Partai Aksi Rakyat (PAP) diperkirakan akan tetap melanjutkan kekuasaannya. Namun, partai ini akan menghadapi tantangan di masa depan jika perolehan suara turun.
03 Mei 2025 12:43 WIB · Internasional
SINGAPURA, SABTU - Pemilihan umum Singapura menjadi ujian bagi petahana Perdana Menteri Lawrence Wong (52) dari Partai Aksi Rakyat. Jika terpilih kembali, ia harus mampu meningkatkan persepsi publik tentang partai, memperbaiki situasi politik domestik, dan menghadapi turbulensi ekonomi akibat perang dagang global.
Singapura menggelar pemilu Sabtu (3/5/2025). Tempat pemungutan suara dibuka pukul 08.00 sampai 20.00 waktu setempat. Hasil pemilu kemungkinan keluar besok, Minggu (4/5/2025) dini hari.
Partai Aksi Rakyat (PAP) diperkirakan akan tetap melanjutkan kekuasaannya, walau perolehan suaranya turun pada Pemilu 2020. PAP telah berkuasa bahkan sejak sebelum Singapura merdeka pada 1965.
Namun, pemilu tersebut akan tetap mendapat sorotan ketat. Hasil pemungutan suara akan memperlihatkan apakah oposisi mulai berpengaruh mengingat masyarakat tidak puas atas kontrol ketat pemerintah dan biaya hidup tinggi.
”Pemilu ini dimaksudkan sebagai ujian dukungan terhadap kepemimpinan PM Lawrence Wong, tetapi juga akan mencerminkan perubahan politik di Singapura, yaitu diterimanya suara-suara alternatif dan generasi muda melihat PAP di bawah pemimpin yang lebih muda,” kata pakar politik Asia Tenggara, Bridget Welsh.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/03/81b2cd7a-42b2-4212-a5d9-a9e982b06832_jpg.jpg)
Baru menjabat tahun lalu, Wong adalah perdana menteri keempat pusat Singapura. Sebelumnya, ia merupakan ekonom lulusan Amerika Serikat dan Menteri Keuangan. Wong mengambil alih jabatan tersebut setelah PM Lee Hsien Loong, putra pendiri Singapura, Lee Kuan Yew, menjabat dua dekade.
Di mata rakyat, PAP adalah simbol stabilitas dan kemakmuran. Akan tetapi, di bawah partai ini, terjadi peningkatan ketidakbahagiaan di antara masyarakat, terutama pemilih muda. Salah satu penyebabnya, kontrol pemerintah ketat. Pembatasan kebebasan berbicara membuat antipati pada kekuasaan PAP tumbuh.
Sementara itu, biaya hidup sangat tinggi sehingga Singapura menjadi salah satu kota termahal di dunia. Kesenjangan pendapatan melebar. Perumahan semakin tidak terjangkau ketika kepadatan penduduk meningkat.
Alhasil, perolehan suara PAP merosot ke posisi terendah, yaitu 61 persen pada pemilu 2020, turun dari 70 persen pada 2015. Meskipun PAP menguasai 83 dari 93 kursi di parlemen, oposisi bisa memperoleh 10 kursi yang menjadi rekor. Apabila peroleh suara PAP atau kursi parlemen berkurang lebih lanjut, Wong akan terpukul.
”Harapannya adalah tidak mencapai di bawah 60 persen suara rakyat. Ini adalah ambang batasnya. Jika ada perbaikan, ini akan menguatkan PM Wong dan perubahannya yang luas dalam PAP. Jika PM Wong tidak berhasil mungkin akan ada tantangan terhadap kepemimpinannya,” ujar Welsh.
Di Singapura, partisipasi pemilu bersifat wajib. Sekitar 2,76 juta warga memenuhi syarat sebagai pemilih. Warga telah pergi ke sekolah-sekolah dan titik pemungutan suara lainnya untuk memberi suara di tengah hujan lebat.
Sekitar seperempat pemilih adalah kaum muda. Belakangan, mereka semakin menerima wacana untuk meningkatkan keberagaman dan persaingan politik di Singapura. Kaum muda berbondong-bondong menghadiri rapat umum Partai Pekerja (WP) yang dipimpin Sylvia Lim selama periode kampanye.
”Pemilih muda akan menjadi faktor di beberapa daerah pemilihan. Tidak seperti pemilih yang lebih tua, mereka siap mendengarkan kedua belah pihak dan membuat keputusan yang tepat,” tutur mantan editor berita dan pengamat politik veteran, PN Balji.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/03/6adb1822-c4af-47ea-900e-12e9ed1b5ed8_jpg.jpg)
Pihak oposisi telah mengecam pemerintah karena menaikkan pajak barang dan jasa ketika inflasi naik. Mereka berpendapat, pemerintah belum berbuat cukup banyak untuk mengekang kenaikan biaya hidup.
Oposisi juga mengatakan, kehadiran kuat mereka di parlemen akan menciptakan sistem politik yang lebih seimbang dan akuntabilitas yang lebih besar. Pemimpin oposisi sekarang adalah Pritam Singh dari WP.
Upaya oposisi tidak mudah lantaran kekurangan sumber daya dan dukungan. Karena PAP telah lama menjabat, jumlah anggota banyak, pengaruh di lembaga negara kuat, dan sumber daya besar.
Sebanyak 46 persen dari semua kandidat mewakili PAP untuk berebut 97 kursi. Sejauh ini, PAP telah mengamankan lima dari 97 kursi parlemen karena mereka tidak memiliki lawan. Sementara itu, WP, sebagai partai oposisi terbesar, hanya bersaing untuk 26 kursi.
Menanggapi situasi PAP, Wong berupaya menyegarkan partai. PAP meluncurkan 32 wajah baru setelah beberapa politisi senior mengundurkan diri.
Selain itu, Wong melibatkan pemilih muda melalui media sosial. Dia juga berjanji untuk membangun Singapura yang lebih seimbang dan inklusif.
Wong turut memperkuat kampanye tentang konsekuensi jika PAP kehilangan suara dan kursi. Ia memperingatkan, meningkatnya oposisi dapat melemahkan PAP dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan sembari menekankan pentingnya untuk menyeimbangkan hubungan antara Amerika Serikat dan China.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/05/18/6582ff28-8d00-4155-a3e4-78c94b33fee8_jpg.jpg)
Singapura tengah menghadapi ancaman resesi akibat kenaikan tarif impor dari AS. Negara ini sangat bergantung pada perdagangan internasional.
”Jadi saya katakan kepada semua warga Singapura, mohon pertimbangkan dengan hati-hati. Ini bukan pertaruhan. Ini keluarga Anda, masa depan Anda, Singapura kita,” kata Wong pada rapat umum beberapa hari sebelum pemungutan suara.
Akan tetapi, menurut analis politik Nydia Ngiow, gejolak tarif impor mungkin bukan menjadi faktor besar bagi pemilih.
”Mengingat pemilihan umum di Singapura cenderung berfokus pada isu-isu lokal, kecil kemungkinan geopolitik akan membentuk keputusan pemilih, kecuali warga Singapura merasakan dampak langsung dan nyata pada biaya hidup, keamanan kerja, atau ekonomi yang lebih luas,” katanya. (AP/AFP/REUTERS)
Penulis:
Elsa Emiria LebaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul