memberi dukungan simbolis, seperti penyanyi Billie Eilish dan aktor Ramy Youssef di Academy Awards 2024 yang mengenakan bros merah sebagai dukungan gerakan ”Artists4Ceasefire”. Namun, mayoritas pesohor bahkan tidak menyinggung Gaza atau sekadar memakai bros tersebut dalam acara Met Gala 2024, Mei lalu.

Alhasil, warganet menyatakan boikot kepada selebritas yang masih diam, termasuk Taylor Swift. Mereka membuat kampanye ”Blockout 2024”, yaitu gerakan digital yang memblokir akun medsos selebritas, organisasi, atau perusahaan terkait yang masih diam tentang serangan di Gaza.

Penyanyi-penulis lagu Amerika Serikat, Taylor Swift, tampil di konser Eras Tour di Stadion Sofi di Inglewood, California, AS, pada 7 Agustus 2023.

Aksi yang juga disebut dengan guillotine digital ini menguat setelah Israel menyerang secara brutal kamp pengungsian Tel Al-Sultan di Rafah, selatan Jalur Gaza, pada 26 Mei 2024. Dampaknya cukup terasa. NPR pada pertengahan Mei melaporkan, Taylor Swift kehilangan 300.000 pengikut di Tiktok dalam waktu sepekan.

Baca juga: Taylor Swift dan Pesohor Hollywood Jadi Sasaran ”Eksekusi Guillotine” Dunia Maya

Sejumlah pesohor juga belakangan mulai berkampanye untuk Palestina di platform sendiri. Setelah penyanyi The Weeknd dan aktris Nicola Coughlan berdonasi untuk Palestina, akhirnya giliran aktris Jenna Ortega dan penyanyi Ariana Grande membagikan situs donasi di medsos mereka.

”Massa berdebat mengenai gencatan senjata, sementara ribuan anak terus dibantai. Di mana letak kemanusiaannya,” tulis Ortega di akun Instagram, Rabu (29/5).


Kerabat Kerja

Penulis:

ELSA EMIRIA LEBA
 | 

Editor:

DWI AS SETIANINGSIH