China berjanji membuka akses pasar seluas mungkin. Sementara Vietnam menuruti perintah AS menyelidiki komoditas ekspor mereka agar bersih dari barang China.
11 Apr 2025 14:05 WIB · Internasional
WASHINGTON DC, JUMAT — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menangguhkan penerapan tarif impor untuk 90 hari ke depan, kecuali terhadap China. Langkah Trump dianggap mengisolasi AS dari dunia. China tetap membalas tarif Trump dan berjanji membuka pasarnya seluas-luasnya.
Pada Kamis (10/4/2025) siang waktu Washington DC atau Jumat dini hari WIB, Trump menaikkan bea masuk impor (BMI) komoditas China. Kini, BMI produk China ke AS total 145 persen. China balas menaikkan sehingga total BMI AS ke China mencapai 125 persen.
Bukan cuma mengubah besaran BMI, Trump juga labil soal perundingan dagang dengan China. Saat menaikkan BMI menjadi total 118 persen, ia menyebut semua pintu perundingan dengan China ditutup.
Kini, ia mengaku yakin bisa berunding dengan Presiden China Xi Jinping. ”Saya mengenal dan menghormati Xi. Saya yakin kami bisa menemukan jalan keluar,” ujarnya.
Pada saat yang sama, Trump memuji kemenangannya atas Uni Eropa. Awalnya, UE akan membalas tarif impor Trump, tetapi tidak jadi. ”UE itu pintar. Mereka melihat perang dagang kita dengan China dan tidak mau ikut-ikutan,” kata Trump.
Optimisme Trump tidak tergambar di bursa saham serta harga minyak dan gas yang terus merosot. Perusahaan-perusahaan S&P 500 kini melorot 15 persen dari puncak. Pada Kamis (10/4) saja saham mereka turun 3,5 persen. Indeks Dow Jones turun 2,5 persen.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2020/10/21/FILES-US-CHINA-TRADE-POLITICS-TRUMP-XI_85910026_1603237670.jpg)
Menurut keterangan firma Rabobank, perang dagang terjadi antara AS dan China. Pasar ditarik ke dua arah berlawanan. Ini bisa mendatangkan penyakit pada perekonomian AS. Walaupun Trump menangguhkan tarif untuk semua negara selain China selama 90 hari mendatang, dampak tarif awal sudah bergulir.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan tidak melihat hal aneh di bursa saham. Menurut dia, semua masih dalam batas kewajaran. Segala sesuatu akan kembali normal setelah 90 hari.
Sementara Menteri Perdagangan Howard Lutnick menekankan, AS tidak berniat membuat koalisi. Semua langkah AS hanya berlandaskan ”America first” atau kepentingan pribadi. ”Makanya, kita berunding satu per satu. Kita memastikan kepentingan AS berjalan di setiap kerja sama dengan negara berbeda-beda,” tuturnya.
Hal ini tecermin dari tindakan Vietnam. Menurut bocoran yang diterima kantor berita Reuters, Hanoi sedang mengadakan penyelidikan mengenai komoditas ekspor dan impor. Tindakan itu diambil setelah Penasihat Ekonomi Gedung Putih Peter Navarro menuduh Vietnam sebagai perpanjangan tangan China.
Menurut Navarro, banyak barang yang diekspor Vietnam ke AS diberi label buatan Vietnam (made in Vietnam). Akan tetapi, aslinya itu produk jadi yang diimpor Vietnam dari China. Barang buatan China itu dilabeli buatan Vietnam demi menghindari tarif impor AS.
Vietnam berusaha merundingkan pengurangan tarif dari AS. Trump memukul Vietnam dengan tarif 46 persen. Hanoi menginginkan angkanya dikurangi menjadi 22-28 persen. Penyelidikan barang impor dari China ini adalah salah satu upaya memenangkan hati Trump.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/08/04/79b9cbf4-d87f-4d18-8c98-fd7b4fc7d7df_png.png)
Anggota Komite Urusan China DPR AS Raja Krishnamoorti menilai, perbuatan Trump konyol. ”Kalau mau menghadapi China, kita tidak bisa sendirian. Kita harus membangun kemitraan dengan negara-negara lain. Ini AS malah memusuhi teman-teman sendiri,” ucapnya.
Berbicara kepada ABC, ekonom Universitas California Berkeley, Olaf Groth, menjelaskan, rakyat AS yang paling terpukul perang dagang dengan China. Sebagai gambaran, 73 persen telepon genggam, 78 persen komputer pangku (laptop), dan 77 persen mainan dibuat di China. Apabila Trump menaikkan tarif untuk China di atas 100 persen, barang-barang kebutuhan pokok warga menjadi tidak terjangkau harganya.
”Penyuara kuping (headphones) umumnya diecer seharga 19 dollar AS bisa naik menjadi 30 dollar AS. Sepatu yang awalnya paling murah 77 dollar AS sudah dipastikan harganya di atas 100 dollar AS,” tutur Groth.
China memutuskan tidak tunduk kepada tekanan AS. Beijing menaikkan BMI untuk beragam komoditas dari AS. China antara lain mengimpor daging sapi, babi, ayam, dan boga bahari dari AS.
”China menolak hegemoni dan ketidakadilan akses perdagangan. Kami membuka pasar seluas-luasnya dan mengundang negara-negara lain untuk berdagang,” kata Juru Bicara Kementerian Perdagangan China He Yongqian.
China juga mulai mendekati kembali negara-negara Eropa, Korea Selatan, Jepang, dan Asia Tenggara. Pada Jumat (11/4), Perdana Menteri China Li Qiang menelepon Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Kedua pejabat sepakat sistem perdagangan internasional perlu dibenahi agar lebih adil. Von der Leyen turut meminta akses Eropa ke pasar China diperbesar.
![(FILES) This photo taken on February 20, 2025 shows employees working in a clothing sewing workshop in Guangzhou, China's southern Guangdong province. US President Donald Trump ignited a potentially ruinous global trade war on April 2 as he slapped 10 percent tariffs on imports from around the world and harsh extra levies on key trading partners. (Photo by Pedro PARDO / AFP) / The erroneous mention[s] appearing in the metadata of this photo by Pedro PARDO has been modified in AFP systems in the following manner: [correcting first sentence and location]. Please immediately remove the erroneous mention[s] from all your online services and delete it (them) from your servers. If you have been authorized by AFP to distribute it (them) to third parties, please ensure that the same actions are carried out by them. Failure to promptly comply with these instructions will entail liability on your part for any continued or post notification usage. Therefore we thank you very much for all your attention and prompt action. We are sorry for the inconvenience this notification may cause and remain at your disposal for any further information you may require.](https://assetd.kompas.id/mV-sSMWtJdPf3680XrS07bACsGY=/1024x682/smart/filters:format(webp):quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/09/49fb26ed01248ef108d05ee4d2e5b917-000_38WP463.jpg)
Badan Film Nasional China di situs resmi mereka mengumumkan mengurangi impor film Hollywood. Menurut data Gower Street Analytics 2023, China adalah pasar film terbesar kedua di dunia. Nilainya sebesar 7,7 miliar dollar AS atau setara 23 persen pasar global.
Peringkat pertama masih diduduki AS dengan nilai 9,1 miliar dollar AS atau 27 persen pasar global. Peringkat ketiga diduduki oleh Jepang, tetapi dari segi nilai jauh dibandingkan dengan China, yaitu hanya 1,5 miliar dollar AS.
Dilansir Yahoo Entertainment, pada 2019, film Hollywood, Avengers: Endgame meraup keuntungan 632 juta dollar AS hanya di China. Ini menjadikan pasar China incaran para pembuat film AS. Akan tetapi, pada 2020, China mengurangi impor film karena kebijakan 60 persen film di bioskop harus buatan dalam negeri. Per 2024, aturannya menjadi 80 persen film. Ceruk untuk Hollywood kini semakin kecil gara-gara perang dagang.
Namun, ekonom Atlantic Council, Josh Lipsky, mengatakan, dibandingkan dengan perang dagang jilid satu pada masa jabatan Trump 2017-2021, kali ini AS dan China sibuk sendiri. Bagi negara-negara lain pun tawaran atas pasar China yang luar biasa besar ditanggapi dengan lebih hati-hati.
”China itu kelebihan memproduksi barang. Negara-negara lain khawatir jika perdagangan ditingkatkan, China melakukan dumping,” katanya. (AP/AFP/Reuters)
Penulis:
Laraswati Ariadne AnwarEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .