Dalam keadaan terdesak, apalagi demi menyelamatkan orang terkasih, apa pun dilakukan. Ancaman terorisme tak lagi terkait ideologi, tapi juga soal lingkungan hidup.
22 Feb 2025 10:03 WIB · Hiburan
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/21/06964b5b3dbda6ff4c32554db214ca76-CleanerQUIVER_DISTRIBUTION_1_.jpg)
Sebagai seorang gadis biasa yang bekerja sebagai petugas pembersih kaca jendela gedung-gedung pencakar langit, Joey Locke (diperankan Daisy Ridley) sepertinya tak pernah berpikir hidupnya bakal jadi jauh lebih rumit.
Sebagai lajang hidup Joey sehari-hari sebetulnya sudah sangat ribet, apalagi dengan beban mengurus Michael (Matthew Tuck), abang satu-satunya yang penyandang autisme.
Walau sudah dewasa, Michael dengan kondisi khususnya itu, tak mampu hidup mandiri. Dia hidup dan tinggal di rumah penampungan untuk orang-orang berkondisi khusus macam dirinya.
Namun begitu Michael berkali-kali dikeluarkan karena berulah. Dengan kelebihannya bermain komputer dia mampu meretas sistem komputer tak terkecuali milik manajemen rumah penampungan tempatnya tinggal.
Dari situ Michael tahu kalau manajemen memanipulasi laporan keuangan dan mengorupsi alias mencuri uang dari para pasien seperti dirinya. Semua tuduhan itu dibantah dan pihak penampungan balik mengancam Michael memfitnah.
Lantaran tak mau memperpanjang urusan, Joey lebih memilih membawa kakaknya pergi untuk tinggal sementara waktu bersama dirinya. Lantaran terlambat kerja Joey lantas mengajak Michael ke gedung tempatnya bertugas.
Joey sangat menikmati pekerjaannya sebagai tenaga pembersih (cleaner) kaca gedung pencakar langit. Dia bekerja bergelantungan di ketinggian dengan menggunakan tali pengaman atau terkadang dengan menaiki gondola berpengaman.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/21/6ab0cb42a989d1e283953232778573d3-CleanerQUIVER_DISTRIBUTION_4_.jpg)
Sejak kecil Joey suka ketinggian dan jago memanjat dinding tempat tinggalnya sendiri. Untuk menghindar dari kebiasaan buruk sang ayah, yang gemar memarahi kakaknya sambil berteriak-teriak, Joey kecil punya cara rahasia.
Diam-diam dia menyelinap keluar jendela apartemen keluarganya, yang berada di lantai teratas gedung. Sambil duduk-duduk, Joey kecil mendengarkan musik dan bersantai menikmati pemandangan dari tempat tinggi itu tanpa sedikit pun tampak takut.
Jiwa pemberontak Joey juga bertahan hingga kelak dia dewasa. Dia diceritakan kerap tak cocok dan berkali-kali menghadapi masalah di tempat kerja karena melawan atasan. Perlawanan Joey sebetulnya lebih dipicu kelakuan sejumlah atasannya, yang gemar merundung dan memanipulasi karyawan rendahan macam dirinya.
Gedung tempat Joey bekerja adalah milik perusahaan konglomerat eksplorasi dan eksploitasi sumber daya energi alam terutama minyak dan gas bumi, Agnian Energy.
Perusahaan itu dipimpin dan dimiliki saham mayoritasnya oleh kakak beradik Milton, Gerald (Lee Boardman) dan Geoffrey (Rufus Jones). Satu waktu Joey dan Gerald beradu argumen di dalam sebuah lift. Joey marah dan membela seorang petugas kebersihan perempuan, yang tengah hamil saat dimarahi dan dirundung Gerald.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/21/2a1238cb0aab7ad730702957294d19a2-CleanerQUIVER_DISTRIBUTION_3_.jpg)
Lantaran tak terima Gerald balik menekan atasan Joey, yang kebetulan juga tak akur dengan anak buahnya itu. Beruntung Joey punya banyak teman yang mendukungnya, termasuk sesama petugas pembersih kaca, Noah (Taz Skylar).
Namun begitu belakangan baru ketahuan kalau Noah ternyata bukan lah orang biasa seperti selama ini dikenal Joey. Walau kerap menjadi teman curhat Joey, Noah ternyata adalah bagian dari sebuah organisasi ekstremis pejuang pelestarian lingkungan hidup, yang sangat memusuhi Agnian Energy.
Kelompok itu dipimpin oleh Marcus Blake (Clive Owen). Pada satu malam saat sebuah pesta pemegang saham digelar, kelompok Marcus datang dan mengambil alih gedung.
Aksi pembajakan dan penyanderaan itu dilakukan kelompok tersebut dipicu kemarahan mereka pascakematian tragis salah satu aktivis lingkungan hidup. Mereka meyakini kematian rekan seperjuangan tersebut disebabkan Agnian Energy, yang juga melibatkan praktik konspirasi tingkat tinggi.
Orang-orang penting tamu undangan, yang datang ke pesta syukuran itu dianggap sebagai orang-orang yang bertanggung jawab atas kematian tragis sang aktivis. Awalnya Marcus sebatas ingin mengingatkan dunia untuk berubah dan lebih peduli menjaga pelestarian alam.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/21/ffb8c5404a7aaaaf3a5879e27e7477b0-CleanerQUIVER_DISTRIBUTION_5_.jpg)
Ancaman aksi terornya juga sekaligus dilakukan demi memaksa pengungkapan kasus kematian aktivis rekannya tadi. Namun skenario tadi tiba-tiba berubah drastis di tengah jalan ketika Noah mengambil alih.
Akibat perubahan rencana itu situasi pun ikut berubah drastis dan menjadi liar serta sulit diprediksi. Pihak kepolisian juga digambarkan tak berdaya dan bahkan sampai jatuh korban di kalangan pasukan elite mereka.
Joey sendiri turun tangan lantaran kakaknya, Michael, ikut terjebak bersama dirinya di gedung tersebut. Sebagai mantan anggota pasukan khusus militer, Joey mulai mengatur rencana.
Dengan kemampuannya berkelahi dan menggunakan senjata terutama senjata api, Joey melawan. Selain demi menyelamatkan nyawa sang kakak, Joey juga bertekad menghentikan kegilaan Noah dengan aksi ecoterrorism-nya.
Seperti layaknya film laga besutannya selama ini, sutradara Martin Campbell menggarap film Cleaner (2025) ini dengan sangat serius. Kesungguhan tampak pada koreografi perkelahian, terutama yang dilakukan Daisy Ridley, baik tangan kosong maupun dengan menggunakan senjata.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/21/92190af0bebcc96c19071cf3303aa11a-CleanerQUIVER_DISTRIBUTION_2_.jpg)
Keahlian Campbell menggarap genre laga ini sudah terbukti. Namanya menjadi terkenal usai menggarap dua film James Bond, yakni Golden Eye (1995) dan Casino Royale (2006).
Adegan-adegan perkelahian, tembak menembak, dan ledakan yang digambarkan dalam Cleaner terasa intens dan menegangkan. Untuk menambah ketegangan, banyak adegan perkelahian digambarkan terjadi di ketinggian.
Walau menggunakan teknologi efek spesial berlayar biru dan hijau, proses pengambilan gambar seperti seolah tengah berada di ketinggian juga tetap dikerjakan hati-hati. Semua itu semakin terbantu dengan akting sang bintang utama.
Ridley sendiri sebelumnya dikenal saat bermain di beberapa film Star Wars. Dia dinilai sukses memerankan karakter calon Ksatria Jedi bernama Rey di Star Wars-Episode VII: The Force Awakens (2015), Star Wars-Episode VIII: The Last Jedi (2017) dan Star Wars-Episode IX: The Rise of Skywalker (2019).
Dari segi cerita, Campbell di film ini memasukkan elemen plot menarik, yang terbilang masih jarang disinggung atau diangkat dalam film-film laga lain.
Hal itu terkait isu keberadaan kelompok ekstremis atau teroris dengan motif berbeda alias non ideologis. Dalam Cleaner kelompok teroris pimpinan Noah digambarkan lebih termotivasi pada isu menyelamatkan bumi tetapi dengan cara-cara ekstrem.
Karakter Noah bahkan digambarkan tak ragu untuk ikut meledakkan dirinya sendiri macam beberapa waktu lalu kerap dilakukan sejumlah pelaku bom bunuh diri berideologi keyakinan tertentu.
Ekstremisme pemicu orang bersedia jadi pelaku bom bunuh diri demi menyelamatkan alam alias eco terrorism macam begitu, disebut Campbell bisa jadi terlahir dari sebuah generasi berbeda.
Mengutip wawancara Martin Campbell dengan Foxnews.com, dalam filmnya kali ini perbedaan generasi tadi disimbolkan lewat kehadiran karakter Noah dan Marcus.
Aksi terorisme di masa mendatang bisa jadi tidak lagi sekadar dipicu oleh doktrin-doktrin salah dalam memahami ajaran agama, tetapi juga dari fanatisme untuk menyelamatkan bumi serta lingkungan hidup. (DWA)
Penulis:
Wisnu DewabrataEditor:
Dahono FitriantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji