Datang dan Pergi lebih Awal, Buat Pemudik Terhindar dari Kejahatan hingga Kecelakaan

Penyedia jasa bus dan kereta menyediakan lebih dari 300.000 tiket dan tips bagi pemudik dari Bandung, Jawa Barat.

21 Mar 2025 14:42 WIB · Nusantara

Oleh Fabio Maria Lopes Costa

Keamanan dalam perjalanan saat mudik-balik Lebaran tidak hanya menjadi tanggung jawab penyedia layanan transportasi hingga aparat yang bertugas. Pemudik bisa ikut menciptakan suasana itu. Caranya, cukup datang dan pergi lebih awal.

Kepala Terminal Cicaheum Bandung Asep Supriadi mengatakan, semua pihak bisa ikut membantu arus mudik-balik Lebaran tahun ini berjalan lancar dan aman. Pemudik, khususnya, yang menggunakan transportasi umum bisa membantu mewujudkannya bila mau peduli.

Salah satu cara yang bisa dilakukan pemudik, kata Asep, adalah memulai perjalanan lebih awal sebelum puncak arus lalu lintas atau mendekati hari-H Lebaran.

”Tanggal baik yang aman ada antara 25-26 Maret 2025,” kata Asep saat ditemui di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Jumat (21/3/2025).

Pemudik yang menggunakan bus dari Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (21/3/2025). Puncak arus mudik di Terminal Cicaheum pada Senin (24/3/2025).

Antara tanggal itu, ujar Asep, pemudik tidak akan terlalu tenggelam dalam kemacetan. Alasannya, bila terjebak kemacetan, tubuh biasanya akan mudah lelah dan lekas kehilangan konsentrasi. Kondisi itu bukan hal kabar baik bagi pemudik, terutama menempuh perjalanan jauh.

Akibat lelah, kata Asep, dampaknya tidak sederhana. Salah satu yag berbahaya adalah membuat pemudik rentan menjadi korban kejahatan dalam perjalanan. Potensinya bahkan semakin tinggi bila barang yang dibawa terlalu banyak dan mencolok.

”Bila tubuh segar saat menjalankan mudik, potensi kriminalitas bisa ditekan,” kata Asep.

Meski berharap pemudik waspada, Asep mengatakan, pihaknya juga akan tetap siaga. Demi kenyamanan penumpang, 165 bus yang disiapkan dan 23 bus cadangan dalam momen Lebaran. Total ada 6.600 kursi yang bisa dimanfaatkan. Petugas keamanan juga disiagakan di berbagai titik terminal.

Dari Terminal Cicaheum, bus-bus ini akan berangkat ke sejumlah daerah di Jawa Tengah, DI Yogjakarta, dan Jawa Timur. Ada juga destinasi lokal, seperti Tasikmalaya, Cirebon, Indramayu, hingga Pangandaran.

”Puncak arus mudik di Terminal Cicaheum tanggal 28 hingga 29 Maret 2025. Bila bisa berangkat sebelum tanggal itu, tentu jauh lebih baik,” kata Asep.

Kereta api

Seperti pengguna bus, pemudik kereta api juga bisa ambil bagian menjamin keselamatan saat mudik. Kondisi tubuh yang sehat walafiat saat bertemu sanak saudara di kampung halaman adalah anugerah terindah saat Lebaran tiba.

Manajer Humas Daerah Operasi 2 Bandung PT Kereta Api Indonesia Kuswardojo mengatakan, upaya itu bisa dilakukan dengan cara sederhana, yaitu datang lebih awal di stasiun.

Terlihat sepele, Kuswardojo mengatakan, inisiatif itu berdampak besar. Ada banyak keuntungan yang bisa didapat pemudik bila setidaknya datang 1 jam sebelum keberangkatan.

”Boarding lebih awal tujuannya agar penumpang memiliki cukup waktu dan tidak tergesa-gesa saat menuju kereta. Selain mencegah potensi keterlambatan, hal ini juga ampuh menghindari risiko jatuh ataupun tergelincir saat berjalan ke peron. Hal itu kerap terjadi bila terburu-buru” ujar Kuswardojo.

Tampak ribuan penumpang di Stasiun Bandung, Jawa Barat, yang memilih mudik pada H-5 jelang Lebaran pada Jumat (5/4/2024). Mayoritas pemudik dengan tujuan Yogyakarta, Malang dan Surabaya.

Datang lebih awal, kata Kuswardojo, juga baik untuk meringankan kerja petugas. Beban kerja mereka terbagi karena banyak penumpang tidak datang dalam waktu singkat.

Hal itu tidak lepas dari tetap tingginya minat pemudik kereta api. Untuk Lebaran tahun ini, 211.245 dari 355.124 tiket telah terjual hingga Jumat.

Bukan tidak mungkin, tiket itu akan habis terjual menjelang hari-H. Ia memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada 28-29 Maret. Sementara puncak arus balik pada tanggal 5-6 April.

”Selama masa angkutan Lebaran dari 21 Maret hingga 11 April, kami melayani rata-rata 95 perjalanan per hari. Tujuan utama para pemudik, antara lain, ialah Yogyakarta, Semarang, dan Surabaya,” tuturnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fabio Maria Lopes Costa
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .