Dubai mati-matian mempertahankan reputasi sebagai negara paling aman di tengah perang Iran yang menyasar negaranya.
16 Mar 2026 09:25 WIB · Internasional
AP/Fatima Shbair
Seorang pria tidur siang di atas meja kafe di Pasar Al Seef yang kosong, Jumat (13/3/2025). Daerah ini sebelumnya menjadi tempat favorit warga lokal dan wisatawan untuk menghabiskan waktu sore hingga malam.
Deretan kafe lain serta toko-toko suvenir yang berjajar di lingkungan bersejarah Al Fahidi, Dubai Creek, yang menjadi salah satu area wisata utama di Dubai juga terlihat kosong. Hanya ada beberapa pelanggan yang duduk di antara deretan kursi dan sedikit orang yang melihat-lihat di toko suvenir.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/16/3e2f3602-ab79-4d7c-8f8b-600fd7acfa97.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/16/320db317-9689-486f-8fe4-710d5f63c759.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/03/16/410a8d7b-9f42-47e4-bb15-37251e67c482_jpg.jpg)
Seorang pedagang duduk di dalam sebuah toko di Pasar Al Seef yang kosong, di sepanjang Sungai Dubai, salah satu kawasan wisata utama Dubai, Uni Emirat Arab, Jumat (13/3/2026).
AP/Fatima Shbair
Kursi kosong di depan gedung-gedung bertingkat tinggi di sepanjang pantai di Jumeirah Beach Residence, Dubai, Rabu (11/3/2026). AFP/Fadel SENNA
Kios es krim di Pasar Al Seef yang kosong, di sebelah lingkungan Al Fahidi yang bersejarah di sepanjang Dubai Creek, Dubai, Uni Emirat Arab, Jumat (13/3/2026).
AP/Fatima Shbair
Di sudut lain, di sekitar Pelabuhan Dubai, situasinya pun sama. Kafe-kafe di pinggir laut terlihat sepi. Puluhan set meja kursi yang biasanya ramai pengunjung untuk menikmati pemandangan kota Dubai dari tepi pantai tertata rapi tanpa pengunjung.
Pemandangan di pusat-pusat perbelanjaan di tengah kota Dubai juga mirip. Sepi dari lalu lintas pengunjung dan mereka yang biasanya mencari kebutuhan sehari-hari.
Dampak dari perang Iran telah mengganggu perjalanan udara di seluruh Timur Tengah. Serangan pesawat tak berawak dan rudal Iran yang menargetkan lokasi di Uni Emirat Arab telah merusak citra negara tersebut sebagai salah satu destinasi teraman.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/16/69cc7905-c131-49ee-9ee5-1022a329ea7e.jpg)
Akibatnya, beberapa area wisata paling populer di Dubai, seperti pasar tepi laut Al Seef di sepanjang Dubai Creek dan pantai-pantai di dekat hotel-hotel mewah, seperti Burj Al Arab, mengalami penurunan jumlah pengunjung jauh dari biasanya.
Upaya keras dilakukan untuk mempertahankan citra Dubai sebagai tempat yang aman di tengah gempuran Iran. Salah satunya dengan mengerahkan para pemengaruh (influencer) untuk mendukung pesan pemerintah. Pihak berwenang juga menindak tegas mereka yang menyebarkan rekaman serangan Iran ke negara itu.
Selama beberapa dekade, Uni Emirat Arab menobatkan diri sebagai negara teraman di dunia dan membanggakan tingkat kejahatannya yang sangat rendah. Citra itu kini hancur.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/16/caa1c17c-ae51-44ba-90e7-b851e2314f86.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/16/6fe9be6a-4596-4d90-9f44-ed367b779e06.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/03/16/55142ec0-c25c-4d0a-9114-c45f02dc5ca7_jpg.jpg)
Fasad sebuah bangunan di distrik keuangan Dubai, Uni Emirat Arab, rusak oleh puing-puing yang jatuh setelah intersepsi yang berhasil terhadap serangan, Jumat (13/3/2026).
AP/Altaf Qadri
Para pekerja memeriksa kerusakan di Hotel Address Creek Harbour, Dubai, Uni Emirat Arab, setelah terkena serangan drone, Kamis (12/3/2026).
AP/Fatima Shbair
Seorang perempuan menyeberang jalan di Jumeirah Beach Residence, Dubai, Uni Emirat Arab, Selasa (10/3/2026). AFP/FADEL SENNA
Iran telah menembakkan lebih dari 1.800 rudal dan drone ke Uni Emirat Arab, lebih banyak daripada negara lain yang menjadi sasaran Teheran dalam konflik tersebut. Serangan itu merusak suasana tenang meskipun pertahanan udara berhasil mencegat sebagian besar proyektil tersebut.
Sekitar 90 persen penduduk UEA adalah warga asing dan tenaga kerja. Hal ini penting sebagai upaya diversifikasi ekonomi agar tidak terlalu bergantung pada minyak, tetapi beralih ke pariwisata dan jasa. Mempertahankan dan menarik wisatawan asing menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/16/512759fc-1bf6-4426-b6be-733c62f71173.jpg)
Sektor pariwisata sangat rentan terhadap masalah keamanan. Untuk mengatasi dampak buruk lebih lanjut, pihak berwenang telah meningkatkan upaya untuk menampilkan citra normalitas selama perang.
Pada awal perang, Presiden UEA Mohamed bin Zayed al-Nahyan berjalan bersama rombongan besarnya melalui Dubai Mall. Emaar, pengembang properti besar yang mengelola pusat perbelanjaan terkenal, termasuk Dubai Mall, telah memperingatkan toko dan restoran agar tetap beroperasi dengan jam buka yang dikurangi selama perang.
”Tindakan semacam itu merusak ketertiban umum, menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu, dan berdampak buruk pada reputasi dan kedudukan ekonomi Uni Emirat Arab,” kata perusahaan itu dalam sebuah catatan yang dikirim ke toko-toko.
(AP/AFP)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Heru Sri KumoroPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti