Aplikasi Satu Sehat Mobile digunakan untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
11 Jan 2025 15:58 WIB · Humaniora
JAKARTA, KOMPAS — Program pemeriksaan kesehatan gratis yang menjadi salah satu program unggulan dalam 100 hari pemerintahan Prabowo-Gibran akan diluncurkan pada Februari 2025. Untuk memanfaatkan layanan ini, warga diminta mengunduh aplikasi Satu Sehat Mobile dan mengisi data diri.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Widyawati mengatakan, aplikasi Satu Sehat Mobile digunakan untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Aplikasi tersebut dapat diunduh untuk pengguna Android ataupun iOS.
”Satu Sehat Mobile memudahkan masyarakat untuk nantinya mengakses program pemeriksaan kesehatan gratis. Jadi, memang harus diunduh dan data diri dilengkapi terlebih dahulu untuk memastikan proses berjalan lancar,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (11/1/2025).
Satu Sehat Mobile memudahkan masyarakat untuk nantinya mengakses program pemeriksaan kesehatan gratis.
Widyawati menuturkan, setelah mengunduh Satu Sehat Mobile, masyarakat diminta untuk melengkapi data diri yang ada di aplikasi secara lengkap. Data tersebut digunakan sebagai dasar dalam penjadwalan pemeriksaan kesehatan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/05/25/bf3c996e-7a8d-4818-88ad-1e4a4db51295_jpg.jpg)
Selanjutnya, pengguna menanti notifikasi atau pemberitahuan terkait waktu dan lokasi pemeriksaan kesehatan dari aplikasi Satu Sehat Mobile. Bagi anggota keluarga lain, seperti anak-anak atau warga lansia yang tak memiliki gawai pintar, mereka bisa ditambahkan sebagai profil tertaut di akun Satu Sehat Mobile.
”Dengan fitur tersebut, program kesehatan gratis tetap dapat diakses oleh seluruh anggota keluarga tanpa terkecuali,” ucap Widyawati.
Meski program ini baru diluncurkan pada Februari 2025, warga yang berulang tahun pada Januari tak perlu khawatir. Warga yang berulang tahun pada Januari bisa menjalani pemeriksaan kesehatan gratis sampai Maret 2025. Bagi yang berulang tahun pada hari libur, jadwal pemeriksaan akan digeser pada hari kerja.
Widyawati menyampaikan, program pemeriksaan kesehatan gratis akan dilaksanakan secara bertahap. Pada tahap awal, pemeriksaan kesehatan gratis akan dilakukan di puskesmas dengan target penjangkauan sekitar 60 juta orang pada 2025.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2020/03/05/20200305_ADI_indikator-Kesehatan_mumed_1583421706_png.jpg)
Dalam lima tahun ke depan, program ini ditargetkan bisa melayani lebih dari 200 juta warga Indonesia. Hal ini sebagai bagian dari upaya transformasi pelayanan kesehatan dari Kementerian Kesehatan.
”Pemeriksaan kesehatan gratis harus kita lakukan agar memastikan kita bisa mendeteksi lebih dini kalau kondisi kesehatan yang menurun dari masyarakat kita. Kondisi kesehatan yang menurun ini harus bisa ditangani dengan cepat sehingga kemungkinan untuk sembuh makin besar,” tuturnya.
Secara terpisah, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, program pemeriksaan kesehatan gratis menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program pemeriksaan gratis akan dilaksanakan secara terpisah berdasarkan kelompok usia.
Pemeriksaan kesehatan untuk kelompok usia di bawah lima tahun (balita), dewasa, dan lanjut usia akan dilakukan di puskesmas pada hari ulang tahun tiap individu. Sementara pemeriksaan kesehatan untuk anak usia sekolah, yakni usia 6 hingga 18 tahun, akan dilakukan di sekolah saat memasuki tahun ajaran baru.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/12/28/be6a298d-93cb-4ff8-86b2-14bcb3b0345d_jpeg.jpg)
”Tujuan utama program ini adalah memastikan warga Indonesia tetap sehat karena menjaga kesehatan lebih murah dan bermanfaat dibandingkan mengobati penyakit. Pemerintah ingin memastikan masyarakat kita tetap sehat karena menjaga kesehatan jauh lebih murah dan lebih bermanfaat bagi kualitas hidup mereka,” tutur Budi.
Selain pemeriksaan kesehatan, Budi menuturkan, program bidang kesehatan lain yang juga diunggulkan dalam pemerintahan Prabowo-Gibran yakni pembangunan rumah sakit tipe D menjadi rumah sakit tipe C.
Pemerintah juga menargetkan akan membangun rumah sakit-rumah sakit baru di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Setidaknya ada 66 rumah sakit baru yang, menurut rencana, dibangun di sejumlah daerah dengan 32 rumah sakit di antaranya bisa mulai dibangun pada 2025.
”Standar rumah sakit ini mengikuti standar nasional yang ditetapkan. Presiden ingin memastikan bahwa rumah sakit yang dibangun memiliki kualitas yang tinggi dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ucap Budi.
Penulis:
Deonisia ArlintaEditor:
Evy Rachmawati