PERANG TIMUR TENGAH

Israel-Hizbullah Berperang Lagi di Perbatasan

Perang AS-Israel melawan Iran meluas ke Lebanon. Israel dan Hizbullah saling serang. Pasukan Israel dan Lebanon pun memperketat pengamanan di perbatasan.

04 Mar 2026 05:00 WIB · Internasional

AFP

Oleh Luki Aulia

BEIRUT, SELASA - Israel sudah menyiagakan pasukan tambahan di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon, Selasa (3/3/2026). Alasannya, untuk membuat zona penyangga demi melindungi warga sipil Israel dan lokasi-lokasi strategis dari potensi serangan kelompok Hizbullah.

Pasukan Israel sudah bergerak maju dari Kfar Kila dan Dataran Khiam. Menyusul eskalasi pasukan Israel, militer Lebanon juga memindahkan pasukannya ke perbatasan. Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Israel Kaatz, memerintahkan pasukan Israel untuk merebut lebih banyak posisi strategis di Lebanon.

TOPSHOT - Smoke rises from Israeli bombardment on the southern Lebanese area of Kfar Tibnit on March 3, 2026. Israel on March 3 ordered the military to take control of more positions in Lebanon, where the army pulled back some of its forces after Hezbollah attacked Israeli bases in support of its backer, Iran. (Photo by Rabih DAHER / AFP)

Sejak November 2024, pasukan Israel sudah menduduki lima posisi di Lebanon selatan setelah hampir setahun terjadi bentrokan lintas perbatasan. Bentrokan terjadi karena dukungan Hizbullah kepada Hamas setelah perang di Gaza pecah. Puluhan ribu penduduk di kedua sisi perbatasan sudah dievakuasi karena pertempuran kian intensif.

Militer Israel sejak itu mengaku tidak berencana mengevakuasi penduduk dan memperkuat penempatan pasukan di sepanjang perbatasan. Sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata November 2024, hanya pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan pasukan Lebanon saja yang boleh membawa senjata di selatan Sungai Litani yang berjarak sekitar 30 kilometer dari perbatasan Israel.

Berdasarkan kesepakatan itu juga, Israel seharusnya menarik semua pasukannya dari Lebanon. Namun, Israel masih menempatkan pasukan di lima wilayah perbatasan yang dianggap strategis, karena Hizbullah belum mau melucuti senjatanya.

Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Effie Defrin, Senin, membuka kemungkinan akan memperluas serangannya ke Lebanon menjadi serangan darat. Target Israel masih tetap ingin melucuti senjata Hizbullah. “Kami beroperasi di Lebanon untuk menghilangkan ancaman. Semua opsi ada di meja,” ujarnya.

Israeli army and security forces conduct a search sweep of a house that was hit by Hezbollah projectiles in Moshav Kfar Yuval in northern Israel near the border with southern Lebanon on March 3, 2026. Israel on March 3 ordered the military to take control of more positions in Lebanon, where the army pulled back some of its forces after Hezbollah attacked Israeli bases in support of its backer, Iran. (Photo by Jalaa MAREY / AFP)

Namun, juru bicara internasional IDF Nadav Shoshani sempat mengatakan tidak ada alasan untuk melancarkan serangan darat ke Lebanon “dalam waktu dekat”. Kaatz juga mengatakan sudah mendapat perintah dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk memperkuat pertahanan di perbatasan demi mencegah serangan terhadap rakyat Israel yang tinggal di perbatasan.

Juru bicara Badan Pengungsi PBB (UNHCR) Babar Baloch mengatakan setidaknya 30.000 pengungsi mencari perlindungan di tempat penampungan di Lebanon sejak Senin lalu. “Lebih banyak lagi yang tidur di mobil mereka di pinggir jalan atau masih terjebak macet di jalanan,” ujarnya.

Lebanon terseret ke dalam perang antara AS-Israel dan Iran setelah kelompok Hizbullah menyerang Israel dengan roket. Mereka bertekad turut membalas serangan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Israel membalas serangan Lebanon dan menewaskan 31 orang.

Israel mengaku sudah membunuh Kepala Dinas Intelijen Hizbullah, Hussein Moukalled, saat menyerang ibu kota Beirut. Selain Hussein, ada lagi tokoh senior lainnya yang disebut sebagai Reza Khazai yang tewas. Ia bertanggung jawab untuk mengawasi pengembangan senjata Hizbullah atas nama Pasukan Quds elit Iran.

Presiden Lebanon Joseph Aoun, Selasa, mengatakan keputusan untuk melarang aktivitas militer Hizbullah sudah tidak dapat dibatalkan. Aoun juga mendesak anggota Quintet untuk menekan Israel agar menghentikan agresinya terhadap Lebanon.

Quintet atau Komite Lima Negara adalah kelompok diplomatik internasional yang berupaya memediasi kebuntuan politik dan mendukung stabilitas di Lebanon. Kelima negara itu adalah Amerika Serikat, Perancis, Arab Saudi, Qatar, dan Mesir.

Sementara, Hizbullah mengaku sudah menyerang tiga pangkalan militer Israel dengan memakai pesawat nirawak dan roket. Ketiga pangkalan militer itu adalah pangkalan udara Ramat David, pangkalan pemantauan Meron, dan pangkalan Naffakh atau Kamp Yitzhak di Dataran Tinggi Golan.

“Ini serangan balasan karena Israel menyerang puluhan kota dan desa di Lebanon,” sebut Hizbullah.

FILE - Employees work in the newsroom of Hezbollah's Al-Manar TV station in Dahiyeh, a southern suburb of Beirut, Lebanon, Thursday, Dec. 10, 2015. (AP Photo/Bilal Hussein, File)

Stasiun TV Al-Manar milik Hizbullah menyebutkan markas besar Hizbullah di Beirut diserang Israel semalam. Israel juga mengumumkan menyerang kantor stasiun radio Al-Nour yang juga dimiliki Hizbullah.

Serangan terhadap dua media sipil itu, kata Hizbullah, untuk membungkam suara dan citra perlawanan Hizbullah. (REUTERS/AFP/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia
 | 

Editor:

Nur Hidayati
 | 

Penyelaras Bahasa:

Yuliana Karim