Pemilu Raya PSI, Opsi Terbuka Kaesang dan Jokowi untuk Pimpin PSI

Partai Solidaritas Indonesia ingin membangun tradisi baru dalam perpolitikan Indonesia dengan memilih ketua umum lewat mekanisme 1 orang 1 suara.

13 Mei 2025 19:19 WIB · Politik & Hukum

Oleh Machradin Wahyudi Ritonga


JAKARTA, KOMPAS — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan mengadakan pemilihan ketua umum baru melalui Pemilu Raya. Siapa pun yang terdaftar sebagai anggota PSI bisa saja menjadi ketua, termasuk membuka peluang untuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan anaknya, Kaesang Pangarep, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PSI. 

Wakil Ketua Umum PSI Andy Budiman menyatakan, PSI ingin membangun tradisi baru dalam pemilihan ketua umum partai politik di Indonesia. PSI akan memilih ketua berdasarkan suara dari seluruh anggotanya.

”Ini akan menjadi sejarah politik baru buat PSI. Kami anggap ini menjadi sesuatu yang baik, sesuai dengan zeitgeist atau semangat zaman. Kata orang, anak-anak zaman muda ingin betul-betul terlibat dalam proses politik, antara lain pemilihan calon ketua umum,” kata Andy dalam jumpa pers di kantor DPP PSI, Jakarta, Selasa (13/5/2025).

Mekanisme satu anggota satu suara atau one man one vote ini, lanjut Andy, untuk menunjukkan pemilihan pucuk pimpinan PSI tidak hanya dalam tataran elite. Meski demikian, calon ketua yang diajukan tidak bisa sembarangan.

Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang juga Ketua Komite Pengarah Pemilu Raya PSI Andy Budiman, (dua dari kiri) didampingi (kiri ke kanan) Sekretaris Komite Pengarah Benny Papa, Anggota Komite Pengarah Elva Farhi Qolbina, dan I Putu Yoga memberikan keterangan pers terkait Pemilu Raya PSI di Jakarta, Selasa (13/5/2025). PSI akan menggelar Pemilu Raya dengan mekanisme satu anggota satu suara untuk memilih ketua umumnya. Pendaftaran calon ketua umum PSI mulai dibuka pada Selasa (13/5/2025) hingga Minggu (18/5/2025. Langkah PSI yang menggulirkan mekanisme pemilihan ketua umum secara langsung bisa menjadi terobosan di tengah kritik publik terhadap demokrasi di internal partai politik Kompas/Hendra A Setyawan (HAS)

Salah satu syarat yang disebutkan Andy adalah setidaknya mendapatkan dukungan resmi oleh lima Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan 20 Dewan Pimpinan Daerah (DPD). DPW merupakan struktur kepartaian PSI di tingkat provinsi, sementara DPD ada di tingkat kabupaten dan kota.

”Jadi, mengenai berapa lama (menjadi anggota) itu tidak masalah. Yang paling penting, dia punya visi dan misi yang sama dengan PSI. Dan, itu ditunjukkan dengan kesediaan menjadi anggota PSI,” ujarnya. 

Persyaratan ini membuka kemungkinan semua pihak untuk bisa menjadi ketua umum PSI, termasuk Jokowi dan juga anaknya, Kaesang, yang terlebih dahulu diangkat menjadi Ketua Umum PSI per 25 September 2023.

Peluang Jokowi untuk bergabung serta berpotensi menjadi calon ketua umum ini ditanyakan oleh sejumlah awak media dan dijawab Andi dengan senyuman. ”Kita doakan saja,” tuturnya.

Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie menyerahkan surat keputusan pengangkatan Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum PSI saat acara Kopi Darat Nasional (KOPDARNAS) : Deklarasi Politik PSI di Ballroom Djakarta Theater, Jakarta, Senin (25/9/2023). Kaesang Pangarep secara resmi memimpin PSI menggantikan Giring Ganesha yang menjabat sebagai ketua umum sebelumnya. Dalam pidato politiknya, putra Presiden Joko Widodo ini menyatakan siap memimpin PSI serta optimis merubah pandangan politik para generasi muda Indonesia yang mulai pesimis terhadap politik dan perilaku politisi. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO 25-9-2023

Kaesang juga punya kesempatan terbuka untuk kembali menduduki kursi Ketua Umum PSI. Namun, hal itu terserah Kaesang apakah mencalonkan diri atau tidak.

”Nanti akan kita tanyakan kepada Mas Kaesang. Tetapi kami sebagai pelaksana, sebagai wasit Pemilu Raya membuka kesempatan untuk semua kandidat. Semakin ramai, semakin bagus. Jadi, ada kompetisi yang semakin seru buat internal PSI,” kata Andy.

Super terbuka

Andy juga tidak menampik ide Pemilu Raya ini terinspirasi dari gagasan Jokowi terkait partai super terbuka. Idealnya, pemilihan secara langsung dengan menggunakan mekanisme pemungutan suara elektronik atau e-vote sehingga bisa dilakukan di mana saja.

Quote

Terus terang, Pak Jokowi kami anggap sebagai mentor sejak lama. Jadi, masukan dari Pak Jokowi (Partai Super) ini juga kami anggap sesuatu yang out of the box. Kami lalu mengamati dan menemukan beberapa partai di dunia sudah mempraktikkan itu, seperti Pademos di Spanyol, ada Five Star Movement di Italia dan sebagainya.

Mekanisme e-vote ini, menurut dia, juga bisa dilakukan untuk mengambil keputusan di tingkat partai. Hal ini sesuai dengan kecenderungan kebiasaan anak muda yang ingin menggunakan platform digital dalam proses demokratisasi.

”Terus terang, Pak Jokowi kami anggap sebagai mentor sejak lama. Jadi, masukan dari Pak Jokowi (Partai Super) ini juga kami anggap sesuatu yang out of the box. Kami lalu mengamati dan menemukan beberapa partai di dunia sudah mempraktikkan itu, seperti Pademos di Spanyol, ada Five Star Movement di Italia dan sebagainya,” papar Andy.


Adanya Pemilu Raya ini juga menjadi langkah PSI untuk beradaptasi. Apalagi, partai ini baru saja terbentuk tahun 2014 dan saat ini masih terus mencoba mengembangkan diri.

”Ini ada kaitannya dengan cara kami beradaptasi. Sistem pemilihan seperti ini (e-vote), anggota yang terdata, sekali lagi anggota yang terdata sebagai pemegang KTA, bisa memilih di mana saja, Jadi enggak ada bedanya. Suara satu Ketua DPP sama dengan anggota biasa,” ujarnya. 

Verifikasi ulang

Untuk mewujudkan Pemilu Raya tersebut, PSI harus memastikan jumlah anggota mereka yang terdaftar. Setidaknya ada sekitar 280.000 anggota PSI yang tersebar dan perlu melakukan verifikasi ulang.

”Ini harus kami verifikasi kembali, dan memang nature partai begitu. Ada yang mungkin baru mendaftar, ada yang pindah partai. Atau enggak mau aktif lagi. Proses verifikasi ini kami jalankan, termasuk pengumuman di media sosial. Ini sekaligus menyampaikan anggota masyarakat yang ingin tertarik dan bergabung dengan PSI,” kata Andy.

Infografik Riset PSI Manuver PSI

Juru Bicara DPP PSI Beny Papa menambahkan, masa pendaftaran bakal calon ketua umum telah dimulai per 13 Mei 2025 pukul 09.00-18.00. Pendaftaran ditutup pada 18 Juni 2025. 

Setelah itu, PSI akan melakukan verifikasi terhadap para bakal calon ketua. Pada 19 Juni hingga 11 Juli 2025, para calon akan diberikan waktu untuk memperkenalkan diri dan melakukan dialog pada para anggota PSI. 

Pemungutan suara baru dilakukan dalam kurun 12-19 Juli 2025. Pengumuman hasil Pemilu Raya ini akan dilaksanakan pada Kongres PSI di Solo, Jawa Tengah, 19 Juli 2025.

”Jadi, kami serahkan kepada calon ketua umum untuk mendesain sendiri bentuk kampanyenya. Kami akan menetapkan daftar pemilih tetap, 10 Juli nanti. Kemudian seterusnya, 12-19 Juli adalah masa pencoblosan,” kata Beny. 

Presiden Jokowi saat menjawab pertanyaan media seusai menghadiri puncak peringatan HUT ke-8 Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Djakarta Theater, Jakarta, Selasa (31/1/2023) malam.

Untuk memastikan tidak adanya politik transaksional dalam Pemilu Raya ini, Andy menyatakan pihaknya akan membentuk tim pengawas. Dia juga meyakini praktik politik tersebut tidak akan terjadi karena tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ada di PSI.

”Kami sejauh ini cukup confident. Dalam prosesnya, anggota-anggota PSI agak susah untuk bermain-main (politik transaksional) seperti itu. Tetapi akan tetap kami awasi juga, dengan mencoba membentuk semacam tim, untuk memastikan proses pemilu berlangsung secara fair,” kata Andy.


Kerabat Kerja

Penulis:

Machradin Wahyudi Ritonga
 | 

Editor:

C. Wahyu Haryo P
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul