Perbaiki Komunikasi Publik, Presiden Prabowo Minta Kabinet Perluas Narasi Positif tentang Kinerja

Presiden Prabowo Subianto kembali mengevaluasi komunikasi publik Kabinet Merah Putih. Ia menilai kabinet belum optimal menyampaikan hasil kerja pemerintah.

24 Mar 2025 22:01 WIB · Politik & Hukum

Oleh Kurnia Yunita Rahayu

JAKARTA, KOMPAS — Untuk kedua kali dalam sepekan terakhir, Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran Kabinet Merah Putih untuk memperbaiki komunikasi publik. Para menteri dan wakil menteri diminta menyebarkan narasi positif mengenai hasil kerja di bidang masing-masing. Komunikasi dengan media massa pun disebut akan lebih terbuka.

Pembahasan tentang dinamika komunikasi publik di Kabinet Merah Putih itu terjadi dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/3/2025) siang. Dalam rapat tersebut, hadir sejumlah menteri dan wakil menteri, antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.

Seusai rapat yang berlangsung tertutup, Sudaryono mengungkapkan, dinamika komunikasi publik yang dilakukan pemerintah dalam beberapa waktu terakhir menjadi bahan evaluasi. Menurut Presiden Prabowo, komunikasi itu perlu diperbaiki oleh para pejabat mengingat di masyarakat telah berkembang asumsi yang pesimistis terhadap kinerja pemerintah dan kondisi negara secara umum.

Padahal, bagi pemerintah, banyak program prorakyat yang sudah dikerjakan selama lima bulan terakhir. Oleh karena itu, kata Sudaryono, Presiden ingin agar pemerintah lebih banyak memberikan penjelasan yang komprehensif kepada masyarakat. ”Jangan sampai rakyat itu digiring dengan opini-opini yang enggak bener gitu,” katanya.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/2/2025).

Meski demikian, Sudaryono menekankan, hal itu bukan berarti pemerintah akan menjadi antikritik atau membatasi suara rakyat. Ia menjamin bahwa masyarakat akan tetap bebas berekspresi dan berpendapat. Hanya saja, pemerintah juga harus punya ruang untuk memberikan penjelasan atas kerja-kerja yang telah dilakukan.

”Pemerintah juga punya hak jawab, punya hak untuk bersuara, menyuarakan realitas yang kami kerjakan,” kata Sudaryono.

Di bidang pertanian, misalnya, saat ini panen petani sudah tergolong baik dengan hasil melimpah. Itu terjadi antara lain karena penyaluran pupuk lancar dan harga gabah tinggi. Dalam konteks itu, sejumlah petani yang ditemui pemerintah di lapangan pun merasa puas dengan kerja pemerintah.

Untuk memperkuat narasi tentang kerja pemerintah itu, Sudaryono tidak memungkiri, Presiden meminta agar pemerintah lebih aktif untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Salah satu caranya ialah mengintensifkan interaksi dengan media massa. Selain itu juga mengoptimalkan peran media sosial.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan keterangan seusai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (21/3/2025). Sidang membahas persiapan Idul Fitri 1446 Hijriyah.

Sebelumnya, evaluasi komunikasi publik pemerintah juga disampaikan Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, akhir pekan lalu. Saat itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengungkapkan, Presiden mengingatkan agar para anggota Kabinet Merah Putih membangun komunikasi yang baik agar masyarakat dapat memahami apa yang sedang dikerjakan pemerintah serta tantangannya. Tak hanya itu, masyarakat juga semestinya memahami manfaat yang akan mereka dapatkan dari program-program pemerintah.

”Ini yang tadi juga salah satu yang akan dijadikan sebagai bahan evaluasi. Mudah-mudahan dengan itu, kerjanya tetap fokus, tapi juga komunikasinya lebih baik lagi,” ujar Agus Harimurti.

Diskusi rutin dengan masyarakat

Selain dibicarakan antara Presiden dan anggota kabinet, upaya untuk menggencarkan komunikasi publik juga dilakukan Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO). Pada Senin pagi, PCO mengadakan diskusi dengan sejumlah ekonom dan analis pasar modal mengenai kondisi perekonomian terkini di kompleks Istana Kepresidenan.

Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi PCO Noudhy Valdryno mengatakan, pihaknya menyadari bahwa komunikasi dengan para pelaku pasar perlu diintensifkan. Hal itu penting agar mereka bisa memahami kebijakan pemerintah secara utuh. Dengan begitu, tidak ada keraguan terhadap kerja pemerintah.

Deputi Bidang Diseminasi dan dan Media Informasi PCO Noudhy Valdryno (tengah) di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (24/3/2025).

Di sisi lain, pemerintah juga mendapatkan saran dan masukan penting terutama terkait kondisi pasar saham beberapa waktu terakhir. Rekomendasi itu pun bisa langsung ditindaklanjuti tidak hanya oleh PCO, tetapi juga oleh kementerian/lembaga terkait.

Oleh karena itu, menurut rencana, PCO akan menjadikan agenda diskusi dengan masyarakat ini menjadi kegiatan rutin. Tidak hanya terkait dengan ekonomi, tetapi juga bidang-bidang lainnya.

”Nanti kita pikirkan mekanismenya. Tapi, yang pasti hari ini bukan pertemuan terakhir buat kami. Jadi, nanti akan dilanjutkan secara konsisten,” kata Noudhy.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kurnia Yunita Rahayu
 | 

Editor:

Anita Yossihara