Janice Tjen dihentikan Karolina Pliskova pada babak kedua Australia Terbuka. Penampilan pada Grand Slam keduanya ini menjadi pengalaman berharga bagi Janice.
22 Jan 2026 13:24 WIB · Olahraga
AFP
MELBOURNE, KAMIS — Langkah Janice Tjen di Grand Slam Australia Terbuka terhenti pada babak kedua. Petenis putri andalan Indonesia ini harus mengakui keunggulan mantan petenis nomor satu dunia, Karolina Pliskova, 4-6, 4-6, pada pertandingan yang berlangsung di Melbourne, Australia, Kamis (22/1/2026) pagi WIB.
Meskipun kalah, pertandingan melawan Pliskova menjadi pengalaman berharga bagi Janice dalam mengarungi kompetisi melawan petenis-petenis elite di kancah turnamen mayor. Australia Terbuka merupakan Grand Slam kedua bagi Janice, yang namanya mulai menanjak di dunia tenis tahun lalu. Australia Terbuka merupakan turnamen pembuka dari empat seri Grand Slam dan masih banyak tur WTA lain yang menanti Janice musim ini.
Dalam dua penampilannya di Grand Slam, ia berhasil tampil mengejutkan pada babak pertama, tetapi lantas kandas pada babak kedua. Tahun lalu, Janice berhasil melaju ke babak utama Grand Slam pertamanya, Amerika Serikat Terbuka, melalui kualifikasi. Pada babak pertama, ia menjungkalkan petenis unggulan ke-24, Veronika Kudermetova.
Akan tetapi, Janice kemudian harus terhenti pada babak kedua. Ia kalah dari mantan juara AS Terbuka, Emma Raducanu.
Tahun ini, dengan peringkat dunia yang meroket hasil penampilan apiknya musim lalu, ia bisa langsung tampil pada babak utama Australia Terbuka. Lagi-lagi, Janice yang berperingkat 59 dunia berhasil tampil mengejutkan dengan mengalahkan unggulan ke-22 asal Kanada, Leylah Fernandez, dengan straight set.
Pada babak kedua, Janice bertemu Pliskova yang masih merupakan petenis berbahaya meskipun ia sudah berusia 33 tahun. Pliskova merupakan mantan petenis nomor satu dunia.
Meski baru pulih dari cedera panjang, Pliskova menunjukkan keunggulan dengan pengalamannya yang sudah lama malang melintang di dunia tenis. Janice tak mampu membendung permainan Pliskova dan dipaksa menyerah dengan skor 4-6, 4-6 melalui pertandingan yang berlangsung 1 jam 38 menit.
”Setelah kembali dari cedera yang begitu lama, Anda hanya berharap bisa memainkan beberapa pertandingan,” kata Pliskova setelah kemenangannya atas Tjen, dikutip laman WTA.
Petenis Ceko ini pun kembali ke babak kedua Grand Slam untuk pertama kalinya sejak Australia Terbuka 2023. Ia akan menantang juara bertahan, Madison Keys, yang mengalahkan Ashlyn Krueger pada babak kedua.
Dari statistik pertandingan, penampilan Janice sebenarnya cukup apik. Ia, misalnya, unggul dalam catatan as dan winner dengan melakukan tujuh kali dan 27 winner berbanding tiga kali dan 20 kali. Petenis 23 tahun ini merebut gim pertama, namun Pliskova yang merupakan runner-up AS Terbuka 2016 berhasil menyamakan kedudukan sebelum kemudian mengambil alih permainan.
Pliskova tak memberikan kesempatan pada Janice untuk bangkit dan berhasil memastikan kemenangan kedua setelah pukulan Janice pada gim ke-10 set kedua melebar. Penampilan Janice di Australia pun berakhir setelah pada nomor ganda ia juga tersingkir.
Pada tunggal putra, Novak Djokovic berhasil melaju ke babak ketiga setelah mengalahkan petenis kualifikasi, Francesco Maestrelli, 6-3, 6-2, 6-2. Kemenangan itu membuat impian Djokovic untuk memenangi gelar Grand Slam ke-25 masih hidup.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/22/c139229961a8d5ffc1483deaff019caa-wires_photo_2026_01_22T131256.412.jpg)
”Saya tidak banyak tahu tentang dia (Maestrelli) sampai beberapa hari yang lalu, itu lebih sering terjadi akhir-akhir ini,” ujar Djokovic tentang lawannya yang berusia 23 tahun itu.
Pemain berusia 38 tahun itu tampil menekan. Hal itu membuat Maestrelli, yang berada di peringkat ke-141 dunia, kesulitan mengembangkan permainan. Djokovic pun dengan mulus memenangi pertandingan.
”Rasa hormat selalu ada dan saya tidak meremehkannya. Dia memiliki servis yang kuat dan permainan yang bagus, hanya kurang sedikit pengalaman,” kata Djokovic mengenai lawannya. (AFP/REUTERS)
Penulis:
Prasetyo Eko PrihanantoEditor:
Antonius Tomy TrinugrohoPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti