Pembelajaran di Makassar Digelar Daring, Penjagaan Keamanan Kian Ketat

Pembelajaran dan aktivitas sebagian pekerja dilakukan secara daring menyikapi perkembangan situasi. Menag menyerukan aksi dilakukan tidak merusak.

01 Sep 2025 10:34 WIB · Politik & Hukum

Oleh Reny Sri Ayu

MAKASSAR, KOMPAS — Proses belajar-mengajar dan perkuliahan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dilakukan daring mulai Senin (1/9/2025). Semua dilakukan karena sejumlah aksi dari berbagai kelompok masyarakat masih akan berlangsung.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, serta sejumlah perguruan tinggi kompak mengeluarkan surat edaran terkait dengan pembelajaran daring. Dimulai pada Senin dan berlangsung setidaknya hingga Kamis (4/9/2025).

Di Universitas Hasanuddin (Unhas), misalnya, selain perkuliahan daring, sejumlah akses masuk kampus juga dibatasi. Hal ini dilakukan sebagai  upaya mengendalikan keamanan dan pengawasan dalam kampus.

Kepala Humas Unhas Ishaq Rahman, Senin, mengatakan, akses keluar-masuk Kampus Unhas hanya dapat dilakukan melalui Pintu 1 Unhas.  Adapun akses masuk dan keluar Pintu 0 dan Pintu 2 Unhas untuk sementara waktu ditutup, sampai ada pemberitahuan lebih lanjut, atau mengikuti perkembangan situasi dan kebutuhan.

Iqbal Nadjamuddin, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, mengatakan, proses belajar-mengajar tingkat SMA, SMK, dan SLB digelar daring 1-4 September. Guru dan tenaga kependidikan diminta memantau peserta didik untuk tetap aktif belajar meski secara daring.

Pengumuman yang sama dikeluarkan Pemkot Makassar untuk jenjang pendidikan TK, SD, dan SMP. Aturan itu juga diberlakukan pada Senin hingga Kamis.

Mahasiswa Universitas Negeri Makassar melakukan aksi dan menutup jalan AP Pettarani di depan kampus, Jumat (29/8/2025).

Arvina Juniarti, orangtua siswa SD Unggulan BTN Pemda, bersyukur anaknya bisa belajar daring. Alasannya, lokasi sekolah itu tidak jauh dari kampus Universitas Negeri Makassar.

”Bahkan jika tak ada pembelajaran daring, saya akan tetap meliburkan anak saya hari ini,” kata Arvina.

Selain pembelajaran, sebagian aktivitas perkantoran di Makassar juga banyak dilakukan dari rumah. Perkantoran itu terletak di sekitar lokasi yang rentan menjadi tempat aksi, seperti kampus, pusat pemerintahan, hingga kepolisian.

Penjagaan di Kota Makassar juga terbilang ketat pada Senin pagi. Personel TNI berpatroli keliling kota menggunakan kendaraan truk dan kendaraan roda dua. Sejumlah polisi berseragam juga tampak turun ke jalan.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menemui keluarga M Akbar Basri, korban kebakaran Gedung DPRD Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (31/8/2025). Menteri menyerukan aksi damai dan menyudahi kekerasan.

Sebelumnya, Minggu (31/8/2025) malam, Menteri Agama Nasaruddin Umar melayat ke rumah M Akbar Basri, korban kebakaran di Gedung DPRD Kota Makassar. Nasaruddin menemui keluarga serta menyampaikan dukacita dan pesan dari Presiden Prabowo Subianto.

”Saya datang atas nama pribadi dan sekaligus utusan presiden untuk menyampaikan dukacita kepada keluarga. Kami berharap keluarga ikhlas dan bersabar dengan ujian ini. Kami semua mendoakan agar almarhum husnul khatimah,” katanya.

Nasaruddin juga berpesan kepada masyarakat yang ingin melakukan aksi agar lebih menahan diri. Massa diminta tidak melakukan hal-hal yang bisa merugikan orang lain.

”Saya juga meminta tokoh agama berperan menenangkan massa. Berpendapat boleh, tapi jangan sampai merusak. Sudah cukup apa yang terjadi belakangan ini, jatuh korban dan banyak kerusakan. Saya harap penyampaian pendapat bisa dilakukan dengan lebih santun dan tidak merusak,” katanya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Reny Sri Ayu
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji