Gregoria Mariska sulit keluar dari kesulitan, bermain tidak nyaman, dan menelan kekalahan. Dejan/Gloria merasakan sebaliknya di babak pertama China Masters 2024 itu.
20 Nov 2024 17:29 WIB · Olahraga
SHENZHEN, RABU — Pebulu tangkis ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja, menemukan pola permainan yang membuat mereka nyaman dan yakin pada babak pertama China Masters Super 750. Hal berbeda dialami oleh tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, yang sulit menemukan permainan terbaiknya.
Dejan/Gloria bisa bermain dengan nyaman untuk mengalahkan wakil tuan rumah, Zhang Han Yu/Yang Jia Yi, dengan skor 21-17, 21-12 dalam pertemuan perdana mereka di Shenzhen, China, Rabu (20/11/2024). Permainan yang nyaman ataupun kemenangan tak bisa diikuti oleh Gregoria, wakil Indonesia yang tampil kedua. Ia takluk dua gim langsung dengan skor 13-21, 14-21 dari Pornpawee Chochuwong (Thailand).
Pada gim pertama, baik Dejan/Gloria maupun Gregoria sebenarnya sama-sama kesulitan bermain dengan nyaman. Kendati sempat mempertontonkan kekuatan dalam aspek serangan ataupun pertahanan, Dejan/Glora juga kerap memberi poin ”gratis” untuk lawannya karena melakukan beberapa kesalahan.
Namun, Dejan/Gloria tetap mampu memaksakan laga ketat dengan 11 kali tercipta skor yang sama, termasuk menjelang interval. Saat Zhang/Yang unggul, Dejan/Gloria mengejar dan menyamakan kedudukan. Begitu sebaliknya sampai tercipta empat kali pergantian keunggulan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/20/4300ce46-631c-4bbb-8e99-e12ebd3caa8c_jpg.jpg)
Berbeda dengan Dejan/Gloria, Gregoria selalu tertinggal dan kesulitan untuk mengejar sejak awal gim pertama. Jarak unggulan keenam turnamen ini dengan Chochuwong bahkan sempat menyentuh 11 poin dalam kedudukan 5-16 dan 7-18.
Saat interval, Gregoria sempat mengungkapkan kepada pelatihnya, Herli Djaenudin, bahwa dia masih belum bisa membaca kondisi lapangan. Gregoria memang tidak sempat menjajal lapangan karena pada Senin malam baru tiba di China setelah menyelesaikan pertandingan final Kumamoto Masters 2024.
Gregoria juga menyebut soal gangguan angin yang berembus dari sisi kanan dan kiri lapangan. Beberapa kali, pukulannya mengarah ke luar lapangan. Selain itu, beberapa kali juga pebulu tangkis yang keluar sebagai runner-up Kumamato Masters 2024 itu terkecoh dengan arah smes lawan.
”Tidak ada kesempatan untuk beradaptasi, akibatnya tadi saya tidak bisa menguasai pertandingan, banyak sekali melakukan error. Salah pengamatan, salah kontrol, padahal bola mudah. Itu yang membuat saya kesal dan menyesal permainannya jauh seperti yang diharapkan,” tutur Gregoria.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/20/8014d145-0aa5-462f-98bc-6bbadd1ea189_jpg.jpg)
Harapan sempat muncul pada gim kedua ketika Gregoria mulai bisa menghasilkan poin dari smes atau dropshot menyilang andalannya. Jarak pun sempat menyempit menjadi hanya satu poin pada kedudukan 8-9, tetapi margin itu tak bertahan lama.
Gregoria, yang lolos untuk tampil di Final BWF yang akan digelar di Hangzhou, China, 11-15 Desember 2024, menyatakan akan mencari cara untuk keluar dari kesulitan seperti yang dialami di China Masters 2024. Itu dilakukan demi tampil baik di Final BWF.
Final BWF adalah turnamen di setiap akhir tahun yang hanya diikuti delapan wakil terbaik dari setiap nomor berdasarkan performa pada turnamen BWF sepanjang tahun. Untuk tahun penyelenggaraan Olimpiade, seperti pada 2024, peraih medali emas Olimpiade mendapatkan tiket untuk langsung tampil di Final BWF.
”Saya punya banyak waktu untuk latihan, menyiapkan diri untuk Final BWF. Pastinya bukan tantangan yang mudah, tapi saya mau menutup tahun dengan penampilan terbaik nanti,” tuturnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/20/7653495c-0a5f-4cc1-8bbc-f06318d2db28_jpg.jpg)
Sementara itu, Dejan/Gloria tampil lebih nyaman pada gim kedua. Mereka mengandalkan variasi serangan yang sulit diantisipasi lawan, mulai dari bola menyilang serta smes bertubi-tubi.
Ganda campuran runner-up Korea Masters 2024 ini mulai menunjukkan kembali kekuatan dalam aspek serangan dan pertahanan sehingga langsung unggul hingga 5-0 pada awal gim kedua. Sampai interval, lawan hanya mampu mencuri tiga poin. Dalam kondisi unggul jauh, Dejan/Gloria terus menekan lawan dan tak sedikit pun mengurangi tempo.
”Pada gim kedua, kami lebih siap dan lebih yakin dengan pola permainan kami. Kami banyak dapat angka cepat karena ritme ini yang terus kami lakukan,” tutur Dejan.
Poin-poin bagi Dejan/Gloria juga berasal dari pukulan-pukulan tak lama setelah servis. Dalam permainan ganda yang bertempo cepat, pukulan pembuka memang menjadi pukulan penting untuk menghasilkan poin. Dejan/Gloria kerap kelakukan servis pendek yang sulit dikembalikan lawan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/20/64ec80ba-7f32-40d8-82aa-e88c21297012_jpg.jpg)
Dengan kemenangan tersebut, Dejan/Gloria melaju ke babak kedua dan akan berhadapan dengan wakil Denmark, Jesper Toft/Amalie Magelund. Kemenangan yang diraih setelah bermain dengan nyaman itu pula menjadi bekal Dejan/Gloria bangkit setelah tersingkir prematur pada ajang sebelumnya, Kumamoto Masters 2024.
Di Kumamoto Masters, sepekan lalu, Dejan/Gloria kalah pada babak pertama dengan dua gim langsung, 19-21, 18-21, dari Hiroki Midorikawa/Natsu Saito (Jepang). Saat itu, Gloria mengatakan, mereka tampil kurang yakin sehingga kerap melakukan kesalahan dan bermain tak sesuai harapan.
”Setelah kekalahan pada babak pertama minggu lalu, kami lebih menyiapkan diri masing-masing. Membangun lagi mental, keyakinan dan kepercayaan diri, lalu dijaga untuk tidak turun lagi. Kami juga mau selalu menikmati pertandingan di lapangan. Ini yang masih dalam proses,” tutur Gloria.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .