Pencak Silat, ”Jurus” Andalan Indonesia di SEA Games Thailand 2025

Kendati kehilangan lima potensi medali, pencak silat kembali menjadi tumpuan Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Juara umum jadi target.

07 Okt 2025 20:54 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, mendadak ramai pada Selasa (7/10/2025) sore. Tempat pemusatan latihan nasional tim pencak silat Indonesia itu menjadi tujuan pertama kunjungan Chief de Mission (CdM) atau Ketua Kontingen Indonesia di SEA Games Thailand 2025, Bayu Priawan Djokosoetono, ke cabang-cabang olahraga. Alhasil, sebelum Bayu tiba, banyak anggota timnya datang untuk persiapan.

Namun, Puspa Arumsari (32) tak terganggu dengan keramaian yang tiba-tiba itu. Arum fokus melatih jurus-jurus di platform latihan. Secara bergantian, dia melakukan jurus tanpa senjata, jurus dengan golok, dan jurus dengan toya.

Gerakannya penuh energi. Tampak ada kekuatan pada entakan di ujung tangan yang meninju, ujung kaki yang menendang, ujung golok yang digerakkan, dan ujung tombak yang digerakkan.

Arum dan 14 pesilat Indonesia lainnya itu tengah menjalani persiapan untuk SEA Games Thailand 2025. Persiapan telah memasuki masa pra-kompetisi mengingat SEA Games tinggal dua bulan lagi. Arum tak mau berleha-leha.

Atlet pencak silat Indonesia Puspa Arum Sari di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Selasa (7/10/2025). Menjelang SEA Games Thailand 2025, tim pencak silat Indonesia terus menggencarkan latihan agar dapat memberikan hasil terbaik. Pada SEA Games 2025 tahun ini tim pencak silat Indonesia berkekuatan 15 atlet yang akan bertanding pada 13 nomor. 

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
07-10-2025

SEA Games sebenarnya bukan ajang yang asing baginya. Pesilat asal Jakarta ini sudah debut di SEA Games sejak edisi 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. SEA Games Thailand 2025 akan menjadi SEA Games kelima baginya. Namun, Arum enggan menyepelekan persiapan matang.

Sebab, ada target besar yang ingin dia raih. Arum ingin menyamai prestasinya di level dunia, yakni mengoleksi tiga medali emas. Dia pernah menyabet emas nomor seni tunggal putri di SEA Games Filipina 2019 dan SEA Games Kamboja 2023.

”Itu target pribadi sekaligus yang memotivasi. Kalau itu tercapai, berarti juga membantu target tim, yakni menjadi juara umum,” kata Arum yang kembali akan tampil pada nomor seni.

Meski bagi Arum tak asing lagi, SEA Games adalah ”dunia” baru bagi Antonius Efrem Tuke Eduk (19). SEA Games Thailand 2025 akan menandai debut pesilat asal Atambua, Nusa Tenggara Timur, ini pada ajang multicabang dua tahunan tersebut.

Quote

Jadi tetap ada gugup karena SEA Games ini berbeda, mungkin karena multicabang. Target medali emas bukan cuma buat diri sendiri, tapi juga buat membantu tim dan kontingen Indonesia.

Atlet pencak silat Indonesia Antonius Efrem Tuke Eduk berlatih di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Selasa (7/10/2025). Menjelang SEA Games Thailand 2025, tim pencak silat Indonesia terus menggencarkan latihan agar dapat memberikan hasil terbaik. Pada SEA Games 2025 tahun ini tim pencak silat Indonesia berkekuatan 15 atlet yang akan bertanding pada 13 nomor. 

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
07-10-2025

Kendati baru akan tampil untuk pertama kali di SEA Games, Tuke sebenarnya bukan tanpa pengalaman di level internasional. Tuke sudah tampil pada Kejuaraan Asia Vietnam 2024 dan Kejuaraan Asia Uzbekistan 2025 serta beraksi pada level dunia di Kejuaraan Dunia Abu Dhabi 2024. Pada tiga ajang itu, Tuke selalu membawa pulang emas untuk kelas A (45-50 kg).

Kata Tuke, prestasi di tiga kejuaraan itu jadi bekalnya menatap SEA Games. Meski levelnya lebih rendah, SEA Games tetap memberi gengsi tersendiri baginya. ”Jadi, tetap ada gugup karena SEA Games ini berbeda, mungkin karena multicabang. Target medali emas bukan cuma buat diri sendiri tapi juga buat membantu tim dan kontingen Indonesia,” ucapnya.

Di SEA Games Thailand 2025, tim pencak silat berkekuatan 15 atlet yang turun di 13 nomor. Jika dibandingkan edisi sebelumnya di Kamboja, kekuatan Indonesia lebih minimum. Dua tahun lalu, Indonesia mengirimkan 20 pesilat.

Mereka bertarung untuk 17 nomor. Sebenarnya ada 22 nomor pertandingan, tetapi hanya tuan rumah Kamboja yang bisa mengikutinya. Negara lain dibatasi hanya bisa berpartisipasi maksimal 17 nomor.

Para atlet pencak silat berlatih di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Selasa (7/10/2025). Menjelang SEA Games Thailand 2025, tim pencak silat Indonesia terus menggencarkan latihan agar dapat memberikan hasil terbaik. Pada SEA Games 2025 tahun ini tim pencak silat Indonesia berkekuatan 15 atlet yang akan bertanding pada 13 nomor. 

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
07-10-2025

Meski nomor yang diikuti terbatas, Indonesia berhasil menjadi juara umum pencak silat dengan meraih total 16 medali yang terdiri dari 9 emas, 6 perak, dan 1 perunggu. Pencapaian ini menjadikan kontingen Indonesia meraih medali emas terbanyak di cabang olahraga tersebut. Pencak silat juga menyumbang medali terbanyak bagi Indonesia.

Di Thailand, tim pencak silat diberikan target juara umum lagi. Pelatih tim pencak silat Indonesia, Indro Catur mengatakan, tim pencak silat Indonesia harus bisa meraih 6-7 medali emas untuk memenuhi target tersebut.

Namun, tantangan akan dihadapi tim pencak silat Indonesia. Mereka kehilangan lima nomor yang berpotensi mempersembahkan medali di Thailand mendatang.

Empat nomor yang menghasilkan medali bagi Indonesia di Kamboja, tidak dipertandingkan di Thailand. Empat, antara lain, nomor tanding kelas B (50-55 kg) putra dan kelas D (60-65 kg) putri yang menghasilkan emas, serta kelas E (65-70 kg) putri, U45 putri, dan seni ganda putri yang mempersembahkan perak. Di Thailand, Indonesia menurunkan atlet di kelas G (75-80 kg) putra, yang tidak diikuti di Kamboja.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan, Indonesia kehilangan 41 potensi medali lantaran tuan rumah menghapus 41 nomor pertandingan dari cabor yang sebelumnya menyumbang banyak emas di Kamboja. Akibatnya, posisi Indonesia pada daftar klasemen medali bisa jadi turun ke peringkat ke-5 atau ke-6.

Pelatih tim pencak silat Indonesia Indro Catur memberikan arahan kepada para atlet di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Selasa (7/10/2025). Menjelang SEA Games Thailand 2025, tim pencak silat Indonesia terus menggencarkan latihan agar dapat memberikan hasil terbaik. Pada SEA Games 2025 tahun ini tim pencak silat Indonesia berkekuatan 15 atlet yang akan bertanding pada 13 nomor. 

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
07-10-2025

Meski demikian, Indro optimistis anak-anak asuhannya tetap bisa mencapai target dan menyumbang medali emas bagi Indonesia. Untuk itu, timnya akan memaksimalkan 13 nomor yang tersedia tersebut.

Apalagi, kata Indro, sebagian besar pesilat merupakan anggota tim di Kamboja lalu. Mereka juga berpengalaman meraih medali emas, seperti Arum.

”Lima atau enam medali emas sudah bisa jadi juara umum. Tapi, kita akan berusaha untuk seoptimal mungkin karena kita sebelumnya juga juara umum di Kamboja,” ujar Indro.

”Alhamdulillah kami pun tidak ada kendala karena tim merupakan kombinasi atlet peraih emas di Kamboja dan atlet-atlet muda yang berprestasi di Kejuaraan Dunia. Jadi, memang atlet yang berada di tim merupakan yang terbaik,” ucapnya lagi.

Para atlet pencak silat bersalaman dengan Chef de Mission SEA Games 2025 Bayu Priawan Djokosoetono di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Selasa (7/10/2025). Menjelang SEA Games Thailand 2025, tim pencak silat Indonesia terus menggencarkan latihan agar dapat memberikan hasil terbaik. Pada SEA Games 2025 tahun ini tim pencak silat Indonesia berkekuatan 15 atlet yang akan bertanding pada 13 nomor. 

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
07-10-2025

Ketua Kontingen Indonesia di SEA Games Thailand 2025 Bayu Priawan Djokosoetono juga optimistis pencak silat bisa kembali meraih juara umum. Menurut Bayu, target yang diberikan kepada pencak silat adalah tujuh medali emas.

”Pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga identitas bangsa. Dengan pencapaian di level dunia, saya percaya kalian bisa meraih target di Asia Tenggara,” kata Bayu kepada para atlet.

Pencak silat bisa kembali menjadi ”jurus” andalan Indonesia untuk mendulang banyak medali di SEA Games. Dengan skuad berpengalaman, bukan tidak mungkin prestasi di Kamboja bisa diulangi di Thailand nanti.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase