PEMAIN BINTANG

Pemulihan Mbappe Bakal Lama, Peluang Real Madrid Kian Tipis?

Kylian Mbappe didiagnosis mengalami keseleo lutut kiri dan belum tahu kapan akan pulih. Tanpa Mbappe, peluang Real Madrid mengejar gelar diliputi keraguan.

03 Mar 2026 15:35 WIB · Olahraga

AFP/JOSE JORDAN

Oleh Emilius Caesar Alexey

MADRID, SELASA — Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, baru saja menjalani serangkaian pemeriksaan medis di Paris dan dipastikan mengalami keseleo lutut kiri, Senin (2/3/2026). Mbappe akan menjalani ”perawatan konservatif” dan bukan operasi untuk pemulihannya.

Meskipun tidak dioperasi, pemulihan cedera Mbappe membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa mengatakan, proses pemulihan Mbappe akan memerlukan waktu yang cukup lama dan tidak cukup hanya beberapa hari.

Mbappe sudah mengeluhkan rasa tidak nyaman di lututnya sejak Desember 2025 dan absen dalam beberapa laga. Rasa tidak nyaman itu berkembang menjadi rasa sakit sehingga Mbappe absen dalam dua laga terakhir melawan Benfica dan Getafe.

”Setelah tes yang dilakukan pada pemain kami, Kylian Mbappe, oleh dokter spesialis Perancis, di bawah pengawasan Layanan Medis Real Madrid, diagnosis keseleo di lutut kirinya telah dikonfirmasi dan akan menjalani perawatan konservatif. Perkembangannya akan dipantau,” tulis juru bicara Real Madrid di situs resmi mereka.

TOPSHOT - Rayo Vallecano's French defender #24 Florian Lejeune (R) and Real Madrid's French forward #10 Kylian Mbappe fight for the ball during the Spanish league football match between Real Madrid CF and Rayo Vallecano at the Santiago Bernabeu stadium in Madrid on February 1, 2026. (Photo by Thomas COEX / AFP)

Arbeola mengatakan, klubnya memiliki kebijakan yang sangat jelas untuk mengatasi masalah Mbappe. Sebelumnya, Real telah mencoba mengatasi masalah lutut Mbappe dengan mengistirahatkannya untuk laga Liga Champions melawan Manchester City pada bulan Desember, semifinal Piala Super Spanyol pada bulan Januari, dan laga La Liga melawan Real Sociedad pada bulan Februari, serta laga kedua babak playoff pekan lalu melawan Benfica.

”Ada semacam kesepakatan bersama antara semua orang (Mbappe, pelatih, dan dokter) dan kami pikir hal terbaik adalah dia beristirahat, pulih, dan kembali dalam kondisi 100 persen. Ini bukan soal beberapa hari, akan sedikit lebih lama. Namun, saya tidak bisa mengatakan berapa lama, semoga tidak terlalu lama,” kata Arbeloa kepada stasiun televisi Movistar akhir pekan lalu.

Ketidakjelasan kapan Mbappe akan kembali ke lapangan hijau membuat peluang Real untuk mengejar gelar juara Liga Spanyol diliputi tanda tanya. Keraguan terhadap Real menguat setelah ”Los Blancos” kalah pada laga terakhir melawan Getafe.

Tanpa Mbappe, Real kesulitan mencetak gol meskipun memiliki banyak peluang matang di depan gawang. Tanpa mesin gol yang efektif di depan gawang, real akhirnya kalah 0-1.

Sepanjang musim ini, Mbappe selalu ”menggendong” Real dan mencetak 23 gol dari 23 penampilan sehingga menjadi pencetak gol terbanyak di La Liga sampai saat ini. Kelihaian Mbappe mencetak gol tidak dapat disaingi oleh para pemain Real mana pun. Vinicius Junior yang menjadi tandem Mbappe baru mencetak sembilan gol sejauh ini.

Real Madrid's Kylian Mbappe, right, attempts to control the ball under pressure from Sevilla's Gabriel Suazo during the Spanish La Liga soccer match between Real Madrid and Sevilla in Madrid, Spain, Saturday, Dec. 20, 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Dengan kekalahan dari Getafe, Real kembali tertinggal empat poin dari rival abadinya, Barcelona. Arbeola memiliki tugas berat untuk meracik lini depan yang efektif meski tanpa Mbappe agar Real masih bisa konsisten menang, sambil berharap Barcelona kembali tergelincir.

Dalam tiga pekan ke depan, Real Madrid akan ditantang oleh Celta Vigo, Elche, dan Atletico Madrid di Liga Spanyol. Adapun di Liga Champions, Real akan menjalani laga berat melawan Manchester City pada laga pertama dan kedua.

Dua laga Liga Champions itu penting bagi Real jika ingin membuka peluang meraih trofi mayor musim ini. Hal itu membuat tugas Arbeola kian berat karena para penyerang lapis kedua yang dimiliki Real tidak ada yang memiliki kualitas yang setara dengan Mbappe. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan