Peresmian Nama Jalan Pramoedya Ananta Toer Ditunda

Ormas Pemuda Pancasila meminta dikaji ulang dengan mempertimbangkan keutamaannya.

06 Feb 2025 13:00 WIB · Nusantara

Oleh Herlambang Jaluardi, Ignatius Nawa Tunggal

Peringatan sekaligus perayaan Seabad Pramoedya Ananta Toer (1925 – 2006) dimulai di hari kelahirannya, Kamis (6/2/2025), di Blora, Jawa Tengah. Salah satu agendanya, peresmian nama jalan Pramoedya Ananta Toer, ditunda karena ada penolakan dari sebuah organisasi massa.

“Kami memperhatikan aspirasi organisasi massa yang menghendaki peresmian jalan dengan nama Pramoedya Ananta Toer itu ditunda untuk sementara waktu,” ujar Koordinator Panitia Seabad Pramoedya Ananta Toer, Dahlar Muhammadun, Rabu (5/2), ketika ditemui di Blora Creative Space (BCS).

Di lokasi tersebut, sedang dipersiapkan Pameran Interprestasi Seabad Pramoedya dalam Ekspresi Wajah dan Patung. Pameran dijadwalkan dibuka setelah pemancangan nama jalan Pramoedya Ananta Toer.

Dahlar menunjukkan surat permintaan penundaan peresmian jalan baru tersebut. Pada kop surat tercantum Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Blora. Surat ditujukan kepada Bupati Blora, tertanggal 3 Februari 2025.

Foto udara jalan yang berencana dinamai Jalan Pramoedya Ananta Toer di Kelurahan Beran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu (5/2/2025). Organisasi masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila cabang Kabupaten Blora menolak adanya penamaan Jalan Pramoedya Ananta toer di Desa Beran yang menjadi salah satu agenda acara perayaan Seabad Pramoedya Ananta Toer pada 6 sampai 8 Februari 2025. Dalam surat bernomor 221.020/MPC-PP/BLA/I/2025, mereka meminta pihak terkait untuk menunda serta mengkaji ulang penamaan jalan tersebut. Dalam surat tersebut disebutkan salah satu alasan Ormas Pemuda Pancasila cabang Blora menolak penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer karena diduga berkaitan sebagai tokoh kiri. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 05-02-2025

Pada pembukanya dinyatakan, terkait dengan rencana kedatangan Menteri Kebudayaan Fadli Zon untuk peringatan Seabad Pramoedya Ananta Toer di Blora pada 6–8 Februari 2025, Majelis Pimpinan Cabang Ormas Pemuda Pancasila Kabupaten Blora mendukung sepenuhnya dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya demi terciptanya Sesarengan Bangun Blora Berkelanjutan.

Berikutnya, disebutkan, ormas Pemuda Pancasila menolak adanya rencana penamaan jalan di wilayah Kabupaten Blora dengan nama Pramoedya Ananta Toer, yang disebutkan sebagai tokoh radikal kiri. Ormas Pemuda Pancasila meminta dikaji ulang dengan mempertimbangkan keutamaannya.

Surat tersebut ditandatangani Sekretaris dan Ketua Majelis Pimpinan Cabang Ormas Pemuda Pancasila Kabupaten Blora, Nur Hasim dan Munaji.

Jalan lingkar

Rabu sore, Kompas mengunjungi lokasi yang akan diberi nama Jalan Pramoedya Ananta Toer. Jalan tersebut merupakan jalan baru dari hasil pembukaan lahan persawahan. Kondisi jalannya belum diaspal dan berada di wilayah Kelurahan Beran, Kecamatan Blora.

Quote

Mengapa penolakan itu menjelang peresmiannya, tidak dari dulu-dulu disampaikan?

“Jalan ini selesai dibuka sekitar tahun 2020. Selama ini kami menyebutnya sebagai jalan lingkar,” ujar Atik Supriyanti, perempuan pemilik tanah di pinggir jalan yang akan diberi nama Jalan Pramoedya Ananta Toer tersebut.

Foto udara jalan yang berencana dinamai Jalan Pramoedya Ananta Toer di Kelurahan Beran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu (5/2/2025). Organisasi masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila cabang Kabupaten Blora menolak adanya penamaan Jalan Pramoedya Ananta toer di Desa Beran yang menjadi salah satu agenda acara perayaan Seabad Pramoedya Ananta Toer pada 6 sampai 8 Februari 2025. Dalam surat bernomor 221.020/MPC-PP/BLA/I/2025, mereka meminta pihak terkait untuk menunda serta mengkaji ulang penamaan jalan tersebut. Dalam surat tersebut disebutkan salah satu alasan Ormas Pemuda Pancasila cabang Blora menolak penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer karena diduga berkaitan sebagai tokoh kiri. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 05-02-2025

Di sepanjang kiri kanan jalan tersebut masih didominasi persawahan. Atik memiliki suami yang masih bekerja di Freeport, Papua, dan akan segera pensiun. Mereka mempersiapkan rumah di pinggir jalan itu untuk membuat sebuah kedai makan.

“Di dekat sini rencananya akan dibangun sebuah kampus,” ujar Atik.

Atik tidak mengenal sosok Pramoedya Ananta Toer. Ia hanya menyebutkan Pramoedya Ananta Toer sebagai nama tokoh terkenal asal Blora dan ia setuju jika nama sang tokoh digunakan untuk nama jalan tersebut.

Ia menyayangkan penolakan terhadap peresmian jalan baru tersebut. “Mengapa penolakan itu menjelang peresmiannya, tidak dari dulu-dulu disampaikan?" tanya Atik.

Dahlar Muhammadun, yang akrab disapa Madun, menyebutkan, kawasan yang dilintasi jalan itu sebagai kawasan pertumbuhan baru di Blora. Jalan baru itu menghubungkan dua jalan penting di bagian selatan pusat keramaian di Blora.   


Kerabat Kerja

Penulis:

Herlambang Jaluardi, Ignatius Nawa Tunggal
 | 

Editor:

Dwi As Setianingsih
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji