Pendekatan Lunak John Herdman, Cara Lama Pelatih Baru Timnas Indonesia

Herdman mengawali tugas di timnas Indonesia dengan pendekatan lunak kepada pemangku kepentingan. Karakter ini tumbuh dari pengalamannya sebagai guru sekolah dasar.

13 Jan 2026 13:14 WIB · Olahraga

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

Kehangatan terpancar dari John Herdman saat diperkenalkan sebagai pelatih baru timnas Indonesia, Selasa (13/1/2026), di Jakarta. Pernyataannya dalam konferensi pers menyiratkan pelatih asal Inggris itu akan tetap mengedepankan pendekatan lunak untuk membangun tim yang kuat. Herdman terilhami pendekatan serupa dari pelatih legendaris Inggris, Sir Bobby Robson.

Bukan mengecek fasilitas tim, rapat bersama petinggi PSSI, atau menyusun jadwal latihan, aktivitas awal John Herdman di Indonesia justru berpusat pada komunikasi dengan para pemain. Belum genap sebulan melatih Indonesia, Herdman mengaku telah menghubungi lebih dari 60 pemain, termasuk kapten timnas Jay Idzes. Lewat komunikasi itu, Herdman ingin mendengar sekaligus memahami suasana kebatinan para pemain pascakegagalan di kualifikasi Piala Dunia.

Tanpa pernah bertemu langsung sebelumnya Herdman memilih ”jemput bola”, berinisiatif memulai kontak lebih dulu. Itu adalah ciri khas Herdman dalam menangani tim, di mana ia menjunjung pendekatan interpersonal semata-mata memberi empati kepada para pemain yang masih terngiang akan kegagalan di kualifikasi. Pernah berkarier sebagai guru sekolah dasar menyadarkan Herdman akan satu hal, empati akan bermuara pada terbangunnya kepercayaan dan hal ini akan selalu ia pegang.

”Anda harus mencari tahu penyebab kesenjangan (kegagalan). Ini berarti berbicara dengan kapten, membentuk kelompok kepemimpinan untuk sepenuhnya memahami apa yang mereka alami, bagaimana mereka menderita di saat-saat tertentu, bagaimana mereka secara kolektif pulih dari keberhasilan dan kegagalan saat kampanye (kualifikasi Piala Dunia). Kemudian, bergerak untuk melihat standar, sistem, dan struktur berkinerja tinggi yang mendukung tim,” tutur Herdman.

Pendekatan itu terilhami oleh Sir Bobby Robson, mantan manajer legendaris tim ”Tiga Singa” yang menjadi panutan bagi kebanyakan pelatih asal Inggris kiwari. Latar belakang Herdman sebagai guru menghasilkan pendekatan komunikasi yang setara. Prinsip pendidikan di Inggris mayoritas tentang diskusi dua arah. Ada proses timbal balik alih-alih instruksi yang kaku dari sosok patron.

Ketua PSSI Erick Thohir (kanan) memberikan jersey Timnas Indonesia bertuliskan nama pelatih kepala baru, John Herdman, di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (13/1/2026). PSSI resmi memperkenalkan pelatih kepala baru Timnas Indonesia dan tim sepak bola Indonesia U-23, John Herdman. Pelatih berusia 50 tahun itu menjadi pelatih ke-41 Timnas Indonesia. Indonesia menjadi tim kelima yang dilatih Herdman dalam karier kepelatihannya. Sebelumnya ia menangani tim putri Selandia Baru, tim putri dan putra Kanada, serta mengasuh Toronto FC di Liga Amerika Serikat (Major League Soccer). Herdman membawa Timnas Kanada menembus dan tampil di Piala Dunia 2022, setelah terakhir kali Kanada berpartisipasi di Piala Dunia pada edisi Meksiko 1986. Herdman mendapat amanah untuk menjalankan kontrak maksimal empat tahun atau hingga 2030.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
13-01-2026

”Ini adalah langkah-langkah penting. Jadi, ini adalah periode mendengarkan, memahami, memastikan bahwa setiap orang yang perlu saya dengarkan telah didengar. Dan, kemudian mengambil tindakan, mengambil langkah-langkah tersebut, dengan sangat jelas tentang apa yang akan membawa kita pada hasil dengan cepat,” katanya.

Robson adalah gambaran yang cocok bagi pendekatan seperti itu. Menurut Herdman, dalam sebuah wawancara dengan The Athletic, Robson merupakan sosok yang peduli pada orang lain, terutama mereka yang marjinal serta diremehkan oleh lingkungannya. Sifat itu beririsan dengan tugas guru yang bisa mengangkat derajat seseorang melalui pendidikan.

Bentuk dukungannya kepada mereka yang ”terkucil dari lingkungan” juga tampak saat menjawab pertanyaan mengenai agenda terdekat. Tahun ini tim ”Garuda” akan menjalani dua agenda penting, FIFA Series dan Piala AFF 2026. Pada Piala AFF, Indonesia kemungkinan akan sulit memanggil pemain-pemain terbaiknya karena di luar agenda FIFA. Klub yang menaungi pemain punya hak untuk menolak pemain membela timnas.

Namun, bukannya meminta petinggi PSSI untuk melobi klub, Herdman dengan penuh keyakinan mengatakan akan mencoba memanggil pemain-pemain muda yang selama ini minim kesempatan bermain bersama timnas. ”Saya pikir, turnamen di Agustus, yaitu AFF, jadi sebuah kesempatan yang bagus untuk saya memahami seberapa dalam kolam talenta yang dimiliki Indonesia,” ucap Herdman.

Hal ini memberikan kesempatan kepada para pemain yang tidak mendapatkannya saat Maret atau Juni di kalender FIFA. Untuk memberikan kesempatan kepada para pemain muda, tetapi dengan skala yang jauh lebih besar.

”Jadi, saya pikir, struktur dari turnamen tersebut sebagai seorang pelatih baru itu sempurna. Anda punya kesempatan untuk menggunakan kolam yang jauh lebih besar,” tuturnya.

Pelatih kepala baru Timnas Indonesia, John Herdman, memperlihatkan jersey Timnas Indonesia bertuliskan namanya di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (13/1/2026). PSSI resmi memperkenalkan pelatih kepala baru Timnas Indonesia dan tim sepak bola Indonesia U-23, John Herdman. Pelatih berusia 50 tahun itu menjadi pelatih ke-41 Timnas Indonesia. Indonesia menjadi tim kelima yang dilatih Herdman dalam karier kepelatihannya. Sebelumnya ia menangani tim putri Selandia Baru, tim putri dan putra Kanada, serta mengasuh Toronto FC di Liga Amerika Serikat (Major League Soccer). Herdman membawa Timnas Kanada menembus dan tampil di Piala Dunia 2022, setelah terakhir kali Kanada berpartisipasi di Piala Dunia pada edisi Meksiko 1986. Herdman mendapat amanah untuk menjalankan kontrak maksimal empat tahun atau hingga 2030.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
13-01-2026

Mengulangi keajaiban

Secara spesifik, Herdman mengungkapkan keputusannya menerima tawaran melatih timnas Indonesia meski juga didekati oleh Jamaika dan Honduras. Tawaran melatih Jamaika tentu terdengar lebih menjanjikan. Negara di Amerika Tengah itu selangkah lagi berkesempatan tampil di Piala Dunia melalui kualifikasi antarkonfederasi. Secara peringkat, Jamaika juga lebih unggul.

Namun, ada alasan khusus yang melatari keputusan Herdman memilih Indonesia. Ia mengaku tidak melihat ranking negara saat menerima tawaran melatih. Bagi Herdman, Indonesia punya visi yang sama dengan dirinya. ”Karier saya sejauh ini adalah tentang membangun, bekerja sama dengan federasi yang memiliki semangat dan visi untuk membawa negara ini ke tempat yang belum pernah dicapai sebelumnya,” ujarnya.

Kalimat ”tempat yang belum pernah dicapai sebelumnya” menjadi kata kunci. Nama Herdman harum setelah berhasil mengantarkan timnas Kanada lolos Piala Dunia 2022 untuk pertama kalinya dalam 36 tahun. Herdman berambisi mengulangi keajaiban serupa di Indonesia. Pekerjaan di Indonesia baginya amat menantang. Meski begitu, dia melihat Indonesia memiliki potensi besar.

”Saya sangat yakin, dari lubuk hati saya, mendengar dari orang-orang di sini, negara ini sudah siap. Tidak ada lagi alasan. Kita punya tempat, kita punya kemampuan, kita punya liga profesional. Ada peluang besar Indonesia untuk mencapai sesuatu,” kata Herdman.

Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan, penunjukan Herdman adalah titik balik sepak bola Indonesia. Ia diharapkan mengangkat Indonesia ke level baru dalam persaingan secara regional, Asia, dan dunia.

Pelatih performa fisik baru Timnas Indonesia, Cesar Meylan (tengah), berfoto bersama di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (13/1/2026). PSSI resmi memperkenalkan pelatih kepala baru Timnas Indonesia dan tim sepak bola Indonesia U-23, John Herdman. Pelatih berusia 50 tahun itu menjadi pelatih ke-41 Timnas Indonesia. Indonesia menjadi tim kelima yang dilatih Herdman dalam karier kepelatihannya. Sebelumnya ia menangani tim putri Selandia Baru, tim putri dan putra Kanada, serta mengasuh Toronto FC di Liga Amerika Serikat (Major League Soccer). Herdman membawa Timnas Kanada menembus dan tampil di Piala Dunia 2022, setelah terakhir kali Kanada berpartisipasi di Piala Dunia pada edisi Meksiko 1986. Herdman mendapat amanah untuk menjalankan kontrak maksimal empat tahun atau hingga 2030.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
13-01-2026

”Ini adalah momen di mana PSSI dan sepak bola Indonesia masuk periode baru dengan ditangani pelatih yang sudah membawa timnya lolos ke Piala Dunia. Kita memulai lagi program prestasi timnas menunju Piala Dunia dengan menunjuk Herdman yang memiliki kualifikasi untuk mewujudkan itu,” ucap Erick.

Untuk membantu Herdman mewujudkan target itu, PSSI juga merekrut tangan kanannya, yakni Cesar Meylan, yang akan menjadi asisten pelatih fisik. Meylan berperan krusial di balik kesuksesan tim-tim yang ditangani Herdman, termasuk timnas Kanada dan Toronto FC.

Meylan merupakan doktor di bidang strength dan conditioning dari AUT University, Selandia Baru. Keahliannya meliputi pengelolaan beban latihan, pencegahan cedera, pemulihan, serta optimalisasi performa atlet agar mampu tampil konsisten di level kompetisi tertinggi.

infografik
Profil John Herdman


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul