Ajang Piala Oscar diikuti film-film yang merefleksikan kehidupan nyata. Film "Anora", tentang kelindan asmara pekerja seks, jadi kampiun. Kisah dari tepian dihargai.
04 Mar 2025 04:07 WIB · Hiburan
Penganugerahan untuk pelaku industri film Hollywood, Academy Awards ke-97, seperti biasa, berlangsung glamor di Dolby Theater, Los Angeles, AS. Kemilau acara itu seperti menunjukan kebakaran besar beberapa bulan lampau sudah berlalu. Dunia film melantangkan harapan pada dunia yang lebih baik dan keberpihakan pada kelas terpinggirkan.
Aktor Adrien Brody ternganga ketika namanya disebut pelakon Cillian Murphy memenangi kategori Aktor Terbaik dalam penyelenggaraan pada Minggu (2/3/2025) malam waktu setempat itu atau Senin (3/3/2025) pagi WIB. Dia melepeh permen karet yang sedang dikunyah saat menuju panggung, dan melemparkan pada istrinya, Yvonne McGuinness.
Ini adalah Piala Oscar kedua Brody. Kali ini, dia mendapatkannya dari film The Brutalist. Sebelumnya, dia gemilang dalam film The Pianist (2002). Dua film itu punya benang merah: keporak-porandaan seusai perang dunia kedua. Brody sama-sama berperan sebagai penyintas Holocaust.
Setelah menerima piala dari Murphy, Brody mulai berterima kasih, agak melebihi durasi sampai-sampai orkestra pengiring mulai berbunyi. ”Sebentar-sebentar, hentikan dulu musiknya. Aku akan merampungkan pidato ini sesingkat mungkin.” Musik perlahan menghilang. Hadirin senyap. Brody mulai berbicara lagi.
Mari hentikan sikap antisemitisme, rasisme. Aku meyakini masih bisa berharap pada dunia yang lebih sehat, lebih bahagia, dan lebih inklusif.
”Aku (berdiri) di sini merepresentasikan orang-orang yang harus menanggung trauma atas kehancuran perang. Mari hentikan sikap antisemitisme, rasisme. Aku meyakini masih bisa berharap pada dunia yang lebih sehat, lebih bahagia, dan lebih inklusif. Jangan biarkan kebencian menyusup. Mari beranjak bersama,” pintanya.
Prinsip kesetaraan yang disinggung Brody itu mengemuka setidaknya selama satu dekade terakhir di arena industri Hollywood. Proyek film didorong untuk melibatkan orang dengan lebih beragam latar belakang. Sebelumnya, Hollywood sering dikritik ”terlalu putih”, dan memang demikian.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/03/be63e3ec66be4a134cacf6cde7e3ba06-000_36Z73NM.jpg)
Inklusivitas itu berdampak baik. Selain sumber daya manusia yang makin beragam, naskah-naskah filmnya juga tak terlalu ”sinetron” lagi. Film Nomadland (2020), misalnya disutradarai Chloé Zhao, perempuan berdarah Asia, mengenai kaum nomaden. Film Moonlight (2016) juga menukil kehidupan remaja kulit hitam yang mengalami ”cinta monyet” sesama jenis. Film Minari (2020) mengisahkan generasi pertama imigran Korea Selatan di tanah AS. Ketiganya mencatat prestasi di Academy Awards.
Penyelenggaraan Oscar tahun ini dikuasai film Anora, film berbujet relatif murah—sekitar 6 juta dollar AS, garapan studio kecil Cre Film. Film yang mulai tayang di AS pada 8 November 2024 ini membawa pulang lima Piala Oscar, dari enam nominasi. Hampir semua pialanya didapat dari kategori prestisius, seperti Skenario Orisinal Terbaik dan Sutradara Terbaik untuk Sean Baker, serta Aktris Terbaik untuk Mikey Madison. Puncaknya adalah Film Terbaik.
Film Anora miliki plot klasik; jatuh cinta pada orang yang salah. Anora (Madison) berkasih-kasihan dengan Ivan (Mark Eydelshteyn). Anora adalah penari telanjang, yang dianggap pekerja seks. Ivan anak dari konglomerat dari Rusia. Keluarga Ivan hendak menjegal hubungan mereka. Penutupnya mungkin tak semanis kisah Cinderella.
Sean Baker ketika menerima satu dari empat piala baginya malam itu mengatakan sangat menghormati para pekerja seks. ”Mereka (para pekerja) membagikan cerita kehidupannya, pengalaman hidup mereka selama bertahun-tahun. Dengan rasa hormat mendalam, aku membagikannya kepada Anda sekalian,” kata Baker.
Aktris utama Mikey Madison (25) yang baru pertama kali memegang Piala Oscar itu juga menyerukan keberpihakan serupa. ”Dengan penuh hormat, aku mempersembahkan piala ini bagi komunitas pekerja seks. Aku akan terus mendukung mereka dan menjadi sekutu mereka,” kata Madison, yang mengungguli aktris kawakan Demi Moore yang gemilang di film The Substance.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/03/96d2a4d69d9204823d6daa4b1340fb90-063_2202946450.jpg)
Lima piala yang diraih Anora boleh saja menyoroti kisah percintaan mikro dengan plot klasik. Tapi pemandu acara, komedian Conan O’Brien, mengaitkan kegemilangan Anora dengan konstelasi politik. ”Sepertinya orang Amerika akhirnya senang bahwa ada orang yang mendukung Rusia,” menyindir hubungan politik antara Donald Trump dan Vladimir Putin.
Nuansa politis juga makin menguat ketika film No Other Land diumumkan menang di kategori Film Dokumenter. Film ini hasil kerja sama kelompok sinema Palestina dan Israel yang memberitahukan kepada publik bahwa generasi muda kedua bangsa sudah muak dengan berbagai pertikaian.
Rasanya ajaib mendapati film konflik Palestina-Israel, garapan sineas Palestina-Israel, menang di ajang penagugerahan Amerika Serikat. Memang, sih, film ini tak didistribusikan secara resmi di AS.
Hadir menerima penghargaan di kota Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada Minggu (2/3/2025) waktu setempat atau Senin waktu Indonesia adalah kedua sutradara, yaitu Basel Adra dari Palestina dan Yuval Abraham. Bersama mereka turut serta produsen Rachel Szor dan Hamdan Ballal.
“Anda bisa melihat, kan, kami saling bertautan. Wargaku (Yuval) bisa benar-benar aman jika warga (Basel) memperoleh keamanan dan kebebasan sejati.
No Other Land merekam kehidupan komunitas Palestina di Tepi Barat, tepatnya di wilayah bernama Masafer Yatta. Di sana, terjadi pendudukan ilegal oleh warga Israel.
Walhasil, warga Palestina sering terlibat konflik dengan aparat keamanan Israel, sehingga Masafer Yatta mengalami kerusakan. Film ini mengambil kejadian pada periode 2019-2023, tidak lama sebelum Hamas melancarkan serangan Operasi Badai al-Aqsa ke Israel selatan, 7 Oktober 2023.
”Dua bulan lalu, saya menjadi ayah. Saya berharap, anak perempuan saya tidak mengalami segregasi seperti yang saya alami. Segala ketakutan bahwa hidup selalu diawasi, ditekan, dan digusur,” kata Basel Adra.
Basel menegaskan perlunya langkah serius ”dalam menghentikan ketidakadilan dan penghapusan etnis rakyat Palestina”.
Sementara rekan Israelnya, Yuval Abraham berpendapat, ”harus ada penegakan hak-hak bangsa bersama.” Dia juga mengkritik kebijakan luar negeri AS saat ini yang menghalangi upaya perdamaian itu.
”Anda bisa melihat, kan, kami saling bertautan. Wargaku (Yuval) bisa benar-benar aman jika warga (Basel) memperoleh keamanan dan kebebasan sejati,” kata Abraham, seperti dikutip dari The Guardian.
Di atas konflik besar yang dibicarakan, film Emila Perez rasanya menjadi favorit banyak penyuka dan kritikus film. Ia mendapat 13 nominasi, yang terbanyak dalam sejarah film berbahasa non-Inggris. Piala yang dibawa pulang ”hanya” dua, yakni untuk kategori Lagu Orisinal Terbaik, dan Zoe Saldaña sebagai Aktris Pendukung Terbaik, ia menyingkirkan bintang besar Isabella Rosellini dan idola pop Ariana Grande.
Kami hanya berfokus pada film, dan itu saja.
Pemeran utama film ini, Karla Sofia Gascón, adalah nomine transjender pertama di ajang Piala Oscar. Dia dikecam di media sosial. Akibatnya, Gascón tak ikutan jalan di karpet merah, tapi datang di acara. Kepada The Guardian, Ted Sarandos, CEO Netflix sebagai produser film, tak berkomentar banyak, apalagi pembelaan. ”Kami hanya berfokus pada film, dan itu saja,” katanya.
Demikianlah secuplik kisah drama glamor Hollywood. Inklusivitas berdengung, tapi tunduk pada kapitalisme. Rasanya ini juga ada di Indonesia. Film Kucumbu Tubuh Indahku menang Festival Film Indonesia 2019, tapi pemutarannya banyak ditentang ormas. (AP/OSCARS.ORG)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/03/e321feeb7d2d7b2b9b187fc4ee928241-000_36Z78JL.jpg)
Penulis:
Herlambang JaluardiEditor:
Dahono Fitrianto, Moh. Hilmi FaiqPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase