Inter Miami ditahan remis tanpa gol oleh Al-Ahly. Oscar Ustari dan Mohamed El-Shenawy sosok penting bagi koleksi poin pertama tim mereka.
15 Jun 2025 10:59 WIB · Olahraga
MIAMI, MINGGU — Laga pembuka Piala Dunia Antarklub, Minggu (15/6/2025) pagi WIB, di Stadion Hard Rock, Miami, Amerika Serikat, berakhir monoton dengan skor 0-0. Meski tanpa gol, penampilan kiper dari Inter Miami dan Al-Ahly menghadirkan decak kagum bagi setiap mata yang menyaksikan berkat penyelamatan mengagumkan.
Kiper Miami, Oscar Ustari, adalah sosok kunci bagi timnya tidak pulang dengan rasa malu, terutama di babak pertama. Ustari mencatatkan delapan penyelamatan selama 90 menit. Salah satu penyelamatan terbaiknya adalah menepis eksekusi penalti penyerang sayap Al-Ahly, Mahmoud Trezeguet, pada menit ke-43.
Selama babak pertama, Ustari menjadi pemain Miami yang paling sibuk. Bertubi-tubi ia mengantisipasi enam tembakan mengarah ke gawang pemain-pemain Al-Ahly yang lima di antaranya tercipta di dalam kotak penalti Miami.
Setelah turun minum, Ustari sudah lebih santai. Hanya dua penyelamatan yang dilakukan karena Miami sudah tampil lebih dominan menyerang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/15/6c796efede01b108a8d45e859fb219c9-APTOPIX_CWC_Al_Ahly_Inter_Miami_Soccer_1_.jpeg)
Penjaga gawang berusia 38 tahun itu menolak dianggap sebagai pahlawan tunggal bagi raihan poin pertama Miami di Piala Dunia Antarklub. Menurut dia, performanya bagian dari penampilan tim yang bahu-membahu untuk mengejar poin pada gim perdana Grup A Piala Dunia Antarklub 2025.
”Ini lebih tentang tim dibandingkan dengan menjadi pahlawan. Dalam situasi penalti, ada orang-orang yang membantu saya (staf pelatih). Jadi, saya mewakili mereka di lapangan. Penampilan saya adalah hasil kerja keras semua pihak,” tutur Ustari kepada FIFA TV.
Babak kedua menjadi panggung pembuktian bagi kiper veteran dan kapten Al-Ahly, Mohamed El-Shenawy. Pada paruh pertama laga, El-Shenawy, yang juga kiper timnas Mesir, hanya memamerkan kepiawaian di bawah mistar dengan menghalau dua kali sepak pojok Lionel Messi pada lima menit akhir sebelum turun minum.
El-Shenawy menunjukkan penampilan jauh lebih krusial pada babak kedua. Lima kali penyelamatan diciptakan kiper berusia 36 tahun itu. Dua kali sepakan dan peluang besar Messi diantisipasi oleh El-Shenawy. Kemudian, sepakan melengkung Messi bisa ditepis dengan ujung jari El-Shenawy sehingga bola membentur mistar.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/15/618c55394f5c0acc312d89ad60cdfed4-APTOPIX_CWC_Al_Ahly_Inter_Miami_Soccer_2_.jpeg)
Pelatih Al-Ahly Jose Riveiro, yang baru sepekan menangani tim, menyayangkan timnya gagal meraih poin penuh akibat tidak mampu memaksimalkan setidaknya lima peluang besar pada babak pertama. Riveiro juga mengapresiasi kerja keras timnya yang mampu meredam serangan demi serangan tim tuan rumah pada babak kedua.
”Banyak hal positif yang kami lakukan, tetapi masih ada beberapa hal yang wajib kami benahi demi bermain lebih baik di gim selanjutnya,” kata Riveiro.
Di sisi lain, Riveiro terkejut dengan dukungan besar yang didapatkan anak asuhannya di Stadion Hard Rock. Jersei merah khas Al-Ahly terlihat di setiap sudut tribune, bahkan spanduk dukungan juga dibentangkan suporter di sisi tribune atas stadion.
”Kami seperti bermain di Kairo. Sangat senang berada di sini dan mewakili klub di kompetisi ini,” kata Riveiro yang sebelumnya melatih tim Afrika Selatan, Orlando Pirates.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/15/620f26b2a7d28f9cc4feeb4d1567004d-Al_Ahly_FC_v_Inter_Miami_CF__Group_A_FIFA_Club_World_Cup_2025.jpeg)
Miami dan Al-Ahly mengalami kendala yang umumnya terjadi pada gim pertama turnamen besar, yaitu inkonsisten dan gugup. Inkonsistensi dialami Al-Ahly karena gagal mengatur energi. Situasi itu membuat tim berjuluk ”Raksasa Merah” itu gagal mengulangi pola transisi cepat yang menjadi resep mereka mengancam gawang Miami pada 45 menit pertama laga.
Hanya dua tembakan dari luar kotak penalti yang menjadi indikasi menurunnya performa menyerang tim asal Mesir itu. Pergantian Trezeguet dan Abou Ali, dua penyerang utama, semakin membuat Al-Ahly kesulitan mengirimkan bola ke sepertiga akhir pertahanan Miami.
Sementara itu, pemain-pemain Miami gagal mengimbangi permainan tiga pemain terbaik mereka, yaitu Messi, Luis Suarez, dan Sergio Busquets, di awal pertandingan. Kesalahan-kesalahan individu kerap dilakukan. Dua kartu kuning dan sebuah penalti menjadi penanda kewalahannya pertahanan Miami menghadapi taktik serangan balik Al-Ahly.
Kegugupan menyelimuti pemain outfield klub milik Sir David Beckham itu. Beckham, yang menyaksikan laga di tribune kehormatan, juga menunjukkan air muka tegang ketika wajahnya tersorot kamera televisi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/15/e4c430fb6c639bf144a513e336b23e12-wires_photo.jpg)
”Al-Ahly terkendala energi yang jauh menurun di babak kedua. Sementara Inter Miami mampu mengeksekusi rencana permainan dengan baik. Laga yang berimbang,” ujar Sami Khedira, analis laga itu di DAZN.
Pelatih Miami Javier Mascherano kecewa gagal meraih kemenangan. ”Kami memiliki banyak kesempatan, tetapi sayang tidak ada yang menjadi gol. Kami akan melakukan evaluasi agar di gim kedua meraih hasil positif,” tutur Mascherano seperti dikutip laman FIFA.
Selanjutnya, Miami akan menghadapi Porto, Jumat (20/6/2025) pukul 02.00 WIB, di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta. Adapun Al-Ahly, peraih 107 gelar domestik di Mesir, akan menantang tim asal Brasil, Palmeiras, Kamis (19/6/2025) pukul 23.00 WIB, di Stadion MetLife, New Jersey.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto