Selain menewaskan pemilik persewaan mobil, seorang korban lain juga menderita luka tembak.
03 Jan 2025 07:55 WIB · Metro
JAKARTA, KOMPAS — Kepolisian Resor Kota Tangerang masih memburu pelaku penembakan pemilik rental mobil di Rest Area Km 45 Tol Tangerang-Merak. Selain menewaskan pemilik rental, seorang korban lain juga menderita luka tembak.
Kepala Kepolisian Resor Kota Tangerang Kombes Baktiar Joko Mujiono menyebut, penembakan terjadi pada Kamis (2/1/2025) sekitar pukul 04.30 WIB. Ilyas Abdurrahman atau IA (48) menjadi korban penembakan di rest area Tol Tangerang-Merak saat sedang melacak kendaraannya yang disewakan. IA meninggal dunia akibat terkena tembakan di dada.
Selain menewaskan IA, penembakan ini juga mengakibatkan Ramli Abu Bakar (60) atau R yang merupakan pegawai IA, tertembak di bagian bahu.
”Insiden bermula saat IA melacak mobil Honda Brio warna oranye yang dibawa penyewa. Upaya pelacakan dimulai dari Pandeglang. Korban melacak bersama timnya yang berjumlah tujuh orang menggunakan mobil Xpander warna putih,” ujar Baktiar dikutip dalam siaran Kompas TV, Jumat (3/1/2025).
Namun, saat tiba di rest area, IA mendapati bahwa mobilnya telah berpindah tangan. Korban kemudian mencoba mengonfirmasi kenapa mobilnya bisa berpindah tangan. Namun, situasi berubah tegang karena pelaku mengeluarkan senjata api.
”Pelaku sempat mengeluarkan dua tembakan peringatan, lalu menembak ke arah korban. Tembakan itu menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi, sementara satu orang lainnya dilarikan ke rumah sakit,” tutur Baktiar.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/04/06/bed0e543ec2f4a5b09549d2010fbc2d0-1000077126.jpg)
Pelaku penembakan diduga berjumlah empat orang dan mereka bukanlah penyewa langsung mobil korban. Polisi masih menyelidiki lebih lanjut terkait motif penembakan serta bagaimana kendaraan yang disewakan korban bisa berpindah tangan kepada pelaku.
”Masih serangkaian penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. Setelah kejadian dan adanya laporan mengenai peristiwa penembakan, kami langsung terjun untuk melakukan pengecekan TKP,” ujarnya.
Dari hasil olah TKP, kepolisian menemukan barang bukti berupa lima selongsong peluru kaliber 9 mm merek Luger dan satu mobil Brio warna oranye.
Baktiar menjelaskan, pihaknya juga telah mendapatkan informasi dari penyewa mobil yang sebenarnya. Ia menyebut pelaku bukan dari pihaknya. Meski demikian, hingga kini belum diketahui dengan pasti bagaimana mobil tersebut bisa berada dalam penguasaan pelaku.
”Masih kami dalami proses perpindahan kendaraan ini hingga berada di tangan pelaku,” ujar Baktiar.
Kemudian, pihaknya telah mengumpulkan barang bukti dan keterangan sejumlah saksi guna mengungkap kasus penembakan tersebut. Menurut saksi inisial NN (44) yang merupakan seorang pedagang di samping Indomaret, ia melihat beberapa mobil saling bekejaran dan berhenti di depan Indomaret Rest Area Km 45.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/03/09/70ed12bf-d229-4822-9337-54399da64caa.jpg)
Sementara itu, berdasarkan keterangan saski inisial AM yang merupakan anak pemilik rental, mulanya, mobil Honda Brio disewakan kepada seorang bernama Ajat pada 31 Desember 2024 untuk tiga hari. Namun, GPS kendaraan menunjukkan aktivitas mencurigakan sejak hari pertama. Oleh sebab itu, terjadi pelacakan mobil.
Saat melacak GPS kendaraan, IA dan rekan-rekannya menemukan dua dari tiga alat pelacak telah dirusak di daerah Pandeglang. Tim yang dipimpin IA pun melanjutkan pencarian dengan melacak satu GPS yang masih terpasang di mobil.
Pada saat dilacak, mobil Brio tersebut semakin melaju kencang. Jejaknya terendus setelah kendaraan berwarna oranye itu berhenti di depan Indomaret Rest Area Km 45 Tol Tangerang-Merak.
Saat korban akan mengecek mobil tersebut, pelaku tiba-tiba menembak secara brutal dan melukai dua korban. Salah satu pelaku sempat mengaku sebagai anggota TNI AU saat menodongkan senjata. Setelah menembak, pelaku kabur dengan mengendarai mobil Sigra hitam. Sementara mobil Brio ditinggalkan di jalan tol.
Baktiar menyebut, jenazah IA masih berada di RSUD Balaraja. Tim dokter Polda Banten tengah melakukan pemeriksaan forensik terhadap jasad IA. Sementara R saat ini dirawat di RSCM Jakarta untuk mendapatkan perawatan intensif.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2018/02/10/ace727d7-178f-47ab-a000-c90c6f6e9fd9_jpg.jpg)
Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PPTIM) meminta polisi menangkap pelaku dan mengusut tuntas kasus penembakan dua orang yang merupakan warga asal Aceh tersebut.
”Kami sangat berduka atas kehilangan nyawa warga Aceh. Satunya lagi sedang kritis dan dirawat di RSCM yang saat ini sedang kami jaga. Kami meminta pihak berwajib segera menangkap pelaku, mengusut tuntas kasusnya, dan pelakunya harus divonis berat,” kata Ketua Umum PPTIM Muslim Armas.
Menurut Muslim, kedua korban bagian dari keluarga besar Taman Iskandar Muda, organisasi induk paguyuban masyarakat Aceh di Jabodetabek. Kedua korban ditembak saat mempertahankan mobil rental miliknya yang dibawa kabur pelaku. Muslim juga meminta polisi mengusut kepemilikan senjata api yang digunakan pelaku untuk menembak korban.
”Aparat harus mengusut kepemilikan senjata api yang digunakan oleh pelaku, jika memang ada sindikatnya, itu harus ditumpas agar tidak terjadi lagi kejahatan serupa menimpa anak bangsa lainnya,” ujar Muslim.
Pihaknya akan mengawal kasus penembakan dua warga Aceh itu sampai tuntas dan siap memberi pendampingan hukum.
Penulis:
Atiek Ishlahiyah Al-HamasyEditor:
Neli TrianaPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .