Pendiri Tiktok, Zhang Yiming, Menjadi Orang Terkaya China

Pendiri Tiktok, Zhang Yiming, menggeser posisi bos minuman kemasan, Zhong Shanshan, yang telah menduduki orang terkaya China 3 tahun berturut-turut.

31 Okt 2024 15:40 WIB · Internasional

Oleh Irene Sarwindaningrum - [email protected]

Zhang Yimin, pendiri ByteDance yang merupakan induk dari Tiktok, menjadi orang terkaya di China pada 2024. Kekayaan pribadinya mencapai 49,3 miliar dollar AS (Rp 773,5 triliun).

Ia menggeser posisi Zhong Shanshan, pendiri dan pemimpin perusahaan Nongfu Spring, produsen air minum dalam kemasan terbesar di China dan salah satu perusahaan minuman terbesar di dunia.

Pada 2024, nilai kekayaan Zhong turun 24 persen menjadi 47,9 miliar dollar AS (Rp 751,6 triliun). Penurunan nilai Nongfu Spring terjadi setelah Zhong diterpa kritik yang meragukan patriotismenya.

Menurut daftar orang kaya oleh Hurun Research Institute yang diumumkan pada Selasa (29/10/2024), nilai kekayaan Zhang (41) meningkat 43 persen dari tahun 2023. Tahun ini pertama kali Zhang menggeser posisi Zhong yang telah menduduki peringkat sebagai orang terkaya di China selama 3 tahun berturut-turut sejak 2021. Saat ini, Zhong berada di posisi kedua.

Laba global ByteDance tahun 2024 meningkat hingga 60 persen kendati ditekan oleh kebijakan di banyak negara. Dengan demikian, kekayaan pribadi Zhang pun turut melejit.

FILE - A TikTok content creator, sits outside the U.S. Capitol, April 23, 2024, in Washington. TikTok is gearing up for a legal fight against a U.S. law that would force the social media platform to break ties with its China-based parent company or face a ban. A battle in the courts will almost certainly be backed by Chinese authorities as the bitter U.S.-China rivalry threatens the future of a wildly popular way for young Americans to connect online. (AP Photo/Mariam Zuhaib, file)

Meskipun Zhang telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pimpinan perusahaan pada 2021, ia diketahui memiliki sekitar 20 persen saham perusahaan. Selain ByteDance, Zhang juga memegang saham mayoritas di perusahaan farmasi, Beijing Wantai Biological Pharmacy Enterprise.

Tiktok menjadi salah satu aplikasi media sosial terpopuler di dunia saat ini. Padahal, sejumlah negara telah melarangnya atau setidaknya mempersulit keberadaannya.

Alasannya beragam, mulai dari dicurigai sebagai aplikasi untuk memata-matai, membahayakan anak-anak, hingga merugikan ekonomi lokal. Salah satunya AS. Negara itu telah mengesahkan undang-undang yang memberi ultimatum pelarangan Tiktok di AS pada Januari 2025, kecuali ByteDance menjualnya.

Tiktok pun menghadapi tuntutan hukum negara bagian dan federal AS terkait dengan dugaan kegagalan melindungi anak-anak yang menggunakan aplikasi tersebut. Negara-negara lain telah menyebutkan masalah keamanan nasional, salah satunya India.

Sejumlah negara Barat juga membatasi penggunaan Tiktok di gawai pemerintah, seperti Inggris, Kanada, dan Australia. Baik ByteDance maupun Tiktok telah menyangkal tuduhan-tuduhan tersebut.

China Rich List

Teknologi

Posisi orang terkaya di China kerap berubah. Sejak Hurun Research Institute mengumumkan daftar orang terkaya di China 26 tahun lalu, orang terkaya China sudah berganti 18 kali.

”Zhang Yiming adalah orang nomor satu terkaya baru ke-18 di China hanya dalam 26 tahun,” kata pemimpin Hurun Rupert Hoogewerf, seperti dikutip BBC.

Padahal, di sejumlah negara, umumnya daftar orang terkaya tak banyak berganti. Sebagai perbandingan, di AS, posisi orang terkaya hanya berputar pada empat orang, yaitu Bill Gates, Warren Buffett, Jeff Bezos, dan Elon Musk. Menurut Hoogewerf, hal ini juga menunjukkan dinamika ekonomi China.

Quote

Data menunjukkan bahwa tahun ini merupakan tahun yang menguntungkan bagi sektor teknologi.

Zhang mendirikan ByteDance bersama teman sekamar waktu kuliah, Liang Rubo, di Beijing pada 2012. Ia mengundurkan diri sebagai CEO perusahaan pada 2021 setelah sukses membangun ByteDance sebagai salah satu nama terbesar dalam teknologi China.

Saat ini, ByteDance memegang aplikasi berita populer China, yaitu Toutiao. Induk Tiktok itu juga memiliki Douyin yang merupakan aplikasi saudara Tiktok di China.

Para pemilik perusahaan teknologi semakin menguasai daftar orang terkaya China tahun ini. Selain Zhang, ada juga Pony Ma, bos raksasa teknologi Tencent.

infografik Pengguna tiktok berdasarjan negara

Ma berada di posisi ketiga dengan perkiraan kekayaan pribadi sebesar 44,4 miliar dollar AS (Rp 696,6 triliun). Tencent merupakan perusahaan pemilik aplikasi pesan WeChat dan sejumlah gim video (video game).

Sementara Colin Huang, pendiri PDD Holdings, turun ke posisi keempat dari posisi ketiga tahun lalu. Perusahaan itu adalah pemilik pelantar e-dagang yang berfokus pada diskon, Pinduoduo dan Temu. Pendapatan kedua pelantar itu terus naik selama setahun terakhir.

Kekayaan Zhang tak sampai setengah dari kekayaan Mukesh Ambani dari India yang saat ini merupakan orang terkaya di Asia. Pada 15 Juli 2024, kekayaan Ambani, pemilik Reliance Industries ini, diperkirakan mencapai Rp 1.999,34 triliun. Hal ini menjadikannya sebagai orang terkaya ke-11 di dunia.

Jumlah miliarder menurun

Namun, peningkatan kekayaan dari sektor teknologi China tak semata-mata karena kinerja perusahaan yang meningkat. Namun, ini juga karena pendapatan sektor lain yang turun di tengah lesunya ekonomi negara itu selama beberapa waktu terakhir.

Hanya sekitar 30 persen orang terkaya China tahun ini yang kekayaan bersihnya meningkat. Sebagian besar lainnya justru turun.

Secara keseluruhan, jumlah miliarder di China menyusut menjadi 753 orang, turun 142 orang dari tahun sebelumnya. Dibanding 2021, jumlah miliarder China turun 432 orang atau lebih dari sepertiga dari total 1.185 orang pada tahun itu.

Jumlah orang yang masuk dalam daftar orang terkaya China versi Hurun juga turun menjadi 1.094 orang. Secara keseluruhan, jumlah orang superkaya di China menyusut untuk 3 tahun berturut-turut.

Daftar Hurun mencakup orang-orang yang dinilai memiliki setidaknya 5 miliar yuan (sekitar Rp 11 triliun) hingga akhir Agustus 2024. Daftar tersebut juga meliputi Hong Kong, Makau, dan Taiwan.

Hoogewerf mengatakan, data menunjukkan tahun ini merupakan tahun yang menguntungkan bagi sektor teknologi, termasuk bagi produsen ponsel pintar, seperti Xiaomi. Kekayaan pendiri Xiaomi, Lei Jun, sebanyak 5 miliar dollar AS (Rp 78,5 triliun) tahun ini.

CEO XIAOMI Lei JunKompas/Mediana (MED)20-12-2017Profil CEO

Sementara untuk pasar energi hijau sulit. ”Pembuat panel surya, baterai litium, dan kendaraan listrik mengalami tahun yang penuh tantangan. Sebab, persaingan semakin ketat, yang menyebabkan kelebihan pasokan, dan ancaman tarif menambah ketidakpastian,” kata Hoogewerf.

Nilai kekayaan pembuat panel surya turun hingga 80 persen dibanding tahun 2021. Sementara kekayaan pembuat baterai dan kendaraan listrik masing-masing turun setengah dan seperempat dari tahun 2021.

Pascapandemi, China berjuang menghadapi tantangan ekonomi yang berat. Hal ini karena terjadi krisis real estat, utang pemerintah daerah yang tinggi, dan belanja konsumen yang lambat.

Sebelum melesatnya sektor teknologi, daftar orang terkaya China diisi para pemilik perusahaan pengembang real estat. Sekarang, posisi itu digeser teknologi, energi baru, dan elektronik konsumen terutama ponsel pintar dan e-dagang yang mencakup e-dagang lintas batas, produk konsumen, dan perawatan kesehatan. (Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Irene Sarwindaningrum
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W