Pemudik Diimbau Tak Memaksakan Perjalanan jika Kelelahan

Pemantauan Polri di sejumlah ruas jalan tol dan arteri menemukan, beberapa pemudik memaksakan perjalanan dalam kondisi kelelahan.

28 Mar 2025 19:28 WIB · Nusantara

Oleh Iqbal Basyari

JAKARTA, KOMPAS — Kepolisian Negara RI meminta pemudik yang kelelahan agar beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Memaksakan perjalanan dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kecelakaan

Inspektur Pengawasan Umum Kepolisian Negara RI Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, hasil pemantauan di sejumlah ruas jalan tol dan arteri menemukan, beberapa pemudik memaksakan perjalanan dalam kondisi kelelahan. Padahal, kondisi itu dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

”Saya imbau seluruh pemudik untuk memanfaatkan tempat istirahat yang telah disediakan. Jangan terburu-buru, utamakan keselamatan. Petugas di lapangan juga telah diperintahkan untuk lebih aktif mengingatkan para pemudik,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (28/3/2025).

Kendaraan berjalan lambat akibat terjadi penumpukan volume kendaraan di Jalan Tol Cikopo-Palimanan, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (27/3/2025). Para pemudik mulai memadati Gerbang Tol Jakarta-Cikampek Utama sampai ras Tol Cikopo-Palimanan sejak pagi. PT Jasamarga mencatat, dari pukul 06.00 WIB sampai 11.00 WIB terdapat 23.341 kendaraan yang masuk ke Gerbang Tol Cikampek Utama. Untuk mengatasi kepadatan lalu-lintas, rekayasa contra flow sudah diterapkan dari kilometer 55 sampai kilometer 160, kilometer 109 sampai kilometer 132, dan kilometer 162 sampai kilometer 169 Tol Cikopo-Palimanan. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 27-03-2025

Pantauan Kompas di tol trans-Jawa, sejumlah pemudik diperkirakan mengendara dalam keadaan mengantuk. Kendaraan yang dibawa tampak oleng sehingga membahayakan pengguna tol lainnya. Bahkan, tak jarang ada yang menyalip di bahu jalan.

Oleh karena itu, Dedy telah memerintahkan jajaran untuk mengintensifkan sosialisasi safety riding atau keamanan berkendara kepada pemudik. Para pemudik juga diminta beristirahat di tempat istirahat yang telah disediakan. Ada banyak alternatif tempat istirahat di sepanjang jalan tol ataupun arteri.

Selain itu, kepolisian juga tetap akan menegakkan aturan berlalu lintas untuk mencegah kecelakaan. Patrol itu dilaksanakan di titik-titik rawan kecelakaan yang telah dipetakan.

Adapun pemantauan melalui udara mencatat adanya kepadatan tinggi di ruas Tol Cikampek-Kalikangkung. Ia juga menemukan adanya truk yang diparkir di bahu jalan sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Sementara di jalur pantura Cirebon–Losari, kendaraan roda dua mendominasi hingga 70 persen dari total volume kendaraan yang melintas. Sebagian di antaranya kelebihan muatan sehingga membahayakan pengguna jalan.

Kepadatan kendaraan saat melintas di Gerbang Tol Cikampek Utama, Purwakarta, Jawa Barat, pada pukul 21.00 WIB, Kamis (27/3/2025). Rekayasa lalu lintas sistem satu arah untuk memperlancar arus mudik Lebaran 2025 kembali diperpanjang hingga kilometer (km) 263 ruas Tol Pejagan-Pemalang. Pada sebelumnya, sistem satu arah diberlakukan dari km 70 ruas Tol Jakarta-Cikampek hingga km 210 ruas Tol Palimanan-Kanci (Palikanci). KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 27-03-2025

Sebelumnya, pemerintah dan kepolisian belum dapat memastikan sampai kapan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way nasional akan diberlakukan karena semua tergantung tingkat kemacetan di tol trans-Jawa. Ada kemungkinan puncak arus mudik yang ditandai dengan peningkatan volume kendaraan diperkirakan akan terjadi pada Jumat (28/3/2025) malam.

”Kami belum bisa memprediksi apakah sudah melampaui puncak arus mudik atau tidak sehingga kami minta (seluruh pihak) mempersiapkan bahwa ada kemungkinan puncak arus mudik bisa terjdi nanti (Jumat) malam atau menjelang pagi,” ujar Kepala Polri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo di Karawang, Jawa Barat, seperti ditayangkan di Kompas TV.

Menurut dia, peningkatan volume kendaraan sudah terjadi sejak Kamis (27/3/2025) malam. Rekayasa lalu lintas berupa one way atau satu arah bahkan diberlakukan mulai Kilometer 70 hingga Km 263.

”Saat terjadi kemacetan dan volume kendaraan sudah melebihi kapasitas, kami mengambil alternatif terakhir berupa one way,” tuturnya.

Petugas merekam kepadatan kendaraan yang melintas di Ruas Tol Cikopo Palimanan, Subang, Jawa Barat, pada pukul 21.00 WIB, Kamis (27/3/2025). Rekayasa lalu lintas sistem satu arah untuk memperlancar arus mudik Lebaran 2025 kembali diperpanjang hingga kilometer (km) 263 ruas Tol Pejagan-Pemalang. Pada sebelumnya, sistem satu arah diberlakukan dari km 70 ruas Tol Jakarta-Cikampek hingga km 210 ruas Tol Palimanan-Kanci (Palikanci). KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 27-03-2025

Adapun rekayasa lalu lintas satu arah secara nasional telah diberlakukan di Kilometer 70 Tol Cikampek Utama hingga Km 414 Tol Kalikangkung. Satu arah dimulai pada Jumat (28/3/2025) pukul 09.00 WIB hingga waktu yang belum ditentukan.

Pemberlakuan one way nasional ini akan dilakukan selama masih dibutuhkan, sesuai dengan parameter kepadatan kendaraan. Parameter ini ditetapkan Jasa Marga dan Polri. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan terus berkoordinasi dengan Jasa Marga dan Polri.

”Jadi, sepanjang parameter itu masih memungkinkan untuk dilakukan one way nasional, akan tetap diberlakukan. Namun, kalau memang sudah tidak memenuhi, tentunya one way nasional akan diberhentikan,” tutur Dudy.


Kerabat Kerja

Penulis:

Iqbal Basyari
 | 

Editor:

Iqbal Basyari
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto