Perang Sudah Empat Tahun, Perundingan Rusia–Ukraina Buntu Lagi

Tanpa ada kompromi, perang yang memasuki tahun keempat pekan depan diperkirakan masih akan berlangsung.

19 Feb 2026 11:39 WIB · Internasional

AP/Andrii Marienko

Oleh Irene Sarwindaningrum

GENEVA, KAMIS — Perundingan damai Ukraina-Rusia yang dimediasi Amerika Serikat kembali buntu. Pembicaraan hanya berlangsung 2 jam tanpa kehadiran perunding utama Amerika Serikat.

Hari kedua pembicaraan di Geneva, Swiss, Rabu (18/2/2026) waktu setempat atau Kamis waktu Indonesia, ditutup tanpa hasil. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, yang tidak hadir dalam pertemuan, mengakui pembicaraan alot. ”Perundingan itu tidak mudah,” kata Zelenskyy setelah perundingan.

Ia mengatakan, pembicaraan hanya seputar isu teknis, salah satunya cara memantau gencatan senjata. Namun, permasalahan politik dan perdamaian belum ada titik temu. Isu utama menyangkut bagian wilayah Donetsk di Ukraina timur yang masih dikuasai Ukraina. Moskwa menuntut wilayah itu diserahkan sebagai syarat penghentian perang. Kyiv menolak.

Dalam pidato yang disiarkan melalui video, Zelenskyy menyatakan ketidakpuasan. ”Militer membahas sejumlah isu secara serius dan substantif. Masalah politik sensitif, kemungkinan kompromi, dan perlunya pertemuan para pemimpin belum cukup dibahas,” ujarnya.

Ukraine's President Volodymyr Zelenskyy addresses the audience during a session at the Munich Security Conference in Munich, Germany, Saturday, Feb. 14, 2026. (AP Photo/Michael Probst)
Russia's chief negotiator Vladimir Medinsky leaves after a two hours second round of US-mediated negotiation between Russia and Ukraine seeking to find an end to the four-year war, in Geneva on February 18, 2026. Kyiv and Moscow said the second day of Russia-Ukraine-US talks in Geneva had ended, with Russian state media reporting that more talks were due in the "near future". (Photo by Harold CUNNINGHAM / AFP)

Ketua delegasi Rusia, Vladimir Medinsky, juga menggambarkan negosiasi itu sulit. ”Perundingan berat, tetapi tetap seperti pembicaraan bisnis,” katanya kepada media Rusia.

Menurut perwakilan negosiator utama Ukraina, Rustem Umerov, Medinsky masih berbicara dengan Ukraina hampir 2 jam setelah sesi formal berakhir.

Tanpa ada kompromi, perang yang memasuki tahun keempat pekan depan diperkirakan masih akan berlangsung. Perang Ukraina pecah pada 22 Februari 2022. Perang telah menewaskan ratusan ribu orang, memaksa jutaan warga mengungsi, dan menghancurkan kota-kota, permukiman, serta desa-desa di Ukraina. Rusia membantah sengaja menargetkan warga sipil.

infografik
AFP
Rudal Hipersonik Oreshnik Milik Rusia
Perbandingan rudal FP-5 Flamingo milik Ukraina dengan rudal Tu-141 Strizh era Uni Soviet. *** Local Caption *** Perbandingan rudal FP-5 Flamingo milik Ukraina dengan rudal Tu-141 Strizh era Uni Soviet.

Pernyataan kedua belah pihak kontras dengan dua putaran perundingan trilateral sebelumnya di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, yang berlangsung pada awal Februari. Pembicaraan disebut konstruktif dan produktif. Pembahasan di Abu Dhabi lebih menitikberatkan isu teknis yang dinilai lebih mudah dikompromikan. Beberapa di antaranya soal mekanisme pemantauan gencatan senjata dan pertukaran tawanan perang.

Sebaliknya, sejak awal, perundingan pekan ini diperkirakan macet. Pasalnya, perundingan membahas isu wilayah yang alot. Perundingan juga dihadiri perunding yang dikenal sulit dan tanpa kehadiran negosiator utama AS.

Kyiv menilai, kembalinya Medinsky memimpin delegasi Rusia menunjukkan Moskwa tak bersedia kompromi sejak awal. ”Kami dapat menyatakan Rusia berusaha mengulur perundingan yang seharusnya sudah bisa mencapai tahap akhir,” kata Zelenskyy, Senin, setelah hari pertama pembicaraan.

Quote

Kami dapat menyatakan Rusia berusaha mengulur perundingan yang seharusnya sudah bisa mencapai tahap akhir.

Medinsky dinilai sebagai sosok berhaluan keras dan ultrakonservatif yang tidak disukai di Ukraina. Dalam pembicaraan di Abu Dhabi, Medinsky tak hadir.

Selain itu, Utusan Khusus Presiden AS Donald Trump, yakni Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner, tak hadir. Keduanya adalah negosiator utama AS yang biasanya datang di perundingan yang dinilai penting bagi AS.

Absennya dua negosiator utama AS dikonfirmasi seorang pejabat AS dan seorang pejabat Ukraina yang tak mau disebut namanya. Sesi tertutup itu diikuti negosiator AS lain yang lebih yunior.

Tuntutan sama

Tuntutan Rusia dan Ukraina masih sama. Rusia menuntut Ukraina menyerahkan sisa wilayah yang masih dikuasai Kyiv di kawasan Donetsk. Saat ini, Ukraina menguasai sekitar 20 persen wilayah Donetsk di bagian timur yang belum dapat ditaklukkan pasukan Rusia.

Wilayah yang diminta Rusia berupa jalur teritori sepanjang 80,5 kilometer dan selebar 64,5 kilometer. Wilayah ini mencakup puluhan kota dan desa, serta berada di antara garis depan pertempuran.

A Ukrainian serviceman of the 48th separate artillery brigade prepares artillery shells before firing towards Russian positions on the frontline in Kharkiv region, Ukraine, Wednesday, Feb. 18, 2026. (AP Photo/Andrii Marienko)
People walk past a banner reading "Azovstal - Free Mariupol Defenders" displayed on the facade of the Kyiv city council building on February 18, 2026, amid the Russian invasion of Ukraine. (Photo by HENRY NICHOLLS / AFP)

Kyiv selalu menolak permintaan itu. Ukraina juga menolak penarikan pasukan dari wilayah itu. Kyiv menilai, penyerahan wilayah akan mendorong Rusia memperluas serangan.

Selama ini, Ukraina meminta jaminan keamanan dari sekutu Barat, terutama AS, untuk mencegah Moskwa melanggar gencatan senjata atau menyerang lagi. Namun, AS tak mau melindungi sebelum serangan Rusia terjadi. Washington hanya bersedia bertindak apabila Rusia sudah melancarkan serangan.

Selain soal wilayah yang diduduki Rusia, Zelenskyy mengatakan, isu paling alot lainnya adalah pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhia yang masih berada di bawah kontrol Moskwa. Ukraina menginginkan PLTN terbesar di Eropa itu dioperasikan oleh AS dan Ukraina. Rusia menolak.

Di sisi lain, Zelenskyy mengisyaratkan melunak pada opsi zona demiliterisasi di timur, yaitu dengan pasukan Ukraina dan Rusia sama-sama mundur dari porsi wilayah yang setara.

Namun, ia menegaskan kompromi teritorial hanya mungkin setelah Ukraina memperoleh jaminan keamanan yang tegas. ”Publik Ukraina akan menolak kesepakatan damai apa pun yang mengharuskan Kyiv menarik diri secara sepihak dari Donbas,” ujarnya, dikutip dari media AS, Axios.

Negosiasi di balik layar

Di balik pertemuan formal, para perunding dilaporkan juga berunding di balik layar. Laporan media AS, The New York Times, Kamis (19/2/2026), mengungkapkan, negosiasi sensitif itu berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Negosiasi ini mengenai kendali atas wilayah timur Donetsk dan zona demiliterisasi. Hal ini diketahui dari tiga orang yang mengetahui jalannya perundingan dan hanya mau berbicara secara anonim.

US President Donald Trump and Ukranian President Volodymyr Zelensky shake hands during a press conference following talks at Trump's Mar-a-Lago residence in Palm Beach, Florida, on December 28, 2025. (Photo by Jim WATSON / AFP)

Gagasan itu mirip dengan sebagian proposal 28 butir yang pernah dilontarkan Trump pada November 2025. Rencana itu menekan Kyiv untuk menerima sebagian besar tuntutan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam rancangan itu, Rusia tak banyak dimintai kompromi. Adapun Ukraina diminta menarik pasukan dan menyerahkan wilayah. Belakangan, Ukraina tidak lagi diminta menarik pasukan dari seluruh empat wilayah yang dianeksasi Rusia pada 2022.

Inti proposal 28 butir menyasar wilayah dan arsitektur keamanan Ukraina. Donetsk, Luhansk, dan Crimea akan diakui secara de facto wilayah Rusia. Ukraina wajib mundur dari sebagian Donetsk yang masih dikuasainya dan dibentuk zona penyangga demiliterisasi.

Adapun Rusia dapat mempertahankan wilayah Kherson dan Zaporizhia yang didudukinya, tetapi menarik diri dari sebagian kecil wilayah di Kharkiv dan Sumy.

Pada saat bersamaan, proposal 28 butir menutup pintu keanggotaan NATO bagi Ukraina, melarang pengerahan pasukan NATO di Ukraina, membatasi kekuatan militer Ukraina, serta memberi amnesti bagi semua pihak atas tindakan selama perang.

Pertemuan lanjutan

Meski tak ada terobosan, Gedung Putih menyatakan pertemuan di Geneva mencapai kemajuan berarti. Dalam keterangan di Washington, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, upaya kesepakatan damai bersama menjanjikan. Ia juga menyiratkan pertemuan lanjutan dapat segera berlangsung.

Ukraine's lead negotiator Rustem Umerov reads a statement following the conclusion of US-mediated talks between Russia and Ukraine seeking to find an end to the four-year war, in Geneva on February 18, 2026. (Photo by Elodie LE MAOU / AFP)

Leavitt mengatakan, Trump menilai, perang yang hampir empat tahun itu sangat tidak adil. Bukan hanya tak adil bagi warga Rusia dan Ukraina yang kehilangan nyawa, melainkan juga bagi pembayar pajak AS yang telah memberikan dukungan finansial bagi Ukraina.

Seusai pertemuan, delegasi kedua belah pihak sepakat akan bertemu lagi, tetapi tidak menetapkan tanggal. Adapun Zelenskyy menyebut putaran berikutnya tepat apabila digelar pada akhir bulan ini. (Reuters/AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Irene Sarwindaningrum
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto